
Disisi lain ada seseorang yang sedang melukis sebuah pemandangan taman istanah Mother of god , dia melukis di salah satu bagian dari istanah Mother of god dan saat dia membuat halilintar yang menyambar taman istanah di kanvas nya maka seketika itu menjadi kenyataan dan kekuatannya mirip mahluk dunia Kapiella
Seseorang lalu menegurnya agar tidak memainkan kekuatan dengan sembarangan dan yang menegurnya adalah Garuda , Garuda mengatakan kepadanya kalau Nona penguasa belum mau kembali dan pernyataan itu membuat pelukis itu marah
Pelukis itu merupakan salah satu dari 4 dewa Agung yang melayani Mother of god , dia bernama Shela yang memiliki masa lalu yang kelam yaitu mati sebelum bisa menggambar pemandangan yang indah
Sebelum menjadi dewa dia merupakan siswa yang cantik jelita dan sangat pandai menggambar dan bermimpi menjadi pelukis terkenal akan tetapi dia mati sebelum dapat menggapai impiannya , dia mati disebabkan penyakit yang dideritanya yaitu penyakit asma
Selain itu orang tuanya juga tidak menyetujui jika Shela menjadi pelukis dan menginginkan anak nya menjadi dokter yang membuat penyakit asma semakin parah yang membuatnya harus mati dan karena mother of god kasihan melihatnya dia langsung mereinkarnasi jiwa nya menjadi seorang dewa
Info : Dunia Shela sama seperti Dunia Vanica hanya saja berbeda dimensi
Selain Shela disana juga terlihat perempuan cantik bernama Alena , rambutnya bewarna biru tua terurai membuat aura kecantikannya sangat kuat namun wajahnya yang cantik terdapat juga hati yang dingin
Dia merupakan leluhur dari seluruh dewa kematian di multiverse , dia memainkan seruling kematian untuk mengambil jiwa jiwa yang sudah saatnya mati dan membawa mereka ke Dunia bawah atau Underworld
Dewa kematian Alena menjadi yang terkuat no 1 diantara 4 dewa Agung sedangkan Shela menjadi terkuat no 3 , No 2 sang dewa penjaga waktu dan no 4 sang cermin penghakiman sedang berada di domain nya masing masing
Masing masing dewa ada domain nya seperti Shela yang memiliki domain yaitu dunia yang dia buat , Alena yang berupa Dunia yang sepi dan dikelilingi genangan air , dewa penjaga waktu yang domainnya berupa dimensi yang memiliki lemari jam yang besar dan cermin penghakiman yang mempunyai domain penuh dengan cermin serta atapnya yang merupakan kaca patri
"Nona Shela apakah aku perlu memanggil mereka berdua." ujar Garuda
"Itu tidak perlu Garuda , yang kita perlukan ialah membangkitan ibu Agung." ujar Alena dengan tatapan dingin
"Baiklah sesuai perintah anda."
Seketika cermin besar pun muncul dan mengeluarkan seorang gadis kecil yang dikelilingi pedang , gadis itu merupakan sang cermin penghakiman atau yang terkuat no 3
"Akhirnya kau datang juga."
"Alena kau dingin seperti biasa." ujar gadis itu dengan tersenyum
Shela lalu berkata siapa yang akan membawa kembali ibu agung ke istanah , semua dewa hanya menatap ke Shela yang menandakan jika dialah yang akan membawanya
"Jangan bercanda aku padahal lemah."
"Lemah , setelah kau menciptakan dunia kau bilang lemah."
Akhirnya dengan berat hati Shela menyetujui untuk membawa ibu Agung , disisi lain aku dan murid lainnya dilatih habis habisan dengan kstaria pembunuh dewa karena dia menggunakan pedang yang berasal dari tubuh dewa kematian
Pedang itu bisa langsung membunuh jiwa lawan , dia menantang seluruh murid untuk menyerangnya namun dengan mudahnya dia mengalahkannya
__ADS_1
"Tunggu bukan kah kami harus beristirahat."
"Aku akan memberi istirahat hingga kalian mengelahkan ku."
"Sudah cukup." seseorang perempuan datang
Wajah cantik nya menarik perhatian para murid cowok terlebih lagi dia memakai pakaian yang menurutku seperti pakaian pelajar sekolah khas Korea selatan , Ksatria itu lalu mengarahkan pedangnya ke arah gadis itu
"Siapa kau."
Gadis itu berkata dengan nada yang lembut kalau dia menawarkan kebahagiaan tiada tara yang membuat Ksatria itu ingin tau apa yang dimaksudnya
"Coba jelaskan apa yang kau bilang sebuah kebahagiaan tiada tara."
"Aku ingin menawarkan kalian sebuah dunia rekaan , dunia yang dimana kematian tidak bisa datang terlebih untuk mu Helia."
"Tunggu darimana dia tau nama ku."
Gadis itu tidak berkata apa apa dan menepuk tangannya , tanpa disadari kami telah berada ditempat berbeda dan gadis itu berkata kalau ini merupakan dunia yang dilukis oleh nya , salah satu murid berkata kalau dunia ini indah sekali karena dipenuhi taman bunga yang bewarna warni
"Aku tau ini Dunia yang dibuat oleh mu kan."
Gadis itu lalu menggambar kapal tempur di kertas lembar , setelah itu dia langsung menaruhnya di tanah dan seketika gambar itu berubah menjadi nyata
"Kekuatan itu sama dengan dunia Kapiella."
"Aku ingin memberi tau jika aku mempunyai kekuatan yang dapat merubah gambar menjadi nyata."
Ksatria itu lalu menggunakan pedang dewa kehancuran namun dengan mudahnya dirinya menghilangkan pedang kehancuran sehingga membuat para murid terkejut
"Sudah kubilang kalau tempat ini adalah dunia yang aku lukis sekaligus wilayah kekuasaan ku , jadi aku berhak untuk melenyapkan yang berada disini." ujar gadis itu dengan senyuman yang manis
"Kau pindahkan kemana pedang kehancuran." tanya ksatria dengan tatapan serius
"Aku hanya mengeluarkannya dari dunia ini."
"Kamu belum memperkenalkan dirimu." ujar Alan
"Ohh ya maaf , perkenalkan Nama saya Shela salah satu dari 4 Dewa Agung."
Setelah menperkenalkan dirinya Shela lalu memberi teka teki kepada para murid , jika ingin keluar kalian harus mencari keberadaan dari barang yang spesial
__ADS_1
"Jadi kau disini hanya untuk membuat kami mencari barang yang spesial"
"Ya begitulah."
Shela lalu memindahkan kami ke tempat yang berbeda , ada yang dihutan , ada yang dilautan bahkan ada yang di kota london (Tiruan) , entah kenapa diriku selalu terjebak di suatu masalah tapi sekarang masalah ini sepertinya seru
Aku , Alan dan Tokita dipindahkan ke hutan yang dibuat oleh Shela dan seketika ada lubang hitam didepan ku dan mengeluarkan Shela , Shela berkata
"Baiklah salam kenal Helia."
"Tunggu bukankah kita sudah berkenalan."
"Tapi aku adalah orang yang berbeda , tubuh asli dari Shela disembunyikan dan aku merupakan salah satu dari klon yang dibuatnya."
Klon Shela lalu memberi tau jika barang itu hanya bisa ditemukan oleh sang terpilih , salah satu barang yang dianggap spesial oleh tuanku sang ibu Agung
"Dia mengatakan hal yang sama dengan perkataan Garuda."
Disisi lain tubuh asli dari Shela sedang berada di tempat melukis di istanah Mother of God Alena sedang mengejek Shela karena tidak berani untuk menghadapi mereka , Shela mengatakan kalau jiwanya kini sedang terikat pada istanah God of mother jadi kalau dia keluar secara paksa bisa saja Shela akan mati
"Ohh yaa , apakah begitu." dengan ekpreksi dingin Alena berkata
"Apakah kau tidak percaya."
"Tidak , aku percaya."
Seseorang datang memasuki tempat melukis dan yang memasuki ialah dewa penjaga waktu Kagane dan dia berkata kalau ini semakin menarik , Kagane lalu melihat ke suatu arah dan mengeluarkan senjata berupa jam Arloji
Seketika 2 pedang mengarah ke arah nya namun Kagane dapat dengan mudahnya menghentikan waktu dari pedang itu , suasana pun jadi panik dan dia berkata ke arah yang dilihatnya
"Sudah cukup sang cermin penghakiman Ellenia."
"Maaf maaf , aku disini hanya ingin mengetahui kenapa kalian berkumpun disini."
"Shela membuat sesuatu yang menarik."
"Ohh ya aku ingin melihatnya." ujar Ellenia dengan mengeluarkan senyumannya yang mengerikan
"Baiklah kalian boleh lihat." ujar Shela dengan menunjukan masing masing lukisan berbeda
~Bersambung
__ADS_1