
Aku langsung bersemangat karena dulu aku dulu sangat ahli dalam berbagai macam tarian contoh nya tari Spanyol Flamenco dan jika tarian Flamenco dikombinasikan dengan lagu Malaguena itu akan lebih hermosa (dalam bahasa indo : cantik/Indah)
"Nona , kenapa anda diam saja."
"Tidak Alan , aku hanya bersemangat menanti pesta dansa."
"Tenang saja Nona , aku akan menjahit gaun yang indah untuk mu."
"Terima kasih Emely dan biarkan aku mengajari dansa."
"Terima kasih juga Nona."
Cognite juga berkata jika dalam Pesta dansa kedatangan dari 3 juri dari bangsa Iblis yaitu murid dari Amduscias sang musisi terkenal Purson , Pelayan 2 raja Paimon dan penari Succubus Laiha
"Aku beri waktu 8 jam untuk persiapan."
Cognite lalu menjentikan jari nya yang membuat kami semua berpindah ke asrama masing masing , diriku berbicara kepada Selafony tentang pesta dansa dan Selafony menjawab jika dia kurang bisa dalam hal berdansa
"Kalau gitu datang lah ke istanah ku , nanti aku ajari berdansa."
"Baiklah jika itu mau mu."
Aku pun pergi meninggalkan Selafony saat sampai aku melihat Emely sedang menenun sesuatu , aku melihat bahan apa yang dia pakai dan dia memakai bahan yang sangat mahal yaitu ulat sutra yang mungkin di bumi harganya ratusan juta dan wol yang berasal dari domba yang cukup langka
"Emely , darimana kau mendapatkan bahan bauan ini ?."
"Ohhh , aku menggunakan sihir pemanggilan untuk memanggil domba dan ulat."
Emely menawarkan ke diriku tentang warna gaun dan aku memilih warna biru , Emely langsung mengatakan jika gaun ini pasti sangat cocok buat diriku
"Benarkah hal itu Emely."
"Tentu saja Nona."
Aku pun bertanya dimana Alan dan Emely berkata dia sedang latihan berdansa aku bertanya lagi bukankah Alan sudah bisa berdansa selepas perperangan dengan pasukan Miracle dan Emely menjawab jika Alan akan lebih keras dalam berlatih
"Ohhh , kalau begitu bilang ke Alan jika aku izin pergi."
"Baiklah Nona dan izinkan saya bertanya."
"Tanya apa Emely."
"Nona mau pergi kemana."
"Tentu saja hal itu rahasia."
Aku pun pergi ke Dunia Iblis atau lebih tepatnya ke tempat Amduscias , aku melihat Amduscias sedang bersantai menikmati segelas minuman bewarna merah dan saat Amduscias melihatku dia tersedak minuman yang dia minum
"Nona Helia , kalau kau mau masuk harap jangan menggunakan sihir teleportasi , untuk diriku tidak mati tersedak kalau aku mati itu mempermalukan gelarku yang berupa musisi jenius kalangan Iblis."
"Maaf dan juga Amduscias , apakah kau barusan meminum darah." tanya diriku
"Tentu tidak Nona , biar aku perkenalkan ini adalah wine mahal yang aku persiapkan untuk malam tahun baru."
"Apakah ras iblis juga merayakan malam tahun baru."
"Tentu saja , kami merayakan dengan memainkan berbagai ornamen musik , memainkan sihir peledak tingkat rendah dan berpesta."
"Sayang sekali aku tidak bisa ikut." diriku mengeluh
"Kenapa ?."
"Aku kan masuk ke akademi."
__ADS_1
"Ohhh , aku tebak kalian mencari diriku untuk mengajari cara berdansa untuk acara tahun baru nanti."
"Kok anda tau , tapi sayang ini bukan perayaan tahun baru."
"Aku tau dari muridku Purson , akademi kalian memiliki 3 alasan untuk mengadakan pesta dansa." ujar Amduscias
Amduscias lalu menjelaskan ketiga alasan akademi mengadakan pesta dansa , pertama akademi sedang bahagia dan merayakan atas pulihnya dunia Vaniella , kedua akademi ingin merayakan tahun baru dan ketiga akademi ingin mengeratkan hubungan para murid
"Baiklah dan juga apakah kau mau melatih kami."
"Tentu saja mau , aku tidak bisa menolak keinginan Nona muda." kata Amduscias sambil memegang muka ku
"Baiklah , lebih baik kita cepat karena 6 jam lagi pesta dimulai."
"Kau dingin seperti biasa ya Nona."
Aku pun berteleportasi bersama Amduscias ke Kastil , saat sampai disana sudah ada Selafony dan 2 rekannya , Emely , Alan , Nesya dan Zack , aku bertanya kenapa mereka kesini semua
"Selafony memberi tau kami jika dirimu akan melatih kami dalam hal menari untuk pesta dansa." ujar Zack
"Ohhh dan juga perkenal kan dia adalah Amduscias."
"Jadi kau musisi terkenal di seluruh alam semesta." ujar Selafony sambil kaget
"Hey Sela , kenapa kau kaget."
"Bagaimana tidak kaget , Amduscias merupakan salah satu mahluk yang dipuji ol-eh raja Iblis Agung Zagan dan dia mempunyai terompet yang bernama Van Ellen."
Zack dengan cepat memukul Amduscias menggunakan tangannya yang sudah dilapisi sihir guntur hitam namun serangan itu bisa dengan mudah Amduscias tahan , aku bertanya kenapa Zack memukul Amduscias
"Aku hanya ingin mengetes kemampuan dari pelayan raja Iblis Agung."
"Jika kau menghina tuan ku , aku tidak segan lho untuk membunuh mu."
Amduscias lalu memukul Zack yang membuat Zack terpental sangat jauh , aku lalu merelai perkehalian mereka dan berkata kalau aku mengundang Amduscias untuk mengajari kalian menari
"Dengarkan kata kata Nona." ujar Amduscias
Pertengkaran pun berhenti dan Zack menyuruh diriku untuk mempraktekan cara menari , aku lalu mengubah baju yang aku pakai menjadi gaun yang sangat indah dan meminta Amduscias agar memainkan alat musik
"Kalian semua harusnya beruntung mendengar diriku sang musisi Agung memainkan alat musik dengan indah."
Amduscias lalu memainkan alat musik yaitu guitar Flamenco , dia menyanyikan dengan sepenuh hati seperti hari dimana dia bermain bersama zagan dan aku mulai berdansa dengan indah
Gaun ku menebarkan pesona layaknya bintang yang berkelap kelip dimalam hari , salju secara tiba tiba turun diluar Dan kami berhenti berdansa dan semua orang bertepuk tangan
"Bravo."
Aku pun melatih mereka semua bersama Amduscias hingga pesta dansa dimulai , pesta dansa pun dimulai kami diantar menggunakan kereta kuda yang ditarik unicorn bewarna biru tua , ternyata tidak hanya kami yang diantar memakai unicorn tapi seluruh murid di akademi God Sarrow
Masing masing kereta dapat menampung 4-5 siswa dan juga aku sudah memakai gaun yang dibuat Emely , gaun itu bewarna biru seperti waktu diriku menari bersama Amduscias selain itu aku memakai kalung permata dengan warna biru biru tua
"Emely , terima kasih yaa."
"Tidak Nona , hal ini belum cukup untuk membalas budi mu yang telah menyelamatkan diriku dari penjara."
"Lihat siapa yang iri." mata Amduscias menoleh ke arah Alan
"Maksud anda apa , aku tidak Iri."
"Alan apakah kau Iri melihat diriku berbicara ke Emely." ujar diriku
"Tidak Nona , aku sama sekali tidak Iri."
__ADS_1
"Ohhh dan juga kenapa kau ikut Amduscias."
"Tentu saja karena disana pasti disediakan wine yang sangat mahal dan juga aku ingin melihat murid ku Purson."
Akhirnya kami pun sampai ke gedung utama atau gedung pesta dansa , disana memiliki air mancur yang airnya sangat jernih Dan dijaga oleh puluhan tentara yang menjaga berbagai tempat di gedung utama
Seseorang datang kepada ku , dia seperti panglima 1 di Dunia Zygarde aku mengetahui nya dikarenakan ada lambang di bajunya , dia lalu berlutut setelah Amduscias keluar dari kereta kuda
"Senang bertemu dengan anda , musisi terkenal sekaligus sahabat raja Iblis Zagan."
"Baiklah , senang juga bertemu dengan mu."
"Aku mendengar sejarah anda yang telah membantai 20 Naga." dengan senyum panglima itu berkata
Sejarah mengatakan jika Amduscias membantai 20 Naga karena kesal naga itu menghina tuannya Amduscias , dia membunuh mereka dengan tangan kosong dan saat itu dia mirip serigala buas
"Tunggu kenapa seorang pemabuk bisa terkenal." aku berkata dalam hati
Akupun meminta izin kepada Amduscias untuk memasuki gedung utama dan Amduscias memperbolehkannya , saat aku masuk aku telah disambut oleh salah satu pelayan dan aku terpesona melihat gedungnya yang berkelap kelip seperti kilauan bintang
"Nona , apakah kau mau mencicipi kue ku." kata pelayan itu
"Tentu dan terima kasih."
Gerbang di gedung utama pun terbuka dan mengeluarkan 3 Iblis , Iblis pertama memiliki wajah yang tampan dan dipundaknya terdapat terompet , Iblis kedua memiliki tubuh gabungan burung dan manusia serta Iblis ini bewujud kelamin wanita dan Iblis terakhir ialah seorang wanita yang memakai baju maid dan memiliki rambut bewarna ungu
Pesta dansa pun dilaksanakan dengan meriah , berbagai peserta dari berbagai Dunia menari agar mendapatkan sebuah piala penghargaan yang bernama Dance event cup dan peserta terakhir ialah aku dan Alan
"Alan , apakah kau siap." tanya diriku
"Siap Nona." jawab Alan
Aku lalu menciptakan 2 alat musik , aku memainkan biola sedangkan Alan memainkan terompet dan kami memainkannya dengan bahagia , setelah berberapa aku dengan telepati menyuruh Alan untuk melemparkan alat music nya
"Bukankah itu tidak sopan Nona."
"Percayakan pada ku."
Alan dan aku melemparkan alat music ke atas dan seketika alat music yang kami lemparkan bercahaya dan meledak mengeluarkan kupu kupu , Paimon yang melihat itupun lantas kaget dan tidak sengaja menjatuhkan gelas yang berisi teh
Untung saja Purson sempat menangkap gelas itu dan memberikannya ke Paimon , Paimon lalu berterima kasih , aku dan Alan lalu melanjutkannya dengan menari
Alan berdansa dengan sangat baik , aku berdansa sambil memikirkan momen momen dari awal petualangan , semuanya berawal dari bertemu Mercy dan dilanjutkan dengan pertarungan 3 dewa dan aku melihatnya dengan mata sendiri , selama aku berpetualang aku sering mendapatkan berbagai pelayan seperti Shin Ray , Emely dan sekarang satu satunya pelayan yang tidak ingin aku tinggalkan yaa dia adalah Alan yang dulunya merupakan pelayan terawal yaitu Ray
"Nona anda sedang memikirkan apa."
"Tidak apa apa Alan."
"Dan juga aku minta maaf belum melunasi hutang ayah mu."
"Alan aku ingin kau jangan memikirkan masa lalu."
Dansa kami pun selesai dan mendapatkan tepuk tangan dari berbagai macam peserta dan juri sudah memutuskan 3 pemenang dan akan langsung diberi tau sekarang , dari yang ketiga yaitu pasangan Selafony dan Leon , yang kedua yaitu Evan dan Emely dan yang pertama adalah Alan dan Helia
Sebentar lagi tengah malam yang merupakan pergantian tahun , kami menghabiskan waktu dengan mengobrol selama pesta dan tentu saja Amduscias meminum wine mahal yang disediakan oleh Cognite
Tengah malam pun tiba dan hanya perlu menghitung dari 10 , 9 , 8 , 7 , 6 , 5 , 4 , 3 , 2 , 1 seketika bel berbunyi dan kembang api muncul yang menandakan sudah berganti tahun , aku menanyakan apa tujuan Alan di tahun ini
"Aku mempunyai tujuan untuk selalu melindungi dirimu Nona." ujar Alan yang membuat wajahku memerah
~*B**ersambung*
Tidak terasa tahun telah berganti dari 2021 menjadi 2022 Dan yang telah membaca novel ini author sangat berterima kasih atas dukungan nya yang membuat author semangat menulis , semoga tahun 2022 akan menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya dan semangat untuk menggapai tujuan baru di 2022 dan adios
__ADS_1