
Dengan cepat Abadon menyerang Isdien namun Isdien dapat menahan serangan menggunakan tombak darah nya , aku juga menyerang Isdien menggunakan pedang kepunahan Elgazambro untuk menebas jiwa Isdien sehingga dia tidak dapat bangkit kembali
namun saat aku ingin menebasnya Isdien mengeluarkan gelombang ultrasonik sehingga membuat diriku hampir terpental jika tidak menahannya menggunakan sihir barier yang membuat Isdien mempunyai kesempatan untuk kabur
"Mustahil diriku bisa melawan mereka semua." kata Isdien dengan wajah yang panik
Isdien pun mengeluarkan sayap kelelawar nya yang besar dan pergi terbang meninggalkan kami namun Abadon tidak akan membiarkan nya pergi , Abadon lalu mengeluarkan skill yang bertemakan kehancuran sebuah skill yang dapat mensummon jurang neraka dan akan menghisap siapapun yang memiliki jiwa jahat , yang masuk kedalam nya akan disiksa oleh segerombolan iblis yang dipimpin oleh sang bangsawan neraka berperingkat Earl yaitu Malphas
"Tersiksa lah kau di jurang neraka wahai jiwa pendosa." Abadon berkata sambil tersenyum
jahat
Di dalam jurang neraka hanya ada kegelapan dan didalam kegelapan terlihat ratusan mata yang bewarna merah terang dan berbagai teriakan , seketika burung gagak keluar dari jurang neraka dan mereka dipimpin oleh sesosok iblis dengan berpenampilan manusia dan memiliki sayap seperti Fallen angel yang bernana Malphas yang agung
"Baiklah , bawa dia ke jurang neraka dan jadikan dia makanan bagi pasukan kita." perintah Malphas
Puluhan burung gagak lalu terbang kearah Isdien namun Isdien mementalkan mereka semua dengan gelombang ultrasonik walaupun masih ada sedikit burung gagak yang masih bisa bertahan , Isdien dengan kecepatan nya memukul Alan sehingga pingsan dan langsung membawa nya terbang dan mengancam kami
"Jika kalian mengeluarkan berbagai macam sihir aku tidak segan untuk langsung membunuh orang ini." Isdien berkata yang membuat Abadon menonaktifkan skill
"Sudah berbuat jahat tapi masih mau berbuat jahat lagi di ambang kematian mu." ujar diriku
"Maksudmu."
Aku dengan cepat sudah berada di belakang Abadon dengan menghunuskan pedang kepunahan Elgazambro di belakang kepala Isdien , aura pedang kepunahan sangat besar bahkan membuat Isdien tidak dapat bergerak sama sekali
"Terima lah hukuman atas semua dosa dosa mu."
"Sebelum itu aku ingin bertanya." Isdien berkata dengan keringat yang berjatuhan
"Baiklah , apa pertanyaan terakhir mu."
"Aku ingin tau siapa sebenarnya dirimu."
"Ingat ini baik baik di Neraka , aku adalah dewa akhir segalanya Nova."
Akupun menebas Isdien , Isdien tidak bisa lari dari tebasan yang aku lancarkan dan dia akan langsung dilemparkan ke jurang neraka oleh 3 Hakim Underworld yaitu Minos , Rhadamantis dan Aiakos
"Nona , anda sangat mengerikan ketika berpenampilan seperti itu." Abadon sepertinya memuji diriku
__ADS_1
"Andaikan anda tau jika diriku terpaksa menggabungkan 3 berkah dewa Neraka untuk mendapatkan 1 Form."
"Tidak apa apa yang penting salah satu pengacau telah dimusnahkan."
Sebagai hadiah karena telah membunuh Isdien Abadon memberikan salah satu kekuatan nya ke diriku sebuah kekuatan yang dapat mengguncang kan alam semesta , aku lalu berterima kasih dan Abadon pun pamit karena merasa dia tidak diperlukan lagi
Disisi lain Emelly dan lain nya sedang kesusahan menghadapi para Vampire dikarenakan Hector terus menerus menggunakan Resurrezione yang membuat para vampire akan selalu bangkit saat terbunuh
"Emely biarkan kami yang mengurusi Hector dan Carolina , kau lebih baik lindungin para tamu." ujar Raphael
"Baiklah."
"3 Malaikat yang mendapatkan gelar salah satu dari 7 kebajikan surgawi yang dipimpin oleh Malaikat kasih Michael melawan 2 vampire bangsawan , itu merupakan tontonan yang menarik bagi diriku." kata diriku dari tempat yang sangat jauh dari hotel
Pertarungan di awali dengan Carolina yang melompat dan menyerang dengan cara mencakar Michael menggunakan kuku nya yang tajam akan tetapi serangan Carolina yang dapat ditahan oleh pedang keadilan milik Michael namun tidak sampai itu saja serangan nya , Carolina langsung mencakar tangan kiri nya dan darah pun bercucuran
"Kau terlalu lengah."
Darah yang bercucuran seketika berubah menjadi jarum yang sangat panjang dan menusuk nusuk tubuh Michael , Carolina tertawa karena mengira dia sudah membunuh Michael
"Kau terlalu sombong Carolina."
"apakah kau menghina istri ku." ujar Hector
"Tentu , menurut lu siapa."
Hector yang marah lalu merubah bentuk tubuhnya , kaki nya berubah yang awalnya punya 5 jari sekarang menjadi 3 jari dan dia memiliki ekor seperti Iblis selain itu tangan nya memiliki kuku yang tajam dan mulut nya menunjukan taring yang menakutkan
"Jadi itu bentuk asli mu." ujar Samael
"Sekarang , mati lah kalian karena telah menghina istri ku."
Hector dengan cepat sudah berada di depan Michael dan melancarkan tinjuan ke arah nya namun dengan cepat Michael memotong tangan dari Hector , Hector yang merasa kalau ini belum cukup meminta ke istri nya untuk melakukan sihir Merga sebuah sihir yang sama dengan yang digunakan Draco
Walau awalnya istri nya tidak setuju tapi demi memenangkan pertarungan ini Caroline setuju san mereka pun bergabung , tidak banyak yang berubah saat pergabungan cuman aura dan tangan nya saja yang berubah
Tangan nya sekarang menambah 2 dan Hector mengeluarkan aura yang sangat besar , Samael lalu menyerang Hector menggunakan tombak kegelapan milik nya dari atas namun Hector dapat dengan mudah menahan tombak dari Samael menggunakan salah satu tangan nya
Michael dengan cepat menebas 2 tangan Hector namun dengan cepat Hector beregenerasi dan membalas serangan Michael menggunakan tombak darah akan tetapi tombak darah nya hanya menggores pipi dari Michael
__ADS_1
"Cuman segitu kemampuan dirimu."
"Diam lah."
Tangan dari Hector secara tiba tiba mengeluarkan petir hitam dan ini merupakan salah satu serangan yang didapat setelah menggunakan sihir Merga yaitu , Hector tertawa karena merasa skill ini akan menghancurkan 3 Malaikat kebajikan surgawi yang terkenal akan kemampuan nya yang hebat
Serangan dilancarkan namun Raphael sudah mengeluarkan saat Hector tertawa sehingga membuat petir yang dilancarkan Hector tidak menghancurkan barier yang dibuat Raphael
"Kau hanya besar mulut."
"Apa , kenapa sihir petir yang aku banggakan tidak dapat menghancurkan barier cahaya mu."
Tidak hanya itu saja Hector juga tidak menyadari jika dirinya sudah terkena puluhan jarum yang memiliki racun kuat yang ditembakan oleh Samael , racun sangat kuat sehingga membuat Hector lumpuh dan tidak bisa bergerak
"Benar benar kalian membuat diriku murka."
Hector lalu memancarkan aura kegelapan yang sangat pekat dan memaksakan dirinya untuk bergerak , sangking kuatnya aura dari Hector membuat jarum beracun yang menancap di dadanya berjatuhan dan kejadian ini sama seperti saat Carolina menyerang Michael
"Baiklah , jika kau ingin menyerah aku memberi kesempatan untuk menyerah."
"Tidak akan , aku tidak akan mempermalukan nama keluarga Zagarosa."
Hector lalu mengumpulkan energi kegelapan ke dadanya , Hector berkata kalau ini adalah serangan terkuatnya yang bernama dan ini pasti akan membuat mereka bertiga mati
Hector lalu melancarkan serangan ini ke arah mereka bertiga namun aku datang dan memindahkan serangan itu ke dimensi yang aku buat , kedatangan diriku membuat semuanya kaget
"Nona."
Sebelum aku membunuh Hector aku berkata kalau anak nya telah mati yang membuat Hector langsung terjatuh selain itu aku buat gerbang teleportasi yang memunculkan semua murid di akademi God Sarrow yang aku bebaskan dari dimensi yang Hector buat
"Renacana yang aku buat selama ini gagal."
"Ya , kau gagal akibat kesombongan dirimu sendiri."
Sebagai penghormatan karena telah membuat rencana yang cukup bagus diriku membuat Hector secara perlahan menjadi partikel bewarna hitam yang berterbangan , partikel itu merupakan jiwa dari Hector yang aku ubah menggunakan sihir yang aku ketahui Dari skill kemahatahuan
"Baiklah , semuanya rencana jahat Hector sudah selesai." aku berkata dengan ekpreksi datar
~Bersambung
__ADS_1