
Ariel lalu memberikan sebuah surat yang berisi sebuah alamat agar dapat menemui Ariel tanpa ada gangguan , aku lalu menanyakan kenapa Ariel ingin pergi namun Ariel tidak mendengarnya karena sedang mengaktifkan sihir teleportasi
"Pelayan mu sudah bangun jadi bukannya berbahaya kalau kami ketahuan." kata Gifiya
"Aku akan menjelaskan kalau kita bukanlah musuh."
"Maksud dari Gifiya ialah kami ingin pertemuan ini dirahasiakan." kata Ariel
Aku tidak sempat menanyakan alasan kenapa pertemuan ini dirahasiakan karena Ariel sudah pergi , seseorang membuka pintu dan dia adalah Alan yang baru saja terbangun dari tidurnya
"Nona , kenapa anda berada disini." kata Alan yang masih dalam keadaan mengantuk
"Tidak ada kok , selagi Emely masih tertidur aku ingin memasak masakan buat kalian."
"Kalau seperti itu aku akan membantu anda." secara tiba tiba Alan semangat
"Baiklah kalau itu mau mu." aku tersenyum kepada Alan
Aku menyembunyikan kertas itu didalam kantung ku agar Alan tidak mengetahui apa isi surat ini , aku berkata kepada Alan kalau diriku ingin membuat kue coklat yang memiliki banyak bahan
"Menurut Nona apakah membuat kue ini terkejar sampai pagi."
"Yang pasti terkejar."
Kami pun membuat kue coklat dan aku sangat menikmati memasak kue coklat bersama Alan , berberapa waktu berlalu dan kami selesai memasak kue dalam waktu kurang dari 30 menit
"Nona , ada noda di muka anda."
Alan pun membersihkan noda yang menempel di muka ku , aku baru pertama kali melihat muka Alan sedekat ini dan setelah dibersihkan aku langsung berterima kasih selain itu aku juga membersihkan salah satu noda yang menempel di pipi Alan
"A-aku kan sudah bisa membersihkan nya sendiri tanpa bantuan mu N-nona."
"Anggap saja itu tanda terima kasih ku."
Kami pun membersihkan dapur yang sudah kami kotori dan langsung mengantarkan kue ini ke ruang makan , Emely Leo dan Fila langsung memasuki ruang makan karena mencium aroma sedap dari kue buatan ku
"Emely kenapa kau tidak bangun yang membuat Nona harus memasak makanan ini untuk sarapan." Alan menegur Emely
"Maafkan aku Nona karena aku lelah sehingga tidak bisa bangun pagi." Emely meminta maaf dengan tulus
"Tidak apa apa kok."
Kami pun memulai sarapan Dan saat memakan kue buatan diriku dan Alan Emely , Fila dan Leo memuji kalau aku pandai dalam memasak , Emely mengatakan kalau dia ingin melihat resep yang diriku tulis untuk memasak lagi kue ini
__ADS_1
"Sebenarnya aku belajar dikelas memasak waktu disekolah sihh." aku dalam hati berkata
Aku lalu meminta izin kepada Alan dan yang lainnya karena ingin pergi karena ada urusan penting , Alan yang takut terjadi apa apa kepada ku langsung melarang diriku pergi
"Nona , kau tidak boleh pergi."
"Apa maksudmu Alan tapi ini adalah urusan penting."
"Kalau seperti itu aku akan ikut bersama mu."
"Kau tidak boleh ikut."
"Kenapa tidak boleh , apakah ini merupakan hal yang sangat berbahaya sehingga diriku tidak diperbolehkan untuk mendapingi mu."
Perdebatan terjadi diantara kami dan Emely berkata bahwa Nona dapat memanggil kami jika Nona mendapatkan masalah , walaupun sudah mengetahui hal ini Alan tetap ragu membiarkan diriku pergi
"Sudahlah Alan , Nona Helia kan mempunyai kemampuan yang hebat sehingga Nona bisa dengan sangat mudah mengalahkannya
Dengan berat hati Alan menyetujui permintaan diriku , aku lalu memeluk Alan sebagai tanda terima kasih karena telah memperbolehkannya pergi
"Sudahlah , Nona adalah tuan bagi diriku dan seharusnya aku mempercayai anda."
Setelah itu aku pergi menggunakan sihir teleportasi dan mereka berempat melambaikan tangannya ke arah diriku , aku sampai ke alamat yang berada di surat dan tempat ini bernama Flonegarest yang merupakan hutan yang ditumbuhi pohon yang rindang
Ariel lalu membawaku ke suatu tempat dan itu merupakan kuil milik salah satu dewa yang bernama Pan , Ariel lalu menjelaskan jika Pan merupakan dewa hutan Flonegarest dan dia akan menjadi salah satu pendaping Gifiya saat melawan Amy
"Dimana dia sekarang."
"Aku disini nona."
Seseorang yang hanya memakai celana muncul , dia memiliki tanduk seperti kambing dan rambut pirang serta memainkan alat musik harmonika , aku lalu menegurnya karena tidak memakai baju
"Alasan Pan tidak memakai baju dikarenakan Pan harus beradaptasi dengan alam." Ariel menjelaskan
"Kenapa kau tidak bilang dari tadi."
Kami pun menjelaskan rencana untuk membunuh Bifrons dan Amy namun sebelum itu aku bertanya kepada Ariel kenapa dia ingin membunuh Amy padahal Amy dulunya merupakan Malaikat dan Ariel menjawab
"Kesombongan telah melahap nya , dia merasa kalau Ras setengah hewan adalah sampah yang harus dimusnahkan dan hal itu bertentangan dengan aturan Malaikat."
Aturan Malaikat merupakan aturan yang dibuat agar dunia Malaikat tetap berjalan , para Malaikat diperintahkan untuk melakukan 7 aturan tertinggi atau dikenal sebagai 7 kebajikan surgawa yaitu kemurnian , kesederhanaan , kasih , kerajinan , kesabaran , kebaikan serta rendah hati dan masing masing dipimpin oleh Malaikat Agung
Setelah menyusun rencana kami langsung pergi ke tempat Bifrons dengan menyamar sebagai pembeli sedangkan Pan merubah bentuk nya menjadi seekor kambing yang dikenal sangat langka , aku bertanya dimana letak Amy dan Ariel berkata kalau Amy selalu bersembunyi di dalam tubuh Bifrons
__ADS_1
"Tuan , anda datang lagi dan siapa mereka." Bifrons menyapa diriku
"Mereka adalah teman teman ku , mereka datang untuk membeli budak."
"Ohhh baiklah dan bagaimana budak yang tadi engkau beli."
"Maksudnya si serigala , dia menggigit tangan ku." aku berkata
"Maafkan diriku tuan , anda boleh mengganti nya dengan salah satu budak yang berada disini."
"Tidak usah , walaupun dia menggigit tangan ku namun aku menyadari kalau dia bisa dibuat bertarung."
Bifrons yang tertarik dengan kambing yang dibawa Ariel langsung bertanya apakah kambing itu dijual namun Ariel menyangkal nya dan berkata kalau kambing ini merupakan hadiah dari orang yang sangat dicintai nya , Bifrons yang tidak bisa berbuat apa apa langsung berjalan dan memperkenalkan berbagai budak yang ada di tokonya
Bifrons memperkenalkan wanita yang berasal dari Ras Santyr yang merupakan ras setengah kambing dan pengikut setia dari dewa hutan Pan , Pan dalam wujud kambing sangat marah karena melihat pengikut setianya dijadikan budak oleh Bifrons
"Pan , tahan amarah mu." aku berkata melewati telepati
Bifrons lalu menjelaskan jika wanita ini bisa melakukan apa saja dari bertarung , melayani sampai memuaskan dirimu dan perkataan terakhir membuat Pan langsung mengubah wujud nya menjadi dewa yang membuat Bifrons terkejut
"Apa maksud dari perkataan mu."
"Sungguh , apakah kau dewa hutan."
"Menurut dirimu."
Bifrons lalu tertawa karena tidak percaya ada seorang dewa dihadapannya yang membuat kami membuka penyamaran kami , Bifrons berkata
"Sungguh , Malaikat Ariel yang merupakan musuh lama ku , penyihir Gifiya dan raja Iblis , aku sungguh terkejut karena kalian ada dihadapan ku."
"Waktunya menyerah Bifrons." ancam Ariel
"Kau kira aku akan menyerah."
Bifrons lalu melemparkan bola api ke arah ku namun kami bisa menghindar , bola api itu memunculkan seseorang dengan rambut bewarna merah dan dia adalah Amy
"Kau , kau pasti seseorang yang membuat diriku menjadi Ras Malaikat jatuh kan." kata Amy sambil menunjuk kearah Gifiya
"Lama tidak berjumpa Amy , kami akan mengalahkan dirimu dan Bifrost."
"Kalau seperti itu coba saja." kata Amy yang membuat pertarungan dimulai
~Bersambung
__ADS_1