
Kami pun tidak menemukan apa apa didunia ke 7 dan memilih pergi ke Dunia ke 8 , disana udaranya sangat panas bahkan kurasa disini lebih panas dari Bekasi dan disana terlihat banyak api bewarna hitam yang membakar hutan yang berada disana
"Nona , apakah kau tidak apa apa."
"Ini tidak benar , ini lebih panas dari padang pasir Humeralifera."
"Tunggu kau mengenal dunia itu."
"Iya , emang kenapa Yorneia."
"Tidak apa apa."
Seseorang datang dari lubang teleportasi , dia ialah Elisha yang memakai baju laksamana agung dan dipersenjatai dengan sebuah senjata api
"Ah , ada seseorang yang ternyata sedang berada disini."
Elisha langsung mengeluarkan sihirnya , Elisha cukup terkenal dengan sihir 12 peluru ajaib Dan sekarang dia menyerang menggunakan peluru ke 9 yaitu Ice Bullet
Peluru Ice bullet mengarah kepadaku namun sebenarnya peluru itu mengarah dan mengenai raksasa api yang berkamulflase sebagai api yang membakar pohon besar , raksasa api lalu menjadi beku akibat terkena Ice bullet
Sihir peluru kesembilan yaitu ice bullet ialah peluru yang berbahaya karena jika terkena maka waktu dari mahluk akan dibekukan bahkan seorang dewa penguasa pun dapat dibekukan dengan peluru ini
Aku bertanya siapa dia dan Yorneia menjawab kalau dia ialah Laksamana Agung yang diakui dengan Dewa Malef , dia dikenal sering membawa kapal Navis Exiti saat melakukan perjalanan
Elisha lalu menembakan peluru ke 11 yaitu Bullet of Explosion , saat peluru mengenai tanah maka ledakan besar terjadi yang membuat kami semua terluka
"Bodoh sekali kalian melawan Laksamana Agung seperti ku."
Satu orang lagi datang dan dia ialah Belza yang pernah aku lawan , Elisha memerintahkan Belza menggunakan Skill yang membuat Belza harus melakukan apa yang diperintahkan Elisha
Belza lalu mengeluarkan monster Baku yang sudah bertambah kuat , sekarang dia dapat memakan jiwa seseorang bahkan kekuatan sehingga mendapatkan skill terkuat
Alan mengatakan kalau dia akan menghadapi monster Baku , Yorneia akan menghadapi Belza sedangkan aku akan menghadapi Elisha , Elisha terus menerus mengeluarkan peluru ke 11 sehingga membuat ledakan. dimana mana
__ADS_1
Yorneia sangat kesulitan melawan Belza karena ekor Dari belza dapat memanjang dan mengeluarkan listrik bewarna hitam , Yorneia lengah sehingga membuat dia terikat ekor dari Belza
Belza pun mengeluarkan petir dan menyentrum Yorneia sehingga membuatnya pingsan untuk sementara disisi lain Alan melawan Baku dengan pedang naga , Alan berhasil menyerang tubuh Baku namun Baku langsung mengeluarkan bola bewarna pink dari belalainya sehingga membuat Alan harus mendapatkan luka berat
"Alan."
Aku lalu berlari ke Alan dan langsung mengaktifkan sihir penyembuh , entah kenapa Alan mengingatkan ku dengan pelayan yang pertama aku dapatkan yaitu Ray , Elisha mengejek ku karena mempunyai pelayan yang tidak berguna
Aku sangat marah dengan kata kata yang diucapkan Elisha sehingga aku menggunakan from 2 , aku bergabung dengan Quetzalcoatl sehingga membuat diriku berbeda penampilan
Dalam from ini diriku memunculkan sayap dan energi sihir yang aku keluarkan sangat banyak bahkan dapat melumpuhkan mereka bertiga untuk sementara , disisi lain dewa Malef datang ke Dunia 8 lalu menyerap energi sihir yang aku keluarkan , dia datang karena mendapatkan laporan dari Komandan no 5 jika dirinya bersalah
"Sungguh , Laksamana Agung dari dunia Zygarde datang."
Elisha cukup terkejut karena kedatangan Dewa Malef , sebagai Laksamana Agung dewa Malef cukup mengenal Elisha dan tentu menganggap Elisha sebagai Laksamana Agung juga , Malef datang dengan membawa puluhan kapal Borgaden
"Lama tidak jumpa Laksamana Agung Elisha."
Elisha langsung memerintahkan Navis Exite untuk menurunkan bom kearah Malef , secara tiba tiba kapal Navis Exite muncul di atas Malef dan bagian bawah kapal terbuka dan puluhan bom jatuh sehingga membuat ledakan besar
disisi lain Malef telah memanggil salah satu tetua naga yaitu Frost dragon
Frost dragon merupakan naga yang memiliki kemampuan yang sempurna dari menyerang , bertahan dan kecepatan , Frost dragon lalu mengeluarkan sihir sebuah sihir yang dapat memunculkan badai es
Badai es pun muncul , badai yang membuat beku daerah sekitar sehingga Dunia yang awalnya dipenuhi api yang membara berubah menjadi es dan salju
Malef lalu menyerang Elisha menggunakan panah yang sudah diberikan sihir Frost dragon , Elisha membalas dengan menembakan peluru ke 9 namun serangan Malef diunggulkan karena kekuatannya yang begitu besar dan ditambah dengan kekuatan Frost dragon
"Sialan."
Elisha lalu menembak menggunakan peluru ke 11 sehingga meledak kan gunung es yang dibuat oleh Frost dragon dan kapal borgaden , saat asap ledakan menghilang aku dan Malef terkejut karena Elisha sudah menghilang
Disisi lain Elisha sedang berada di tumpukan salju , dia mengeluarkan senjata senapan jarak jauh dan langsung menembakannya kepada diriku , satu tembakan dan itu tidak mengenai diriku sama sekali
__ADS_1
"Sangat susah sekali menembak di badai salju ini."
Elisha pun ketahuan oleh Malef , tidak ada lagi jalan kabur baginya dan dia hanya menunggu kematian Malef lalu mengeluarkan busur dan memunculkan panah es , Malef lalu mengucapkan salam perpisahan kepada Elisha
Tembakan panah dilancarkan namun Belza sempat mengacaukan tembakan dari Malef yang membuatnya terkena panah es dan mati
monster Baku pun lenyap dan itu sangat membuat Elisha sakit hati karena 1 orang lagi temannya sudah mati
Selagi ada kesempatan Elisha lalu langsung melarikan diri dari Malef , kurasa aku percuma saja menggunakan form kedua karena musuh telah dibunuh oleh Malef , Malef lalu meminta agar dia yang akan mengantar Yorneia pulang dan aku menyetujui nya
"Tunggu , aku pulangnya gimana."
Aku lupa kalau diriku juga mau diantarkan pulang memakai kapal tempur dan melewati alam semesta lain , itu adalah impian para wanita apalagi ditemani oleh Laksamana Agung
Aku pun terpaksa memakai sihir teleportasi untuk pulang ke asrama , aku membangunkan Alan karena kita sudah sampai ke asrama Dan tidak terasa sudah malam , Alan pun terbangun dan menanyakan kejadian saat datang ke Dunia peringkat 8
"Kau pingsan karena diserang Baku dan ohh ya ini jas mu dan terima kasih karena sudah membantu ku."
"Sama sama Nona dan maafkan diriku karena kalah dengan Baku."
"Tidak apa apa kok."
Saat kami masuk alangkah terkejut nya aku dan Alan karena disana begitu berantakan , aku mengira jika ada pencuri yang masuk dan menyuri sesuatu ternyata hanya ada rubah bewarna biru
Rubah bewarna biru itu mendekati ku dan ada surat dibadannya , rubah adalah Hadiah dari Flora dan isi pesannya ialah menyuruh diriku agar merawat dengan baik
"Ada ada saja si Flora." aku mengeluh dalam hati
"Baiklah , Nona aku akan membersihkan tempat ini dan kau boleh bersantai dari pertarungan mu."
"Baiklah Alan dan juga panggil saja aku Helia."
"Tapi aku hanyalah pelayan."
__ADS_1
"Mau pelayan atau tidak panggil saja aku Helia."
"Baiklah Nona eh maksudku He-helia."