Petualangan Seorang Dewi

Petualangan Seorang Dewi
Datangnya Malaikat Ariel


__ADS_3

Saat Elisha menganalisis Nereid Elisha mendapatkan fakta kalau Nereid mempunyai gelar yang bernama yang berarti penebas dari laut , Nereid lalu menghantamkan 2 sabit nya ke arah mereka berdua akan tetapi Efrina dengan tombak kegelapannya menahan serangan Nereid


"Kau cukup kuat juga ya."


Elisha lalu menembakan Ice bullet ke arah Nereid namun serangan itu dihentikan oleh Naiad yang merupakan salah satu nimfa di tempat ini , Naiad memiliki tubuh yang unik yaitu bertubuh setengah ular dan setengah manusia namun punggung nya memiliki cangkang seperti kura kura dengan membawa senjata berupa tombak dengan ujung lancip seperti Narwal


"Sepertinya dia merupakan pergabungan berberapa mahluk."


Punggung Naiad dengan perlahan langsung membeku namun Nereid menggunakan sabit nya untuk menghancurkan es yang menutupi punggung Naiad , Naiad dengan emosi melancarkan serangan tusukan ke arah Elisha namun Elisha dengan sangat mudah menghindari nya


Akan tetapi tidak hanya itu serangan Naiad , Naiad mengeluarkan tentakel gurita yang berasal dari 2 lubang berada dikakinya dan langsung mengikat tubuh dari Elisha namun Efrina membantu Elisha dengan membakar tentakel yang mengikat tubuh dari Elisha yang membuat Naiad melepaskan Elisha jika tidak ingin terbakar


Naiad yang marah karena diperlakukan seperti ini dengan diam diam masuk kedalam danau , Nereid yang tau rencana Naiad langsung memancing Efrina dan Elisha ke dalam danau dan saat mereka sudah dekat seketika mereka dililit menggunakan tentakel dari gurita cicin biru


"Kali ini kalian akan mati dengan sangat tersiksa." tertawa Naiad


Alasan Naiad tertawa karena tentakel dari gurita cincin biru memiliki racun yang dapat melumpuhkan orang dewasa dan secara perlahan membunuh mereka , racun dari gurita cincin biru bernama tetrodotoxin yang kekuatan nya 1.000 melebihi racun sianida


Disisi lain kami berenam sudah makan malam dan Leo bertanya kenapa diriku membeli nya namun aku memilih tidak menjawab pertanyaan nya dan memilih masuk kekamar , saat aku kekamar seseorang memasuki Kastil Lilith dan dia adalah Leviathan dan Forneus


"Untuk apa dirimu datang Nona Helia."


"Aku diberikan libur oleh guruku dan Lilith menjadikan diriku sementara Ratu di Dunia ini , dan kau kenapa datang kesisin."


"Singkat saja , kami diperintahkan oleh Lilith agar dapat melindungi Poseidon sang dewa laut dari serangan Efrina."


"Apa , untuk apa Efrina datang kesana." aku berbicara dalam hati


"Nona."


"Iya , aku harap kalian istirahat karena telah menjaga Poseidon."


"Baiklah."


Akhirnya mereka pergi dan aku bisa kembali tidur namun aku mendengar keributan , ini disebabkan Fila dan Leo yang sedang bermain lari larian dan Fila pun tersandung yang membuat dirinya menangis


"Fila , kau tidak apa apa kan." aku panik


Akupun langsung menyembuhkan luka dari Fila dan menyuruh mereka untuk tidur , aku pun memasuki kamar dan mulai tidur namun saat mau tidur Leo mendatangi ku yang membuat ku bertanya kenapa dirinya mendatangi ku

__ADS_1


"Leo , kamu ingin apa."


"Aku hanya ingin minta maaf atas perbuatan ku yang telah menggigit dirimu."


"Tidak apa apa , aku kan sudah sembuh dan juga lebih baik kau minta maaf kepada Fila."


"Aku akan mencoba minta maaf nanti."


Selain itu Leo ingin dirinya tidur bersamaku , awalnya aku ragu namun melihat wajahnya yang imut aku langsung menyetujui nya yang membuat Leo bahagia sampai memeluk diriku dan aku menjelaskan kalau kita tidur bersama cuman hari ini saja


Beralih ke Efrina dan Elisha yang sedang terikat oleh tentakel gurita cincin biru , Efrina tersenyum dan langsung menebas tentakel yang mengikat nya dan Elisha menggunakan pedang api hitam yang membuat Naiad terkejut karena racun tretodotoxin tidak berefek kepada mereka


"Akan ku beri tau kalau racun tidak akan mempan terhadap seseorang yang mempunyai kekuatan setara dewa."


"Dan aku yang merupakan Laksamana Agung tidak mungkin mati karena racun."


Pernyataan mereka berdua membuat Naiad sangat marah sehingga membuat dirinya menyerap energi sihir di sekitar nya yang membuat dia berevolusi menjadi yang membuat Naiad mendapatkan gelar sebagai , sekarang tubuh dari Naiad sangat berubah jauh


Dia sekarang berjalan seperti kura kura , ekor nya berupa puluhan tentakel gurita cincin biru yang racun nya sudah berevolusi menjadi sangat berbahaya selain itu masing masing tentakel memiliki jarum yang bisa melumpuhkan dewa hanya dengan menggores nya , cangkang milik Naiad seketika memunculkan jarum beracun mirip seperti ikan batu , kepala Naiad berubah menjadi kura kura aligator dengan tanduk Narwa


"Sekarang dia lebih mirip monster lautan." kata Efrina


"Semakin lama mereka merupakan musuh yang paling berbahaya." kata Efrina


"Mereka terlalu meremehkan ku yang sudah pernah berlayar saat badai melanda."


Dari balik perpohonan Elisha lalu menembakan Ice bullet ke arah tubuh Naiad namun dengan cepat Naiad menghindar , Naiad lalu menyerang mereka dengan salah satu tentakel nya yang ketika dilancarkan semua pohon hancur sampai pohon yang merupakan tempat persembunyian Elisha


Elisha sempat terbang ke atas agar menghindari serangan Naiad namun Nereid langsung menghantamkan 2 sabit miliknya , Efrina dengan cepat menahan serangan Nereid menggunakan pedang api hitam


"Kalian cukup merepotkan juga ya."


Disisi lain aku entah kenapa terbangung dari tidur ku dan aku melihat Leo masih tertidur pulas , akupun pelan pelan keluar dari kamar dan pergi ke dapur karena ingin membuat teh susu


"Sebentar lagi sudah mulai masuk waktu pagi dan Emely belum terbangun , apakah aku harus memasak makanan pagi untuk mereka."


Saat aku berpikir seseorang datang tanpa hawa keberadaan dan dia bukanlah seseorang yang aku kenal , dia memperkenalkan dirinya sebagai Malaikat yang merupakan musuh berbuyutan Bifrons yaitu Ariel


"Kalau kau merupakan Malaikat apa bukti nya." aku bertanya dengan tidak percaya

__ADS_1


"Padahal aku datang kesini dengan sopan lho bahkan niat ku juga baik."


"Kau menyelinap kerumah ku secara diam diam kau bilang dengan sopan."


Ariel langsung menunjukan tanda yang berupa kepala singa jantan dan sayap Malaikat , aku langsung teringat kalau dulu saat diriku menjadi manusia aku membaca buku dan menemukan kalau simbol kepala singa jantan memiliki 2 arti khusus didalam mitologi yaitu salah satu 7 dosa besar yaitu dosa kesombongan dan keberanian


Simbol kepala singa jantan yang melambangkan kesombongan dipegang oleh raja Iblis ke 10 Lucifer sedangkan keberanian dipegang oleh Malaikat Ariel , hal ini membuktikan kalau orang ini memanglah Malaikat Ariel


"Baiklah , kalau kau memang Malaikat Ariel kenapa kau datang kesini."


"Jadi aku ingin bertanya apakah kau ingin membunuh Bifrons." tanya Ariel


"Ya."


Malaikat Ariel lalu menawarkan bantuan darinya karena dia juga merupakan musuh berbuyutan dari Bifrons , aku menyetujui nya karena hanya Ariel yang sangat tau tentang kemampuan dari Bifrons


"Tapi sebelum itu ada 1 lagi bangsawan Iblis yang bergabung dengan Bifrons dan Iblis ini sangat merepotkan."


"Siapa itu."


"Dia ialah Amy yang merupakan mantan Malaikat."


Ariel menjelaskan Amy dulunya Malaikat yang sangat taat namun dia berbuat sebuah kesalahan besar yang membuatnya harus menjadi Fallen angel dan Amy memiliki sebuah harapan yang menurut Ariel sia sia karena harapannya ialah kembali lagi ke Surga ketujuh dan Amy selalu mengharapkan ini selama 12 Abad yang lalu , selain itu Amy juga memiliki musuh yaitu malaikat Ieialel


"Alasan aku mengatakan kalau Amy merepotkan dikarenakan dia mempunyai sihir api tingkat tinggi yang dapat membakar apapun."


"Baiklah apa rencana mu."


"Rencana ku ialah untuk membuat Amy berhadapan dengan salah satu malaikat."


"Apakah Malaikat yang engkau maksud ialah Ieialel."


"Tidak."


"Jadi."


Ariel lalu meminta seorang wanita masuk , wanita dengan berkacamata pun masuk dan menurutku dia melambangkan arti dari sebuah kecantikan selain itu kulitnya putih seperti susu dan Ariel mengenalkan kepadaku jika wanita ini bernama Gifiya yang merupakan salah satu dari 4 penyihir


~Bersambung

__ADS_1


__ADS_2