Petualangan Seorang Dewi

Petualangan Seorang Dewi
Dunia Rekaan III


__ADS_3

"Apa maksud anda nona dan juga siapa Itu Ray ?."


"Alan tolong jangan bohong kepadaku."


"Baiklah , aku mengakui kalau diriku sebenar nya Ray dan maaf karena aku telah mengecewakan anda Nona tapi Kenapa Nona mencari diriku." Alan mengakui nya


"Ray akhirnya kita bertemu."


Aku pun mengeluarkan wujud manusia ku lalu memeluk Ray , Ray kaget dan bingung kenapa Nona yang dulu dilayaninya ada disini karena kaget aku menjelaskan jika aku entah kenapa terpilih jadi penyelamat alam semesta


"Dan juga , Ray bukankah aku telah mengirim mu clon dan sekarang bagaimana keadaan clon itu."


"Tidak ada kok salinan tuan yang datang."


"Tunggu , apakah salinan ku saat memasuki bumi langsung hilang atau Diana membohongi." aku berkata dalam hati


"Dan yaa kami sempat mengira jika tuan telah meninggal di hutan dan tentu semua teman dan pelayan milik tuan menangis termaksud diriku."


"Ohhh ya Ray bagaimana kau bisa kesini."


"Saat membersihkan rumah seperti biasa diriku dan Kou secara tiba tiba kami melihat penyihir yang memperkenalkan dirinya dengan nama Efrina , penyihir itu langsung mengeluarkan sinar yang membuat jiwa kami bereinkarnasi." Ray menjelaskan


Semua ini ternyata ulah dari Efrina , dia membuat jiwa dari Ray dan Kou bereinkarnasi ke dunia ini , selain itu tubuh mereka dijadikan tumbal bagi Belial meskipun Belial tidak suka karena itu hanya tubuh bukan jiwa


Tidak terasa Kami berbicara sampai sekitar jam 9 malam , Tokita menyuruh kami untuk tidur karena bahaya seseorang keluar tengah malam


namun sebenarnya Tokita nengkhawatir kalau sang kematian datang menyerang


"Aku akan berjaga untuk kalian." kata Tokita


"Apa maksudmu , berjaga dari apa."


"Dari sang kematian."


Alasan Tokita mengetahui jika sang kematian akan datang disebabkan cuaca yang mendung dan suara seruling yang merdu , seruling ini dapat membawa jiwa seseorang yang mendengarnya


Aku lalu tidur karena sudah lelah saat memakai from 2 dan Alan membantu Tokita agar berjaga di tempat itu , bunyi seruling terdengar lagi dan hal ini membuat Alan dan Tokita bersiap siap akan kedantangan kematian


Seketika ada gadis yang memakai kimono dengan memegang seruling , kupu kupu bewarna biru terang mengelilingi nya dan seketika ada monster mengelilingi kami , dia ialah Alena

__ADS_1


"Aku disini hanya untuk menemui anda Helia-sama."


Tokita dengan cepatnya menyerang kepala Alena namun Alena dapat menahannya hanya dengan 2 jari , Pedang Tokita lalu mengeluarkan petir ungu yang membuat Alena tersengat


"Sungguh indah serangan mu."


"Terima kasih atas pujian mu."


Ray lalu dengan menggunakan pedang Eclipse nya langsung menerangi daerah sekitar menggunakan mode Sun , daerah sekitar yang awalnya malam secara tiba tiba menjadi siang yang membuat monster bawahan Alena menghilang


"Sihir itu bagus tapi lihatlah sihir yang aku punya."


Alena langsung memainkan seruling nya yang perlahan menghilangkan efek sihir dari pedang Eclipse , selain seruling Alena juga dapat menggunakan sihir tingkat tinggi seperti yang mampu menyamai sihir dari Cognite


Alena lalu menggunakan sihir seketika gempa terjadi yang membuat aku terbangun dari tidur ku , aku yang melihat Alena bertanya siapa itu


"Tuan." ujar Alena dengan tersenyum sehingga membatalkan sihir nya


"Siapa kau."


"Aku Alena tuan , bawahan mu yang paling setia."


"Alena , aku belum ada bawahan yang namanya Alena."


Pasukan pun bermunculan dari bawah tanah , Tokita berkata kalau biarkan dia saja yang menahan pasukan undead sementara Alan melawan Alena


"Bagaimana kalian bisa melawan ku jika kekuatan kalian sangat lemah."


Alan lalu menggunakan sihir api untuk menyerang Alena meskipun Alena berkata percuma dan dengan mudahnya Alena menghancurkan sihir milik alan , aku yang sedang terjebak bingung tempat apa ini


Dengan menggunakan aku langsung mengetahui jika ini ialah domain milik Alena , secara tiba tiba Skill ini berevolusi menjadi skill akhir yaitu tanpa alasan yang jelas


Sihir ini seperti Wisdom of Minerva yaitu mendapatkan kebijaksanaan tapi Ini lebih kuat karena bisa menggunakan skill yang telah digunakan tanpa adanya satu pun syarat serta lebih luas informasi , dengan skill ini aku mendapatkan cara untuk kembali ke dunia Rekaan


Secara tiba tiba lingkaran sihir tercipta , dengan kemampuan Akashic Record aku berteleportasi ke dunia Rekaan sehingga membuat Alena dan Tokita terkejut


"Helia , darimana kau bisa kembali kesini."


"Aku tidak tau , skill ku tiba tiba berevolusi menjadi ."

__ADS_1


"Akashic Record , bukan kah itu merupakan kebijaksanaan tertinggi." kaget Alena


Alasan Alena kaget mendengar nama Akashic Record dikarenakan skill ini merupakan salah satu 3 skill utama yang dimiliki oleh Mother of God , 2 lainnya bernama dan


Dengan Creator God of mother menciptakan puluhan ribuan semesta dan berbagai macam skill sedangkan Void dapat meniadakan segalanya bahkan yang lebih kuat darinya , Akashic Record merupakan skill yang dapat mengetahui seluruh informasi dari masa lalu hingga masa depan


"Sudah kuduga anda memang hebat nona Helia." ujar Alena


Alena lalu pamit untuk pergi , dia lalu membuat lingkaran teleportasi dan pergi kembali ke istanah God of mother


Disisi lain Alena menghadari rapat 4 Dewa Agung , rapat ini membahas tentang Helia dan Shela menyarankan agar Helia dan teman temannya dipulangkan ke akademi God Sarrow


"Apakah hanya sebesar ini tekadmu Shela." ujar Ellenia


"Maksud mu apa , kita hanya ingin melihat betulkah dia merupakan reinkarnasi Mother of God."


"Betul kata dia Ellen."


Akhirnya dengan sedikit perdebatan seluruh 4 dewa Agung menyetujui memulangkan mereka , Kagane lalu meminta izin agar dapat berbicara dengan Helia dan Shela menyetujui nya


Dengan jam arloji kuno milik nya Kagane lalu menghentikan waktu di dunia Rekaan , hanya diriku saja yang tidak diberhentikan waktunya , aku melihat lelaki dengan rambut bewarna biru mendekati ku


"Apakah kau yang menghentikan waktunya."


"Tentu lady Helia."


"Kau ingin apa."


"Aku hanya ingin memberi tau siapa pelaku pembunuhan dan penghancur dunia 7-8."


"Ohh ya , Sekarang coba beritau siapa pelakunya."


Kagane lalu memberikan diriku 3 foto , didalam foto itu terlihat jika Yorneia adalah pelakunya dan yang membunuh salah satu murid disana juga Yorneia , aku tidak percaya jika dialah yang menghancurkan 2 dunia


Selain itu Yorneia juga yang melancarkan serangan di dunia Zygarde , Kagane lalu meminta izin untuk pergi Dan aku memperboleh kan nya dengan syarat menjalan kan kembali waktu didunia ini


"Tentu saja aku akan menjalankan waktu nya kembali."


Setelah Kagane pergi sihir waktu pun menghilang , Alan yang Tersadar menanyakan apa yang dialaminya namun diriku merahasiakan nya

__ADS_1


Seketika seluruh kawasan dunia Rekaan mengalami gempa , langit dan tanah seketika retak dan pecah seperti percihan kaca , kami semua jatuh ke lubang kegelapan dan akhirnya pingsan


~Bersambung


__ADS_2