
"Salam kenal nona Helia." dengan sopan Gifiya menyapa diriku
"Salam kenal juga."
Ariel lalu menjelaskan bahwa Gifiya memiliki sebuah kemampuan unik yaitu dapat membuat ratusan Kastil surgawi dalam waktu 1 hari , Gifiya lalu tersipu malu karena Ariel memberi tau kan hal itu
"Gifiya , aku ingin tau kenapa dirimu bisa menjadi Malaikat."
"Jadi anda ingin tau ya tapi masalahnya ini cerita panjang." kata Gifiya
"Tidak apa apa cerita panjang."
Gifiya lalu menceritakan bagaimana dia menjadi Malaikat dimulai dari dia memiliki 3 rekan yaitu Mulya , Lilis dan Efrina namun salah satu rekannya Efrina telah mengkhianati harapan rekan lainnya dengan berusaha mengambil telur Manticore , walau sudah dihentikan Efrina tetap ingin mengambil telur itu sehingga dia mendatangi bencana
Manticore pun datang dikarenakan mendengar suara anak nya yang berasal dari telur yang membuat kami berempat melawan nya namun semua itu sia sia , kami lalu pergi dan meninggalkan Efrina disebabkan dia terlalu egois dan tidak mau pergi sebelum mendapatkan telur Manticore
Kami pergi dan mendirikan sekolah sihir ditempat yang aman yaitu di pulau terbang Floresta , pulau ini tidak dihuni siapa siapa karena tempatnya berada diatas langit dan dengan kemampuan Gifiya dia membuat sebuah sekolah yang berada diatas daratan dalam waktu 1 minggu
50 tahun setelah pembangunan sekolah itu menjadi terkenal dan dipenuhi oleh berbagai macam penyihir dari seluruh dunia , 3 leluhur penyihir lalu membahas apa tujuan mereka selanjutnya
"Lilis , aku ingin tau apa tujuan mu." tanya Gifiya
"Tujuan ku ialah untuk mencari berbagai tumbuhan dan hewan yang langka , meneliti mereka dan membuat berbagai macam sihir ."
"Tujuan mu sama seperti profesor ya , kalau kau Mulya."
"Tujuan ku hanya ingin membuat perdamaian diseluruh alam semesta , kalau kau apa Gifiya."
"Tujuan ku hanya satu yaitu membuat sebuah melihat berbagai dunia dan menuliskan nya dibuku agar menjadi sejarah."
Berberapa tahun berlalu dan mereka berpisah dikarenakan ingin. mengejar keinginan masing masing , Gifiya lalu berkelana ke berbagai Dunia dan menuliskan nya ke buku yang dia buat
__ADS_1
Diperjalanan dia menemukan suatu desa yang dikelilingi kobaran api , desa ini ialah desa tempat tinggal ras setengah hewan dan yang membakar desa itu ialah Amy yang merupakan ras Malaikat
"Aku ingin tau kenapa Malaikat membantai mereka."
Gifiya melihat bahwa Amy melawan seseorang yang merupakan ras setengah macan , orang itu merupakan kepala desa dan dia memiliki sebuah keahlian khusus yaitu menguasai tehnik bela diri namun Amy menganggap kalau serangan yang dilancarkan kepala desa sangat lah lemah
"Kau ini benar benar menyedihkan ya."
Amy lalu mengeluarkan sihir api tingkat tinggi yang membuat kepala desa langsung terbakar menjadi abu , semua orang sangat ketakutan melihat itu ditambah tatapan Amy yang sangat mengintimidas
"Ini harus segera dihentikan."
Amy lalu memunculkan api hitam ditangan nya dan langsung melemparkan nya ke kawanan mahluk setengah hewan , Gifiya yang melihat itu langsung menciptakan dinding yang sangat kokoh untuk menahan serangan dari Amy
"Aku ingin tau siapa yang membuat dinding yang menghalangi serangan ku."
Amy lalu melihat ketempat persembunyian Gifiya , Gifiya pun keluar karena sudah ketahuan dan dengan cepat Gifiya langsung membuat tanah yang dipijak Amy menjadi lumpur dan ketika Amy sudah terjebak Gifiya langsung mengembalikan nya seperti semula
Gifiya lalu menjelaskan jika dia kurang bisa dalam aspek sihir dan sihir yang dia bisa hanyalah sihir alam yang pernah diberitaukan serta diajarkan oleh Lilis dan sihir penciptaan yang merupakan sihir khusus yang hanya bisa digunakan oleh Dewi penciptaan
"Tidak kurasa aku dijebak oleh mahluk rendahan."
"Apa maksudmu mahluk rendahan."
Gifiya lalu menciptakan sebuah piramida raksasa di atas langit , langit lalu membuatkan jalan untuk jatuhnya piramida dan piramida yang berbahan emas pun jatuh menimpa Amy yang membuat Gifiya merasa Amy sudah kalah
Api semakin besar yang membuat Gifiya sangat susah menghadapi Amy ditambah kenyataan bahwa Amy masih hidup karena melindungi dirinya menggunakan sayap Malaikat , seseorang pun datang dari atas langit dan dia ialah malaikat yang bernama Uriel yang merupakan Malaikat yang melambangkan belas kasihan dan keadilan , dia datang untuk memberikan berkah ke Gifiya karena dia telah melakukan salah satu kebaikan yaitu membiarkan sekelompok manusia hewan untuk lari
"Apa maksud mu Uriel , aku padahal berniat baik karena menghancurkan ras setengah hewan yang merupakan ras yang menjijikan dam perusak." kata Amy
"Meskipun engkau melakukan ini dengan niat baik tapi kau melakukannya dengan cara yang salah." kata Uriel
__ADS_1
Uriel lalu memberikan berkah nya kepada diriku yang menjadikan diriku Malaikat awal dan sayap Amy tiba tiba menghitam yang menandakan dia telah menjadi Malaikat jatuh dan dia langsung melarikan diri karena dia sudah mengetahui betapa mengerikannya kekuatan Uriel
"Apakah kita akan mengejarnya Nona." tanya Gifiya
"Tidak usah."
Cerita masa lalu Gifiya hanya sampai itu dan diriku langsung berkata kalau aku sangat terharu mendengar cerita yang dibawakan Gifiya dan merasa kalau Amy akan membalas dendam terhadap Gifiya
"Aku sudah tau kok kalau Amy akan balas dendam."
Disisi lain Naiad dan Nereid membuat mereka berdua kelelahan dikarenakan gerakan dari Nereid sungguh cepat dan serangan dari Naiad yang sangat cepat dan mematikan , Elisha lalu dengan cepat menembakan Ice bullet ke arah mereka berdua yang membuat mereka membeku tapi dengan mudahnya mereka menghancurkan es yang membekukan tubuh mereka
"Jangan kira es rendahan ini bisa mengalahkan kami."
Nereid lalu melemparkan sabitnya ke arah Elisha dan Elisha menghindarinya namun semua itu percuma , sabit Nereid berputar ke arah Elisha seraya mengejarnya yang membuat Elisha menembakan lagi peluru Ice bullet
Es yang mengurung sabit Nereid seketika pecah karena tidak bisa menahan kekuatan besar dari sabitnya , Nereid lalu melemparkan lagi sabitnya hingga membuat luka di pipi Elisha
"Efrina kau harusnya membantu ku."
Saat Elisha melihat kesebelah dia sangat terkejut karena Efrina telah meninggalkan nya , Efrina pergi menggunakan sihir teleportasi tingkat tinggi yang dapat melawan hukum yang berada di tempat ini
"Dia benar benar pengkhianat."
Tanpa sadar 2 sabit Nereid sudah berada didepan mata Elisha yang membuat Elisha harus mengeluarkan pedang cahaya bulan , pedang cahaya bulan dikeluarkan untuk menahan serangan 2 sabit Nereid
Elisha lalu menari tarian dewi bulan Tsukoyomi untuk melawan Nereid , tehnik ini ialah tehnik yang Nereid sembunyikan dari dulu karena dapat membunuh seorang demi God hanya kurang 10 menit dan salah satu demi God yang Elisha bunuh ialah Hun Hunahpu yang berasal dari Maya
"Kau kira tehnik Dewi bulan akan mengalahkan diriku."
Nereid lalu menari dengan sangat indah untuk membalas tarian milik Elisha dan tarian ini merupakan salah satu berkah miliki salah satu dewi bulan Selene , Selene merupakan saudara dari dewa matahari Helios dan dia memiliki kulit seputih bulan ditambah dia sering mengeluarkan air mata karena selalu teringat akan kematian dari orang yang disukai nya yaitu Endymion , Endymion merupakan seorang gembala yang tampan yang membuat Selene jatuh cinta dan karena Endymion merupakan mahluk fana yang bisa mati dan pudar kecantikannya Selene meminta ke salah satu dewa untuk membuat Endymion tertidur selamanya namun dia tidak mati
__ADS_1
"Naiad aku harap kau tidak mengganggu pertunjukan kami dan mari kita lihat siapakah yang akan menari dengan indah disini." kata Nereid
~Bersambung