
Selafony lalu memanggil monster bertubuh seperti manusia dengan tangannya berupa sabit belalang sembah dengan mata laba laba , Selafony lalu mengarahkan tongkat konduktor ke arah diriku
"Baik lah , perintahku ialah serang." ujar diriku
Monster itu melompat ke arah ku , aku sudah bersiap siap dengan sihir barier namun monster itu langsung memotong sihir barier Ku menggunakan sabit yang berada di tangannya
"Tunggu , bagaimana itu bisa terjadi." aku bertanya sambil mengeluarkan ekpreksi kaget
"Wan , two , thre." Selafony menghitung untuk melakukan sesuatu
Monster itu lalu menyerang ku dengan sabitnya secara berurutan , Selafony mengatakan kalau ini adalah irama kami sebuah irama yang dapat membunuh lawan dengan cepat , sihir es meluncur dengan cepat ke arah Selafony yang membuat monster itu langsung mengeluarkan jaring Laba laba dari mulutnya untuk melindungi Selafony
Emely datang dan langsung memberi tau diriku jika monster itu bisa dikalah kan dengan melepas tongkat konduktor dari tangan para dirigen
"Tunggu , bagaimana dia tau."
Meskipun Selafony terlihat kaget tapi dia tetap bersikap tenang , dia lalu mengeluarkan sihir cahaya berbentuk merpati yang lalu dia menggerakan merpati itu dengan tongkat konduktor
"Baiklah , kau sudah mengetahui rahasia Dunia Musiconie namun kau tetap tidak bisa mengalahkan irama yang kami buat." ujar Selafony
Selafony lalu mengeluarkan irama terakhir merpati yang terbang diatas arena seketika menukik ke arah diriku seperti hujan sihir cahaya , Monster yang dikendalikan Selafony juga mengeluarkan serangan berupa sinar bewarna hitam yang berbentuk sabit dan semua serangan mengarah ke arah diriku
Aku lalu memanggil kembali pedang Eclipse yang awalnya ditangan Alan dan mengeluarkan kekuatan sejatinya , aura bewarna kuning keluar dari pedang yang membuat Selafony dan monster nya tiba tiba kesakitan
Itu adalah pedang Eclipse dengan mode Sun , aura saat mode Sun dapat membakar jiwa lawan dan jika jiwa lawan nya tidak dapat menahan panas yang dikeluarkan itu Dapat langsung membunuh lawan nya hanya dengan mengeluarkan aura
"Baiklah , aku menyerah." Selafony berkata sambil kesakitan
Aku lalu menyembuhkan Jiwa nya yang sudah dibakar oleh aura eclipse , para dewa terdiam melihat hal itu namun hanya satu dewa yang bertepuk tangan yaitu dewa dari dunia suci Holygens
Beralih ke suatu tempat yaitu sebuah istanah yang ditempati oleh penguasa perempuan yang bernama Hell , Hell merupakan penguasa dari dunia Holygens yang merupakan salah satu dunia yang berada di 7 besar
Hell sedang berbicara dengan salah satu kstaria suci yaitu Mulya , Hell memberi penawaran ke Mulya apakah dia mau menjadi 7 Helgie Virtue atau 7 kesatria kebajikan
"Aku ingin tapi entah kenapa aku masih merasa lemah." ujar Mulya
"Tenang saja , aku akan memberikan sebuah kekuatan suci kepadamu." tawar Hell
__ADS_1
Salah satu pelayan Hell yang bernama The king Archers Barbatos kurang menyetujui hal ini karena mungkin saja Mulya tidak bisa menahan kekuatan yang diberikan Hell namun Hell langsung mengeluarkan aura yang mengerikan dan berkata
"Tolong diam Barbatos." ujar Hell
Barbatos lalu terdiam karena aura yang mengerikan dari Hell , alasan Barbatos tidak mau melawan Karena Hell memiliki skill Death lord Thanatos dan Sabit death Hell
Barbatos memiliki bentuk kakek tua dengan baju pelayan , dia dulunya merupakan pelayan dari salah satu 4 penguasa yaitu Aamon namun dia menghianati tuannya Dan memilih tuan baru yaitu Hell dan sekarang dia menjabat sebagai pencari informasi
"Baiklah kembali ke pembicaraan , aku mohon karena 7 Helgie virtue kekurangan 1 orang yang memiliki gelar ketekunan dan gelar ini pantas dengan dirimu." ujar Hell
"Baiklah aku menerima nya." ujar Mulya
Hell langsung memberikan syarat untuk masuk ke 7 Helgie virtue yaitu harus dilatih oleh leluhur yang telah menyembah diriku selama berjuta juta tahun , dengan sedikit keraguan Mulya menerima syarat itu
Berpindah ke diriku yang sudah mengalahkan Selafony , Alan sangat senang karena aku menang sampai memeluk erat diriku namun pelukan itu hanya sebentar sampai dewa dari dunia musiconie datang dan ingin bicara dengan Ku
"Tunggu , siapa kau." tanya Alan sambil menghunuskan pedang nya
"Baiklah perkenalkan , aku adalah penguasa Dunia Musiconie." ujarnya
Dewa itu langsung membuat Alan dan Emely tertidur dengan alunan lagu yang dikeluarkan dari bola kristal yang berada di tangnnya , aku mengatakan apa mau dari dewa Musiconie dan dewa itu berkata kalau dia ingin merekrut diriku menjadi salah satu musisi di dunia nya namun aku menolak mentah mentah ajakan dewa Musiconie
Dewa itupun mengeluarkan pedang cahaya lalu secara tiba tiba ada didepan ku dan langsung menyerang tepat kedada namun untung saja Cognite menahan serangan sang Dewa menggunakan tangannya lalu berkata
"Kau sudah kalah , yang kalah tidak bisa melawan yang menang." Cognite menatap matanya
Selafony , Evan dan Leon terbangun dari pingsannya lalu meminta maaf kepada Dewa Musiconie namun maaf itu belum bisa diterina dan dewa itupun pergi dengan meninggalkan mereka bertiga , aku lalu Selafony dan menawarkan untuk berteman walau awalnya kami bertarung namun Selafony dan ketiga temannya menyetujuinya karena Merasa tidak diperlukan lagi
Cognite lalu memberi pertanyaan kepada 500 perwakilan Dunia apakah keberatan menerima dunia Yogsata sebagai murid di God Sarrow dan 500 dunia tidak keberatan setelah melihat pertarungan diriku melawan Selafony , aku lalu meminta ke Cognite agar mereka berdua dibangunkan dan dengan mudahnya Cognite melepas mantra yang berada didalam diri mereka
"Tunggu , kami habis ngapain tadi." tanya mereka berdua dengan kondisi sadar
"Tidak ada , mari kita menuju asrama." ujar diriku
Cognite lalu meminta Selafony untuk mengantar diriku , kebetulan asrama aku dan Selafony sama sama ada di pulau no 1 dan kami pun pergi ke sana
"Nona , pulau ini sangat indah." ujar Emely sambil tersenyum
__ADS_1
"Ini indah seperti wajahmu." aku berkata
"Tunggu , benarkah itu Nona." tanya Emely dengan wajah memerah
"Tentu saja benar." Alan berkata sambil mengeluarkan wajah cemburu
"Kau juga ganteng kok Alan." entah kenapa aku keceplosan mengatakan hal ini
"Sudah sudah , jangan menebarkan irama cinta dihadapan ku." ujar Selafony
Kami pun sampai dan pulau ini dipenuhi oleh masing masing istanah yang disediakan untuk beristirahat , aku lalu diantar ke istanah yang milik dunia
Kami pun melihat lihat isinya sampai waktu berganti malam hari yang membuat Selafony harus pulang sehingga hanya sisa kami bertiga
aku lalu meminta mereka tidur ke kamar yang sudah disediakan , Alan lalu memegang tangan ku dan meminta diriku agar beristirahat bersamanya
"Maaf , Alan aku tidak bisa." ujar diriku
Alan pun memaklumi hal itu dan langsung tidur dikamar , setelah berberapa saat mereka tidur aku lalu melihat kejendala melihat bintang yang berada di atas langit , Alan yang terbangun dari tidurnya langsung berjalan mencari ku
Alan melihat diriku sedang menatap langit dan merasa Nona nya sedang dalam perasaan sedih , dia lalu dengan cepat bertanya kepadaku dengan nada lembut
"Nona , apa yang anda pikirkan." tanya Alan
"A-aku tidak memikirkan apapun dan kenapa kau menanyakan itu." tanya diriku dengan perasaan malu
Alan lalu mengeluarkan sihir teleportasi dan tanpa aku sadari aku sudah berada tepat di kamar milik ku , Alan lalu berkata tidurlah dan dia akan menjaga mu
"T-tunggu Alan kau kenapa ." ujar diriku
"Jangan lah kau bersedih , aku ingin melihat kau bahagia." ujar Alan dengan tersenyum
"Tidak , kau tidak mengerti apapun tentang diriku." aku berkata dengan perasaan sedih
"Tapi nona."
"Aku takut dirimu akan meninggalkan ku." ujar diriku dengan meneteskan air mata
__ADS_1
Aku pun dipaksa tidur dengan Alan , dia mengkhawatirkan keadaan ku dan diriku akhirnya secara perlahan tertidur Dan Alan pun meninggalkan ku untuk kembali tidur
~Bersambung