Pilihan Hati Sissy

Pilihan Hati Sissy
Fortune coin


__ADS_3

Pagi ini Sissy berangkat sekolah dengan semangat dan riang gembira karena hari ini dia akan perform di atas panggung. Seperti biasanya ia selalu memesan taxi online dan menaikinya ketika taxi sudah sampai di depan rumah. Ia melewati jalan seperti biasa hingga satu kejadian tak menyenangkan terjadi, ban mobil yang ditumpangi Sissy bocor. Ia pun turun dari mobil dan memesan taxi lain agar bisa sampai ke sekolah dengan tepat waktu.


" Ini pak uangnya, saya turun disini saja," kata Sissy sambil menyerahkan lembaran uang.


" Iya, neng.. saya minta maaf ya..," jawab Sopir taxi online tidak enak hati dengan Sissy.


Sissy pun mengeluarkan ponselnya, alangkah kagetnya ia karena sinyal sedang ada gangguan. Ia mencoba berjalan kesana kemari mencari sinyal dan ojek.


Waduh gimana nih.... ini jamnya udah mepet


mana nanti grup gue perform opening lagi...


bisa kelar hidup gue kalo gue telat


Sissy terus berjalan hingga ada motor yang berhenti di sampingnya. Ternyata Ilham yang juga akan berangkat ke sekolah berhenti melihat Sissy berjalan sendirian.


" Ngapain loe disini...," tanya Ilham sambil membuka kaca helm.


" Taxi online yang gue pesen tadi mogok, hape gue ga ada sinyal, nih gue juga lagi nyari ojek," Jelas Sissy singkat.


" Yaudah loe bareng gue aja, naik cepetan," pinta Ilham.


Sissy pun naik ke motor Ilham dan mereka pun berangkat ke sekolah bersama. Ini adalah pertama kali Sissy naik motor bergoncengan sama lelaki. Kali ini Sissy merasakan sesuatu yang tidak ia sadari ketika berboncengan dengan Ilham, hingga mereka sampai di sekolah, pada saat yang sama Yoga dan Tyas ada di parkiran sekolah. Yoga heran kenapa bisa Ilham dan Sissy bisa berangkat bersama. Sissy dan Yoga saling menatap ketika mereka berpapasan dijalan, seketika suasana menjadi hening, hingga Ilham menarik tangan Sissy.


" Ikut gue sebentar...," pinta Ilham sambil menarik tangan Sissy

__ADS_1


" Kemana...?," tanya Sissy mengikuti langkah kaki Ilham.


Ilham berhenti di depan kelas kosong dan menyenderkan Sissy di tembok, kini posisi mereka berhadapan. Ilham menggerakkan tangannya ke arah Sissy, Sissy pun menundukkan kepala sambil memejamkan matanya, hatinya semakin tidak karuan.


 


Ngapain sih dia kayak gini... apa sih mau dia... apa dia mau nyium gue...


 


" Nanti habis pulang sekolah loe ikut gue", kata Ilham sambil mengambil daun yang menempel di rambut Sissy.


" Kemana.. ?," tanya Sissy


"Nanti juga loe tahu...," balasnya singkat lalu ia segera pergi meninggalkan Sissy.


 


Sissy mengambil dresscode yang akan ia pakai saat tampil diatas panggung. Ia berjalan menuju ruang ganti, saat ini perasaannya khawatir kalau saja ia tidak bisa memberikan penampilan yang terbaik.


Aduh gimana nih kok gue jadi deg - degan gini ya.... gimana kalo nanti gue lupa gerakan..


Gimana kalo gue malah malu-maluin....


Ahhh gue ga pede ....

__ADS_1


Segera ia memasuki ruang ganti dan merias diri bersama Angel dan Rurry karena yang lainnya sudah selesai di rias. Sissy terlihat sangat cantik berbeda dengan yang biasanya karena memang ia tak pernah dandan sebelumnya, ia pun keluar dari ruang make up dan menghembus udara luar ruangan, Ia nampak gugup.


 


Ilham keluar dari ruang guru dan melihat wajah cantik Sissy yang juga terlihat gugup, segeralah ia mendatangi Sissy.


 


"Muka Loe lucu banget," kata Ilham sambil menyentuh dagu Sissy.


"Plis Ilham ini bukan saatnya becanda," jawab Sissy memasang muka pucat.


" Gue tau....," jawab Ilham singkat, lalu merogoh sesuatu di sakunya dan memberikannya pada Sissy.


"Ini buat loe...," kata Ilham sambil menyodorkan sebuah koin.


" Apa ini ?," tanya Sissy.


" Ini adalah Fortune coin, Dulu pas gue liburan di Paris gue dikasih seseorang ini pas gue lagi bingung... kata orang itu siapa yang megang fortune coin ia akan selalu beruntung dan percaya diri, gue tau loe gugup, kan," tanya Ilham sambil menyubit hidung Sissy.


 


Hahhh tau aja ni cowok gue lagi gugup, kayak paranormal aja...


 

__ADS_1


" Iya, makasih," jawab Sissy singkat.


Ilham pun meninggalkan Sissy dan berjalan menuju perpustakaan.


__ADS_2