
Sissy menutup bukunya, kali ini ia benar-benar tidak bisa berkonsentrasi lagi. Bayang-bayang Sheila dan Ilham di perpustakaan sekolah itu terus terbayang di pikirannya.Berulang kali ia membuka media sosial hanya untuk melihat foto Sheila.
Nggak cantik-cantik amat... Cantikan gue kemana-mana... Tapi dia yang disukai Ilham...
Kenapa gue mendadak nggak suka Ilham dekat sama Sheila...
Kring....!!!! ponsel Sissy berdering, nampaknya ada telepon masuk dari Ilham, terlihat wajah kesal dari Sissy, namun kali ini ia tak punya daya untuk tidak mengangkat telepon dari Ilham.
"Ada apa, Ham....,"
"Nggak ada apa-apa sih, loe lagi ngapain,"
"Lagi dikamar...,"
"Oh...,"
"Loe lagi ngapain,"
"Gue lagi dinner nih,"
"Sama siapa ?,"
"Sama Sheila...," goda Ilham.
"Terus.. kalo loe lagi sama Sheila ngapain telvon gue, plis deh... kalo loe telvon gue cuma buat pamer kemesraan kalian mending loe nggak usah telvon gue, dasar lebay!!!,"
Sissy mematikan televon dari Ilham dan melemparkan ponselnya dikasur, kali ini ia benar-benar kesal, Ilham seringkali menunjukkan kemesraannya bersama Sheila dihadapannya dan itu membuat Sissy merasakan cemburu.
Kring...!!!
Telepon itu berdering lagi dan membuat Sissy semakin kesal, ia pun mengangkat telepon itu dan memarahi sang penelpon tersebut.
"Ada apalagi sih loe, Ham... kan gue udah bilang nggak usah nelvon gue,"
"Ini bukan Ilham, aku Yoga....,"
"Hah...,"
Sissy melihat layar ponselnya, dan benar dari Yoga.
"Maaf sayang, aku kira kamu Ilham. Ada apa sayang ,"
"Aku cuma mau nanya, kamu udah belajar apa belum ?,"
__ADS_1
"Udah kok....,"
"Jalan yuk...,"
"Boleh,"
"Yaudah aku jemput sekarang, ya..,"
"Iya...,"
Sissy mematikan ponselnya dan memilih beberapa baju yang ada di lemarinya, mata Sissy tertuju pada sebuah baju berwarna merah bata, segeralah ia mengambil baju tersebut dan memakainya.
Sissy berkaca pada cerminnya, kali ini ia berfikir jika ia lebih cantik jika mengurai rambutnya dan memberikan sedikit make up yang tipis akan membuatnya terlihat natural.
..............................
Bibi memasuki kamar Sissy yang terbuka dan menghampiri Sissy yang tengah berdandan di depan cermin.
"Non Sissy, mas Yoga sudah menunggu di ruang tamu,"
"Iya, bi.. suruh nunggu sebentar,"
Bibi pun keluar dari kamar Sissy, sementara itu Sissy menyemprotkan parfum kesukaannya dan segera menemui Yoga.
"Udah lama ya, sayang" sapa Sissy.
" Nggak kok, ayo kita jalan sekarang,"
"Ayo,"
Mereka pun keluar dari rumah Sissy, Yoga menghidupkan motornya dan segera meluncur membawa Sissy ke sebuah tempat.
Tibalah mereka disebuah tempat yang tidak pernah dikunjungi oleh Sissy sebelumnya, sebuah club malam yang penuh dengan hingar bingar yang memecah malam, bahkan Sissy tak pernah tahu jika murid berprestasi seperi Yoga akan menyukai tempat seperti ini.
"Sayang, kamu kan udah belajar, buat ngilangin kejenuhan kamu, aku ngajakin kamu liat DJ favorit aku yang malam ini main,"
__ADS_1
"Hmm... iya,"
Sissy tak yakin akan menikmati ini, ia pikir Yoga akan mengajaknya ke tempat yang romantis. Kali ini dugaannya benar\-benar salah, mana mungkin ia menyukai tempat penuh keramaian seperti ini.
Mereka pun memasukinya, terlihat beberapa orang yang sedang menari bahkan aroma alkohol kerap menjadi hiasan di tempat ini, Sissy benar-benar merasa risih..
Yoga memesan orange juice untuk Sissy dan mengajaknya duduk di sebuah kursi.
"Sayang lihat tuh DJ Nicko, keren banget kan," kata Yoga sambil menunjuk DJ tersebut.
"Iya.. keren, kamu sering kesini,"
"Nggak sih sebenarnya, kalo lagi pengen aja,"
Yoga menikmati permainan DJ Nicko tersebut, hingga ada jeda permainan, Yoga memberi isyarat pada Sissy untuk berdiri, ia pun menuruti permintaan sang kekasih.
Diraihnya tangan Sissy dan diciumnya tangan gadis tersebut, kini Yoga memeluk Sissy erat. Tentu hal ini membuat Sissy merasa tak nyaman karena bermesraan di depan banyak orang tentu akan menjadi pusat perhatian.
Tangan Yoga mulai meraih dagu Sissy dan sedikit mengangkatnya diatas, bibir Yoga mulai mendekati bibir Sissy, ketika jarak bibir mereka hanya tingal 5cm saja Sissy menghindari Yoga yang hampir menciumnya. Ia menunjukkan pada Yoga jika DJ Nicko memulai kembali permainannya.
"Sayang, lihat tuh DJ Nicko udah mau tampil lagi," kata Sissy mengalihkan perhatian.
"Iya...," jawab Yoga singkat.
Terlihat wajah Yoga yang kesal karena gagal mencium bibir Sissy, ia menyadari jika gadis tersebut menghindarinya. Sissy pun menyadari kekesalan di wajah Yoga.
Yoga terkejut ketika ia merasa ada seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang, seketika ia menoleh dan mendapati temannya.
"Hei Erick, apa kabar ?," Sapa Yoga.
"Baik, sama siapa loe,"
"Kenalin ini pacar gue, namanya Sissy,"
"Gue Erick...," sambil mengulurkan tangan untuk berkenalan.
"Sissy...," sambil menyalami tangan Erick.
"Bro, ikut gue yuk... bentar aja...,"
"Hmmm... oke,"
Awalnya Yoga berfikir untuk tidak meninggalkan Sissy, akan tetapi kekesalannya membuat Yoga untuk membalas gadis tersebut yang menolak ciumannya.
__ADS_1
"Sayang, kamu tunggu disini dulu ya, aku nggak akan lama,kok,"
" Hmmm iya,"