
Sekitar 20 menit mereka tidak berbicara hanya mengoperasikan handphone masing - masing. Sissy pun mencoba menghubungi Ilham berulang kali, akan tetapi nomornya tidak aktif.
" Gimana sih Ilham, ngajakin dinner tapi ga datang, nomornya ga aktif, lagi, " kata Sissy mulai kesal.
Yoga tidak membalas perkataan Sissy karena dia mulai menyadari kalau ini adalah rencana Ilham untuk membantunya mendapatkan Sissy. Ia hanya melayangkan sebuah senyuman manis untuk Sissy.
" Kalo gitu gue pulang dulu ya, Ga. Kayaknya Ilham ga bakalan datang," kata Sissy mulai berdiri.
" Tunggu dulu, ada yang perlu gue omongin ke loe," kata Yoga meraih tangan Sissy.
Deg.... hati Sissy bergetar karena Yoga memegang tangannya. Sissy pun kembali duduk di kursinya.
" Emangnya loe mau ngomong apa?," tanya Sissy.
" Sebenernya gue suka sama loe semenjak loe sebangku sama gue, loe mau ga jadi pacar gue ?, " kata Yoga sambil memegang tangan Sissy.
*What.... dia nembak gue... apa gue mimpi... apa telinga gue yang eror*....
__ADS_1
" Loe ngomong apa sih, bukannya loe sama Tyas pacaran ?," tanya Sissy masih belum percaya ditembak Yoga.
"Loe kata siapa sih kalo gue sama Tyas pacaran..... sumpah demi Tuhan gue sama Tyas ga pacaran, kita sahabatan dari kecil," kata Yoga menatap mata Sissy.
" Oh gitu.... ," jawab Sissy sambil menyedot minumannya.
" Jadi, gimana jawabannya...??," tanya Yoga penuh harap.
*Nah loe.... masih aja dia nodong gue, mungkin ini waktunya gue jujur*....
"Loe mau ga jadi pacar gue ??," kata Yoga sekali lagi.
" Iya, gue mau jadi pacar loe," jawab Sissy sambil tersenyum pada Yoga.
Senyum terpancar di wajah Yoga, Ia pun meraih jemari Sissy dan mencium tangan yang lembut itu. Seketika itu suasana menjadi romantis.
Terlihat sesosok pria yang bertopi hitam dan memakai masker penutup wajah serta kacamata hitam duduk di sudut restoran menatap keromantisan Yoga dan Sissy. Ada senyum yang menggambarkan hati yang perih karena gadis yang dicintainya jadian sama lelaki lain. Ilham telah merencanakan semua ini, baginya yang terpenting adalah melihat Sissy tersenyum.
" Ga, maafin gue ya udah bikin loe malu soal diary gue," kata Sissy.
__ADS_1
" Udah ga usah dibahas lagi, gue sayang sama loe," kata Yoga sambil mengarahkan jari telunjuknya ke bibir Sissy.
Sissy menganggukan kepala, jemari Yoga bergerak menggenggam tangan Sissy. Bagi mereka saat ini adalah masa yang terindah dalam hidup mereka, seolah waktu tidak usah berputar lagi.
Sementara Ilham yang melihat mereka kini beranjak pergi keluar dari tempat mereka berada. Sekarang ia sudah bernafas lega karena sudah mempersatukan mereka.
" Udah malem nie, gue pulang dulu ya...," pamit Sissy.
"Gue anter pulang, ya," ajak Yoga.
Sissy menganggukkan kepala, tangan mereka bergandengan berjalan menuju tempat parkir. Yoga mengambil motor sportnya dan bersiap mengantar pujaan hatinya pulang. Sissy naik ke motor Yoga dan motor itupun melaju.
Yoga menarik tangan Sissy agar menyabukkan diri ke perutnya, kini posisi mereka seperti berpelukan. Sissy dan Yoga sama\-sama menikmati saat\-saat ini. Mereka menikmati udara malam yang dingin dan hangatnya pelukan, hingga tak mereka sadari telah sampai di depan rumah Sissy.
" Makasih, ya....," kata Sissy sambil turun dari motor Yoga.
"Iya, sayang....," jawab Yoga.
Hahhh.... bahkan dia manggil gue sayang....
"Ati-ati ya....," kata Sissy sambil melambaikan tangan.
__ADS_1
Yoga menganggukan kepala dan menstarter motornya lalu melaju meninggalkan kekasihnya. Sissy pun masuk ke dalam rumahnya, ia masih belum percaya dengan apa yang ia alami malam ini.