Pilihan Hati Sissy

Pilihan Hati Sissy
Apel


__ADS_3

 


Sissy memandangi arah luar rumah sakit dari jendela kaca kamar rawat Ilham, banyak orang berlalu lalang disana, matahari bersinar dengan terangnya, ia melihat ponselnya, banyak sekali pesan masuk dari Yoga yang menanyakan kondisinya, dan yang terakhir ia mengabarkan bahwa nanti malam ia akan berkunjung ke rumahnya.


Wahh.. gawat ini.... gue kan ga sakit....


 


Sissy pun panik memikirkan apa yang akan terjadi nanti, jangan sampai Yoga bertemu dengan mamanya. Barulah ia menyadari jika saat ini adalah jam pulang sekolah, terfikirkan olehnya untuk segera pulang sambil memikirkan rencana selanjutnya di rumahnya, ia pun menghampiri Ilham untuk berpamitan.


 


" Ham, gue pulang dulu, ya...," kata Sissy sambil memakai tasnya.


" Iya, hati - hati dijalan...," jawab Ilham dengan wajah datarnya.


" Iya, Ham... eh iya gue punya satu pesan buat loe, kalo loe suka sama orang ungkapin aja, ternyata loe sama parahnya sama gue... hahahaha," ledek Sissy sambil berlari ke luar kamar rawat.


 


Ilham terdiam memikirkan perkataan Sissy, kenapa gadis itu mengatakan hal itu padanya, apakah itu wujud sinyal yang di berikan Sissy padanya, itulah yang terbesit dalam pikiran Ilham. Namun, jika pun Sissy membalas perasaannya tak mungkin ia tega mengkhianati Yoga, saudara sepupunya sendiri. Dalam sepi ia terdiam sambil melihat tetesan infus yang jatuh dengan teratur dan membasahi nadinya.


 


......................................................


 


 


  Yoga tiba di rumah Sissy dengan membawa bubur ayam yang berwadahkan mangkuk plastik yang ada tutup plastiknya.Sementara itu, Sissy tertidur di kamarnya setelah seharian ia menemani Ilham, rasa kantuk dan lelah mulai ia rasakan.


 


Yoga pun membunyikan bel rumahnya agar penghuni rumahnya membukakan pintu untuknya. Bibi pun segera membukakan pintu dan menemui tamu majikannya.


 


" Mas Yoga.... silahkan masuk... biar saya panggilkan neng Sissy dulu," kata Bibi sambil mempersilahkan Yoga duduk di sofa.

__ADS_1


" Kemana Sissy, Bi....?," tanya Yoga sambil meletakkan bubur yang ia bawa di meja.


" Ada di kamar, sebentar ya mas....," kata Bibi sambil berjalan menuju kamar Sissy.


 


Bibi pun segera beranjak ke kamar Sissy dengan langkah sigap, kemudian wanita berumur 40tahunan itu mengetuk kamar Sissy. Suara ketukan pintu Bibi terdengar oleh Sissy dan ia pun segera membuka pintu kamarnya.


 


" Ada apa, Bi....?," tanya Sissy sambil mengucek matanya.


" Maaf Neng Sissy saya membangunkan tidurnya Neng Sissy, tapi di ruang tamu ada mas Yoga," kata Bibi menjelaskan.


" Oh ya, nggak papa, Bi.... tolong buatkan minum ya," kata Sissy.


" Injih Neng..," Kata Bibi.


 


Bibi pun segera berjalan ke dapur untuk membuatkan tamu majikannya minum, sementara Sissy segera berjalan ke toilet untuk membasuh mukanya dan merapikan rambutnya yang berantakan.


Hmmm... untung aja dia kesini pas mama belum pulang...... Huh.....


" Maaf ya, nunggunya lama...," kata Sissy.


" Nggak papa... gimana kondisi kamu ?," tanya Yoga.


" Udah baikan kok, paling besok udah bisa sekolah...," kata Sissy sambil melayangkan senyumnya.


Maafin aku, ya... udah bohongin kamu....


" Eh iya, ini aku bawain bubur ayam... kamu makan, ya... biar cepet sembuh," kata Yoga sambil menyodorkan bubur ayam.


" Makasih ya, wah aku jadi ngerepotin kamu nih...," kata Sissy dengan perasaan bersalah karena sudah berbohong padanya.


" Nggak repot sama sekali... lagi pula aku kangen sama kamu," kata Yoga.


Sissy pun membuka bubur ayan yang dibawakan kekasihnya dan lekas memakannya agar kekasihnya lega.

__ADS_1


 


" Eh iya, gimana sekolahnya tadi," tanya Sissy membuka topik.


" Sepi, nggak ada kamu... Eh iya besok aku bakalan ikut olimpiade Fisika di Balai Pustaka, doain aku ya sayang....," kata Yoga.


" Ya pastilah... kok kamu nggak belajar aja," tanya Sissy sambil melanjutkan makannya


" Mana bisa aku konsen saat aku lagi rindu sama kamu, eh iya... mama kamu mana ?," tanya Yoga


" Mama belum pulang, mungkin satu jam lagi pulang," jawab Sissy sambil menghabiskan sisa buburnya dan menaruh mangkuk plastik di meja.


 


Diam \- diam tangan Yoga mendekati jemari Sissy dan menggenggam erat jemarinya. Tampak wajah Yoga berbinar, penuh semangat. Sissy merasa tak nyaman dengan situasi saat ini, ia pun melepaskan genggaman tangan Yoga dan berpura \- pura sedang mengambil ponsel.


Terlihat wajah Yoga yang kaget dan kecewa, Sissy pun berpura \\- pura sedang mengoperasikan ponselnya, padahal ia sendiri tak tahu apa yang sedang ia operasikan.


" Foto yuk...," ajak Sissy


" Iya, deh...," jawab Yoga singkat.


 


Sissy mendekat dan duduk disamping Yoga dan segera mengambil foto, ia pikir daripada ia membiarkan Yoga menggenggam tangannya lebih baik berfoto bersama toh mereka belum pernah foto bersama.


 


" Maaf ya sayang, aku jarang ada waktu buat kamu....," kata Yoga.


" Nggak papa... kan tiap hari kita udah ketemu di sekolah," jawab Sissy.


Ponsel Yoga bergetar, ia mendapati pesan masuk dari Kevin yang mengajaknya nongkrong. Yoga pun segera berpamitan pada Sissy tanpa memberitahu kekasihnya bahwa ia akan menemui Kevin. 


" Aku balik dulu ya , sayang biar kamu bisa istirahat dan besok bisa sekolah, " kata Yoga berpamitan.


" Iya, sayang. Hati - hati ya dijalan....," kata Sissy.


 

__ADS_1


Yoga pun meninggalkan Sissy, ia lega karena Yoga tak bertemu dengan mamanya, ia takut aksi bolosnya tadi terbongkar


 


__ADS_2