
Waktu istirahat telah selesai, Sissy masuk ke kelasnya untuk mengikuti pelajaran selanjutnya, terlihat Yoga dan Kevin memasuki ruang kelas dengan kompaknya. Rasa kesal terhadap mereka masih nampak di wajah Sissy, ia merasa di PHP oleh Yoga.
Dia memang tampan... tapi tak seharusnya dia seperti tadi..
Yoga menyuruh Lina pindah dari kursinya, kemudian ia menempati kursi milik Lina agar ia bisa duduk sebangku sama Sissy.
"Sayang... maafin aku ya soal tadi," kata Yoga sembari duduk disebelahnya.
"Iya... nggak papa kok,"
"Nanti pulang sekolah bareng sama aku ya,"
"Aku udah ada janji sama Ilham mau ngerjain mading, maaf ya aku nggak bisa,"
"Ehmm... yaudah kalo gitu kalo udah selesai kamu kabarin aku ya, nanti aku jemput,"
"Iya...,"
Perlahan tangan Yoga meraih tangan Sissy erat, ingin sekali Yoga mencium kekasihnya saat itu apabila kelas sedang sepi, namun apalah daya, itu hanya hayalannya saja.
Suasana kelas menjadi hening ketika bu Siska memasuki ruang kelas, Lina memberi isyarat pada Yoga untuk mengembalikan posisi tempat duduknya semula, namun Yoga mengabaikan Lina karena ia ingin ada di dekat Sissy sampai pulang sekolah.
Bu Siska menyadari ada yang berubah dari posisi tempat duduk Yoga saat ini, segeralah beliau menegur Yoga.
"Yoga, kenapa kamu duduk disitu ?,"
"Lina lagi pengen satu bangku sama Kevin,Bu... iya kan Lin,"
"Apaan sih loe julid banget....,"
"Hahahaha," seisi kelas menertawakan mereka, Sissy pun juga ikut tertawa.
"Sudah... sudah.. ayo kalian kembali ke posisi semula,"
"Iya, bu....,"
Yoga pun kembali ke posisinya semula, begitupun dengan Lina. Tingkah laku Yoga yang tak seperti biasanya ini sedikit memperbaiki mood Sissy, memang berpacaran dengan teman sekelas memiliki kelucuan tersendiri.
__ADS_1
.................................
Seluruh siswa berhamburan keluar kelas, begitupun dengan Sissy dan Yoga. Sebelum Sissy pergi ke perpustakaan, terlebih dahulu Yoga mengajak Sissy duduk berdua ditaman sekolah.
"Sebenarnya aku kangen banget nih sama kamu, tapi yaudahlah....,"
"Ini kan udah ketemu," kata Sissy sambil tersenyum pada Yoga.
Yoga menggenggam tangan Sissy yang lembut dan merangkul pundak Sissy, membuatnya sedikit tak nyaman, membayangkan malunya ia dipeluk di tempat umum dan dilihat orang lain.
"Udah ah...nggak enak dilihat orang, aku ke perpustakaan dulu ya, kasihan Ilham nungguin,"
"Iya, aku anter sampe depan perpustakaan,"
"Iya,"
Mereka pun berjalan bergandengan menuju perpustakaan sekolah, langkah mereka terhenti saat mereka berada di depan kelas kosong, Yoga melihat sekeliling tak ada orang lewat, ia pun memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Ia meraih tubuh Sissy dan memeluknya. Mmuuachhh... bibir Yoga mendarat di pipi Sissy, seketika wajah Sissy menjadi merah, baginya ini adalah ciuman pertamanya di pipi, cinta pertama dan ciuman pipi pertama.
"Aku juga sayang kamu, Yoga,"
Mereka pun kembali berjalan ke perpustakaan dan berhenti tepat di depan perpustakaan.
"Aku masuk dulu ya....,"
"Iya... nanti kalo udah selesai kabarin aku ya,"
"Iya....,"
Sissy pun masuk ke dalam perpustakaan dengan perasaan bahagia, ternyata benar dugaannya Ilham telah menunggunya disana dengan muka muram.
"Hai, Ham... maaf ya nunggunya lama,"
"Loe kayaknya seneng banget, habis ngapain,"
"Gue tadi sebelum kesini pacaran dulu, maaf ya jadi lama nunggunya,"
__ADS_1
"Ohhh kalo lagi sama Yoga aja lupa sama gue,"
"Tahu nggak sih loe, dia tadi nyium pipi gue, baru kali ini gue dicium sama orang yang gue sayang,"
Brakkkk!!!! Tak sengaja Ilham menjatuhkan tumpukan buku disampingnya. Ia terkejut mendengar cerita Sissy.
*Jadi Yoga udah nyium dia*....
"Hahaha.. dengar gue dicium sama Yoga aja loe kaget kayak gitu,"
"Siapa juga yang kaget, tangan gue masih sakit tau..," kata Ilham mencari alasan
"Yaudah kerjain tugas loe,"
"Iya,"
Mereka pun mengerjakan tugas mereka masing\-masing dan mencari beberapa artikel di internet, kali ini Ilham tak berhasil menyembunyikan perasaannya yang sedang cemburu, berulang kali ia memukul meja, melampiaskan perasaannya.
Gubrakkkkk!!!!!!
"Apaan sih loe, Ham... pake acara nggedor meja segala, loe lagi dapet ya,"
"Nggak...,"
"Hari ini loe sensi banget deh...,"
"Ah nggak deh, perasaan loe aja....,"
Mereka pun melanjutkan pekerjaannya, kali ini giliran Sissy yang terlihat senyum\-senyum sendiri, teringat akan kejadian tadi bersama Yoga.
"Loe udah gila ya... senyum-senyum sendiri,"
"Apaan sih loe... kayak nggak pernah pacaran aja,"
"Dasar bunglon... tadi aja galau, sekarang udah senyum-senyum aja,"
"Biarin... wekkkk," kata Sissy sambil menjulurkan lidahnya, meledek Ilham.
Sampai kapan sih loe nyadarin perasaan gue, gue suka sama loe, gue cemburu saat loe lagi sama Yoga, apalagi sampai ciuman, sampai kapan sih gue cuma bisa jadi pendengar setia loe......
Bersambung*.......
__ADS_1