Pilihan Hati Sissy

Pilihan Hati Sissy
Senyumanmu


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa Sissy dengan cerianya memasuki ruang kelas dan tak sabar berbicara dengan Yoga.


" Hai,, kemarin habis dari mana,"sapanya.


" Oh kemarin, gue habis dari main futsal," jawab Yoga.


" Kenapa ga mampir... ?,"tanya Sissy penasaran.


" Kan udah...," Jawab Yoga singkat.


" Kan belum masuk...," sambung Sissy.


" Emangnya nggak ada yang marah " kata Yoga sambil memainkan ponselnya.


" Siapa yang marah ?," tanyanya semakin penasaran.


" Yah pacar loe mungkin... ?,"tanya Yoga sambil senyum.


" Hah... pacar dari Hongkong," jawab Sissy sambil tertawa.


Mereka pun terdiam ketika bu Siska memasuki ruang kelas, demikian dengan Yoga ia memasukkan ponsel yang ia mainkan.


Hari ini bu Siska memberikan sebuah pengumuman.


" Anak - anak sesungguhnya saya sangat kecewa dengan hasil ujian kemarin dan hanya Yoga yang mendapatkan nilai sempurna. Hari ini kalian semua remidi, kecuali kamu Yoga, kamu kerjakan soal no 42," pinta bu Siska.


Seisi ruang kelas mengiyakan instruksi bu Siska. Mendengar pernyataan bu Siska bahwa Yoga mendapat nilai terbaik Sissy semakin terkagum dengannya.


Dia pandai banget, gue jadi malu nih.


Udah cakep cerdas lagi. Dan ini apa - apaan sih gue dapat nilai segini tapi dia ? oh my god malu banget gue.


***********************

__ADS_1


Malam ini seperti biasanya, Sissy memainkan musik kesukaannya dan mengutarakan semua perasaannya pada diary warna pink kesukaannya.


Dear diary,


Hati ku bergetar saat ada di dekatnya.


Dia...


Teman sebangkuku


Yang telah mencuri hatiku


Dia...


Cinta pertamaku


Pertama kali mengetuk pintu hatiku


Semoga rasa ini tak bertepuk sebelah tangan


Ya Tuhan


Aku jatuh cinta padanya


Yoga.....


 


Bintang di malam ini membuatnya berfantasi dan membuat tulisan yang jika orang lain membacanya akan mengatakan "lebay". Tapi itulah dia.... memangnya siapa yang mau mengusik mimpi orang. Dan ini memang dunianya.


 


 

__ADS_1


 


Minggu ini Sissy menikmati indahnya pantai yang berbuih bersama Lina, semenjak ia pindah sekolah di Jakarta ia lebih dekat dengan Lina karena ia sekelas dan orangnya pun asyik.


 


Pantai ini indah masih alami.....


Eh enggak ah masih indah dia, ga ada yang seindah dia di dunia ini


 


Lamunannnya seketika berhenti ketika Lina berbicara padanya.


" Hayo... loe ngelamunin apa... ??? ngelamun joroh yah,"kata Lina sambil memakan snack milik Sissy.


"Nggak lah....ngawur loe,"jawab Sissy sambil mencubit lengan Lina dengan tawa.


" Eh Lin, Yoga itu orangnya gimana sih," sambung Sissy membuka topik.


"Kenapa loe tiba - tiba nanyain dia, jangan - jangan loe naksir ya sama dia,"goda Lina sambil memakan snack Sissy.


" Nggak sih, cuma kan gue sebangku sama dia, wajar donk kalo gue nanyain dia," jelasnya setengah ngeles.


"Yakin nih ga ada apa-apa?,"tanyanya setengah menodong.


waduh gimana nih jangan sampai Lina tau kalo gue suka sama Yoga bisa jadi bahan ledekkan satu kelas nih...


" Nggak lah Lin buat hati - hati aja jangan sampe gue bikin dia marah, kan ga enak juga," jawab Sissy sudah dengan wajah biru


"Oh gitu, Okey...," jawab Lina singkat sambil menata rambutnya yang terurai karena angin pantai.


" Yoga itu orangnya...... emmmmmm baik sih, cuek, pendiam dan....sedikit emosian," sambung Lina dengan membayangkan Yoga.

__ADS_1


" Oh gitu ya, yaudah deh makasih," balas Sissy sambil menyeruput es jeruk milik Lina.


Mentari telah terbenam, pemandangan yang indah untuk mereka, juga untuk hati yang sedang jatuh cinta. Cinta telah membuat orang kehilangan nalar bahwa tidak ada yang bisa menandingi keindahan sang pujaan hati.


__ADS_2