
Pagi ini disaat jam pelajaran berlangsung, Sissy dipanggil oleh kepala sekolah. Ia pun berjalan menuju kantor kepala sekolah, saat ia masuk ternyata disana sudah ada Ilham.
" Baiklah, karena kalian sudah berkumpul disini, saya mau menanyakan perihal persiapan lomba mading besok sudah sejauh mana," tanya pak kepala sekolah.
" Kami telah membuat mading dengan konsep remaja milenial dan mading tersebut sudah jadi, ini pak fotonya," kata Ilham dengan menunjukkan foto mading di ponselnya.
" Bagus sekali, saya suka kerja kalian. Lalu apakah besok kalian berdua bisa mengikuti pamerannya," tanya pak Kepala sekolah.
" Bisa pak....," jawab Ilham dan Sissy kompak.
" Besok saya akan mendampingi kalian, dan kamu Ilham, apa kamu bisa mengantar madingnya ke sekolah sekarang?," tanya pak kepala sekolah.
" Bisa, pak...," jawab Ilham.
" Ya sudah Ilham, kamu di perbolehkan pulang untuk mengambil mading dan Sissy silahkan kembali ke kelas," pinta pak kepala sekolah.
" Baik pak....," jawab mereka kompak.
__ADS_1
Ilham pun bergegas untuk pulang mengambil mading, sementara Sissy berjalan menuju ruang kelas. Sesampainya dikelas, bu Siska tidak ada di kelas lagi, semua siswa nampak mengerjakan soal di papan tulis. Sissy pun segera duduk di tempatnya, ia segera mengerjakan tugas tersebut.
Melihat Sissy yang sudah ada di kelas, Yoga menyuruh Lina untuk mengerjakan soal di tempat duduknya agar ia bisa duduk di samping Sissy.
" Tadi ada apa kok kamu dipanggil kepala sekolah," tanya Yoga sambil duduk di samping Sissy.
" Kepala sekolah tanya soal lomba mading besok," jelas Sissy sambil mengerjakan soal.
" Maaf ya, nanti aku ga bisa nganter kamu pulang soalnya aku mau ada latihan olimpiade fisika," kata Yoga sambil mengerjakan soal juga.
Mereka pun melanjutkan mengerjakan soal di papan tulis bersama\-sama dengan penuh semangat.
..........................................
__ADS_1
Malam ini tidak seperti biasanya, ia makan malam bersama mamanya yang baru saja pulang dari Batam, sedangkan ayahnya masih di Batam belum bisa pulang. Mama Sissy mendengar dari bibi jika ia sering di jemput teman sekolahnya.
" Sissy, mama dengar kamu lagi dekat dengan cowok, siapa itu ? pacar kamu, ya ?," tanya mamanya sambil mengambil nasi.
" Iya, ma.... pasti mama tahu dari bibi,ya ?," tanya Sissy cemas, takut dimarahi.
"Iya, gimana anaknya kok mama gak dikenalin, sih," tanya mama Sissy .
" Gimana mau ngenalin sama mama orang mama jarang dirumah, anaknya baik ma, terus dia terpandai di kelas," jawab Sissy sambil melanjutkan makan.
" Mama tidak ngelarang kamu pacaran, tapi kamu harus tahu batasannya, ya," pinta mama Sissy sambil menghabiskan makanannya.
" Iya, ma.... oya, besok Sissy ikut lomba pameran mading, ma sama temen Sissy, namanya Ilham, doakan yang terbaik ya, ma," kata Sissy.
" Mama akan selalu doakan yang terbaik untuk kamu," jawab mama Sissy sambil menepuk pundak Sissy.
" Sissy ke kamar dulu ya, ma mau belajar sekalian istirahat mempersiapkan diri buat besok," pamit Sissy.
" Iya, sayang...," jawab mama Sissy sambil mengelap bibirnya dengan tisu.
__ADS_1
Sissy pun berjalan menuju kamarnya, ia mengambil ponselnya untuk membuka media sosialnya, ia mendapati pemberitahuan permintaan hubungan " berpacaran" dari Yoga. Ia pun menerima permintaan hubungan tersebut dan melihat beranda media sosial milik Yoga yang terlihat jarang update. Diletakkannya ponsel tersebut dan kini ia melanjutkan malamnya dengan membaca buku pelajarannya.