
Bel pulang sekolah berbunyi, Sissy merapikan bukunya yang ada di atas meja dan menaruhnya di dalam tas. Yoga yang satu kelas dengan Sissy menghampiri kekasihnya itu.
" Yuk kita pulang bareng," ajak Yoga berdiri disamping Sissy.
" Maaf, ya.. hari ini aku ngerjain mading sama Ilham di rumahnya, gapapa kan....??," tanya Sissy sambil tersenyum manis.
" Iya, sayang... nanti kalo udah mau selesai aku nyusul ke rumah Ilham ya.. soalnya aku ada perlu sama dia," kata Yoga sambil memainkan rambut Sissy.
" Iya, sayang... aku ke Ilham dulu, ya," kata Sissy menyentuh pipi Yoga.
Yoga menganggukkan kepala, Sissy pun berjalan ke tempat ia dan Ilham bertemu. Yoga percaya pada mereka karena Ilham adalah saudaranya yang telah membantunya mendapatkan Sissy.
.............................................
Ilham mempersilahkan Sissy untuk naik motornya dan memberikannya helm. Sissy pun naik motor Ilham, ini kedua kalinya Sissy berboncengan dengan Ilham.
" Kita mau kemana ini, Ham...?," tanya Sissy.
__ADS_1
" Langsung ke rumah gue aja.. gue udah dapet fotonya, bahannya pun udah lengkap dirumah," jelasnya setengah berteriak karena bising kendaraan.
Sekitar lima belas menit, mereka sampai di rumah Ilham, rumah yang tidak kalah besar dengan rumah Sissy. Ilham membuka pintu dan mempersilahkan Sissy duduk di ruang tamu, sementara Ilham pamit ke kamarnya untuk ganti baju.
Sissy duduk memainkan ponselnya untuk membuka internet dan mencari artikel tentang remaja milenial. Tak lama kemudian, Ilham berdiri di depan Sissy dan mengajaknya ke sebuah ruangan di rumahnya.
Sissy begitu menyukai ruangan ini, seperti berada di alam yang menyegarkan, ada kolam renang dan bunga yang tertata indah. Untuk cuaca yang tidak panas memang enak jika berlama-lama disini.
" Orangtua loe mana, Ham," tanya Sissy membuka percakapan.
" Oh... yaudah gue bikin artikel tentang remaja milenial, loe bikin apa, Ham," tanya Sissy sembari mengambil secarik kertas kosong.
" Gue bikin humor tentang remaja milenial sama ngedesain visual madingnya," jelas Ilham mulai mengambil pena.
Mereka pun mengerjakan tugas yang sudah mereka bagi dengan serius namun tetap santai karena lusa mereka harus mengikuti pameran lomba mading di sebuah mall di Jakarta yang namanya sudah dikenal dimana-mana.
" Ham, ini artikel yang gue buat, gimana menurut loe, ada yang perlu di sunting ?," tanya Sissy menyerahkan tulisannya.
" Bagus... tidak usah disunting, loe cepet banget ngerjainnya... ," puji Ilham.
__ADS_1
" Yaudah ini gue ketik nanti biar tinggal ngeprint aja," jawab Sissy.
Ilham menganggukan kepala dan Sissy mulai mengetik di laptop milik Ilham. Tak lama kemudian Ilham menyelesaikan salah satu tugasnya dan menunjukkannya ke Sissy.
"Ini gimna menurut loe...," tanya Ilham menunjukkan karya humornya.
" Bagus.....," Jawab Sissy menganggukkan kepalanya.
" Yaudah loe ketik sekalian ya, gue browsing dulu buat bikin desain bentuk madingnya.," kata Ilham menyerahkan kertas berisi tulisan tangan
Sissy pun meneruskan pekerjaan mengetiknya, sementara Ilham masih browsing di internet.
" Eh, Sy..... kalo misalnya bentuk madingnya kita buat menjadi kayak hape terus dikasih logo medsos aja gimana," kata Ilham.
" Bagus sih...," jawab Sissy menyetujui.
" Gue ambil peralatannya dulu,ya... nanti loe bantuin gue bikin bentuk visualnya," kata Ilham sambil berjalan ke kamarnya.
Ilham berjalan menghampiri Sissy dengan membawa setumpuk peralatan membuat mading model 3D. Mereka pun bersama - sama dan saling membantu dalam pembuatan mading.
__ADS_1