Pilihan Hati Sissy

Pilihan Hati Sissy
Antara Yoga dan Ilham


__ADS_3

ggSore ini team futsal SMA PANCASILA latihan bersama di lapangan sekolah, nampak ada seseorang yang sedang kesal karena satu orang temannya tidak bisa ikut latihan.


" Loe kenapa sih dari tadi kok bawaannya pengen marah mulu," tanya Kevin ikut kesal.


" Loe mikir ga sih lusa kita ada pertandingan sama sekolah lain, tapi Ilham malah ga ikut latihan.... dia kan bagian dari kita," jawab Yoga semakin kesal.


"Oh.....," jawab Kevin santai.


" Loe tahu ga Ilham kemana," tanya Yoga sambil meneguk air mineral dalam botol.


" Pacaran kali....," gurau Kevin memancing amarah Yoga.


" Iya kali.... gue tadi liat dia pulang sekolah jalan sama Sissy," jawab Johan membenarkan.


 


Seketika amarah Yoga meluap, ia menendang bola sampai membentur tiang. Dalam sejarah hidup Yoga baru kali ini ia semarah ini.


 


Yoga mengambil tasnya dan keluar dari arena futsal dengan wajah penuh emosi. Ada dua hal yang mungkin ia rasakan saat itu, yakni antara pengkhianatan dan cemburu.


 


" Loe mau kemana, bro," tanya Kevin.


" Gue mau cabut !! orang Ilham aja ga bisa mentingin team futsal ini," jawab Yoga lebih emosi lagi.


" Jangan bilang loe cemburu," ledek Kevin lagi.

__ADS_1


" Diem loe!!!," jawab Yoga dengan nada tinggi.


Yoga pun meninggalkan mereka tanpa ada yang bersuara lagi. Baginya ini adalah pengkhianatan yang dilakukan saudaranya sendiri, selama ini ia tak pernah bermusuhan dengan Ilham


 


...................................................


 


 


Malam ini Ilham membaca sebuah komik jepang sambil merebahkan diri di kamar, ia memang gemar membaca, namun saat ia mulai mengantuk tiba - tiba pintu kamarnya ada yang mengetuk, segeralah ia membuka pintu kamarnya. Betapa kagetnya ia karena Yoga yang mendatanginya.


 


" Hey, bro kok ga bilang kalo mau kesini ?," tanya Ilham sambil mempersilahkan duduk.


"Loe mau ngomong apa ?," tanya Ilham penasaran.


"Kok loe tadi ga ikut latihan, ga biasanya loe kayak gini," tanya Yoga.


" Emmmm gue tadi nganterin nyokap nge mall," jawab Ilham ngeles.


" Udah deh loe ga usah bohongin gue, gue tau loe tadi jalan sama Sissy," kata Yoga menahan diri dari amarah.


"Loe tau darimana ??," tanya Ilham


" Ga penting itu, gue ga nyangka ternyata loe lebih mentingin dia daripada team futsal kita," jawab Yoga.

__ADS_1


" Loe nyamperin gue cuma gara - gara gue ga ikut latihan, heheheh.... palingan loe cemburu gara - gara gue jalan sama Sissy," celetuk Ilham.


Seketika Yoga mendadak menjadi malu karena ternyata Ilham mengetahui isi hatinya. Sebisa mungkin ia menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya pada Sissy.


" Ngapain gue cemburu... asal loe tau aja Sissy bukan tipe gue," kata Yoga kesal.


" Yakin loe....," tanya Ilham dengan sorot mata tajam.


" Ya...," jawab Yoga dengan terbata - bata.


" Ok... tapi jangan salahin gue ya kalo gue nembak dia, terus gue jadian sama dia," kata Ilham menepuk pundak Yoga, lantas ia meninggalkannya di kamar.


 


Ilham berjalan keluar kamar dan Yoga masih mengikutinya karena penasaran, banyak hal lain yang ingin ia tanyakan pada saudara sepupunya tersebut.


" Emang loe suka sama Sissy," tanya Yoga sambil meraih pundak Ilham.


" Suka atau tidak, yang jelas gue ga munafik kayak loe," celetuk Ilham.


" Hei maksud loe apa ngomong kayak gitu," jawab Yoga setengah menantang.


" Gue kenal loe lama bro, udah ga usah dibahas lagi, loe udah terlanjur kesini, udah ayo main PS aja," ajak Ilham sambil menyerahkan stik PS.


 


Dengan senyum palsunya Yoga menuruti permintaan Ilham dengan tujuan agar kartu as dia tidak terbaca oleh Ilham yang pandai membaca pikirannya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2