
Udara lembut di sore hari begitu terasa di kulit Sissy, ia tengah menunggu taxi online yang telah ia pesan di bawah pohon mangga yang sejuk. Terlihat mobil berwarna silver yang berhenti di depannya dan sang sopir membuka kaca mobilnya, ia melihat nomor seri kendaraannya sama dengan yang ia pesan.
"Ini taxi online pesanan atas nama Sissy, bukan?,"
"Iya, benar... silahkan masuk,"
"Kita ke rumah sakit Citra Medika ya, pak,"
" Baik, nona,"
Mobil pun bergerak menuju rumah sakit tempat Ilham di rawat, sembari menunggu sampai di rumah sakit, Sissy memasang earphone di telinganya dan memutar lagu kesukaannya di ponselnya tanpa menghiraukan kendaraan yang berlalu lalang di jalan.
Setibanya di rumah sakit ia pun segera berjalan menuju kamar rawat Ilham untuk menemui orang yang dirindukannya tersebut. Sissy tak mendapati Ilham disana, ia pun segera bergegas menuju receptionist untuk menanyakan sahabatnya tersebut.
"Sus, pasien yang bernama Dwi Ilham Anugrah dimana ya ? kemarin ia di rawat di kamar tulip nomor 5,"
"Pasien atas nama Dwi Ilham Anugrah sudah pulang tadi pagi,"
"Makasih, Sus....,"
Terlihat wajah bahagia Sissy mendengar sang sahabat sudah diperbolehkan pulang, itu artinya tak lama lagi ia akan masuk sekolah dan bisa setiap hari bertemu dengannya.
Segeralah Sissy keluar dari rumah sakit tersebut dan memesan taxi online, ia menunggunya di depan halaman rumah sakit sembari memutar lagu kesukaannya melalui earphone.
__ADS_1
...............
Sissy terbangun dari tidurnya ketika ponselnya berdering cukup lama, masih juga ia memejamkan matanya dengan mendengar suara dering yang berisik itu. Siapakah gerangan yang mengusik tidurnya dan apa kepentingannya sehingga ia bolak balik menelpon Sissy yang tak kunjung mengangkat telepon darinya?.
Dengan kesalnya, Sissy meraih ponselnya dan mengangkat telepon itu.
"Hallo...,"
"Hallo sayang, ini aku Yoga,"
"Tumben kamu nelfon, ada apa ?,"
"Aku kangen nih sama kamu, kamu bangun tidur ya?,"
"Iya,"
"Aku ganggu tidur kamu, ya...?,"
"Nggak kok, ini juga waktunya bangun, gimana olimpiade kamu tadi ?,"
"Alhamdullillah berkat doa kamu, aku bisa menangin lomba dan lanjut ke babak selanjutnya, makasih ya sayang,"
Hemm .. kapan ya aku doain kamu..
"Iya, sayang. Selamat, ya....,"
"Iya sayang, makasih...,"
"Eh iya, kamu lagi ngapain sekarang," tanya Sissy sambil merebahkan diri di kasurnya.
"Ini lagi tiduran dikamar Ilham,"
Kantuk Sissy mendadak hilang begitu mendengar nama Ilham.
__ADS_1
"Dia udah pulang ?," tanya Sissy pura\-pura tidak tahu.
"Iya, tadi pagi. Kamu mau ngomong sama dia, nggak ?,"
"Nggak deh,"
Padahal sebenarnya mau banget....
"Udah dulu ya, aku mau ngegame sama Ilham nih,"
Yehhhh... tau gitu ngapain telfon tadi, ganggu orang tidur aja...
"Iya,"
"I love you... ,"
"I love you too,"
Tuutttt...!!! Sissy pun mematikan percakapan via telepon dengan Yoga. Kini ia memilih menonton televisi drama korea kesukaannya. Diambilnya sekotak strawberry di kulkas sebagai cemilan nonton televisi.
Sekilas karakter pesinetron korea tersebut mengingatkan ia pada Ilham yang menurutnya terlihat cuek tetapi sebenarnya ia peduli, semakin ia menyukai drama korea tersebut karena menurut opini Sissy wajah pemain utama cowoknya memiliki kesamaan dengan Ilham, walaupun jika menurut orang lain yang menilai mereka tidak memiliki kemiripan sama sekali.
lham... Ilham muka loe sama tingkah laku loe pasaran... kayak Kim Ryeowook...
Sontak Sissy memasang foto kim Ryeowook sebagai wallpaper di ponselnya.
__ADS_1