
Pagi ini Yoga menjemput Sissy di rumahnya untuk pergi ke sekolah bersama, ia tak memberitahu Sissy kalau ia akan menjemput Sissy sebelumnya karena ia berniat memberi kejutan, ia menjemput Sissy sepagi mungkin, sesampainya di rumah Sissy ia masuk ke rumah Sissy. Ia bertemu dengan bibi dan menanyakan Sissy.
"Bi, Sissy dimana, ya," tanya Yoga.
" Nona lagi di kamar, anda siap, ya. Saya belum pernah melihat anda sebelumnya??," tanya bibi.
" Saya Yoga, biar saya tunggu dia di sini, bi," kata Yoga sambil duduk di sofa.
"Iya, den. Saya bilang non Sissy dulu..., "kata Bibi sambil melangkahkan kakinya ke arah kamar Sissy.
Bibi pun beranjak pergi ke kamar Sissy, sedangkan Yoga menunggu Sissy dengan memainkan ponselnya.
Terdengar hentakan kaki dari anak tangga dan ternyata Sissy turun dari tangga menghampiri Yoga. Sissy tak menduga kekasihnya datang ke rumahnya pagi - pagi.
" Hai, kok ga bilang sih kalo kesini," sapa Sissy dengan senyum hangatnya.
" Biar surprise, sayang... kamu udah sarapan apa belum," tanya Yoga.
Biasanya manggil loe - gue sekarang panggilnya aku-kamu, pakai sayang lagi.....
" Udah, kamu sendiri gimana ," tanya Sissy sambil duduk di samping Yoga.
"Udah.... ayo kita berangkat sekolah bersama," ajak Yoga sambil menggenggam tangan Sissy.
__ADS_1
Sissy menganggukkan kepala dan mengikuti langkah kaki Yoga. Ia pun memakai helm yang di berikan Yoga dan mereka pun segera berangkat sekolah. Kejutan dari kekasihnya membuat ia bersemangat menimba ilmu di sekolah.
.................................
Bel istirahat berbunyi, Sissy berjalan keluar kelas menuju perpustakaan sekolah. Ia ingin sekali bertemu dengan Ilham hari ini. Benar saja ternyata Ilham sedang duduk di meja kantor perpustakaan bersama dengan temannya, Anto.
" Hei, Ham... loe kemarin kemana, ngajak gue dinner tapi loe ga dateng," kata Sissy kesal.
" Sorry, kemarin gue ketiduran," jawabnya singkat sambil mengerjakan sesuatu di laptop.
" Kok ada Yoga, sebenarnya loe ngatur semua ini, ya. Kemarin dia nembak gue, kami udah jadian," tebak Sissy.
__ADS_1
" Iya, gue cuma mau loe bahagia sama saudara gue," jelasnya sambil melanjutkan pekerjaannya.
" Makasih, ya.... loe emang sahabat terbaik gue," kata Sissy menyentuh pundak Ilham.
Sissy melihat ke arah laptop, ia melihat Ilham sedang mengetik isi mading yang akan ia ikutkan lomba.
"Tulisan loe bagus banget, Ham....," puji Sissy.
" Gue mau loe ngisi mading dengan fotografi remaja milenial yang menarik," pinta Ilham.
" Iya, deh... kapan nih kita ngerjain bareng ?," tanya Sissy.
" Nanti pulang sekolah loe bisa, ga ?," tanya Ilham masih terus mengetik.
" Bisa, Ham... kita ngerjain dimana," tanya Sissy sambil melihat sebuah majalah.
" Nanti kita jalan - jalan dulu.... nyari foto dijalan yang berhubungan dengan tema mading kita terus kalo udah dapet bisa ngerjain di rumah gue," jelas Ilham menghentikan ketikan di laptopnya.
"Iya, deh.....," jawab Sissy singkat.
Sissy mengembalikan majalah yang ia baca ke tempatnya. Matanya tertuju pada sebuah buku yang terlihat menarik. Ia pun mengambil buku itu yang letaknya berada di rak paling atas hingga ia sedikit menjinjit.
__ADS_1
Ilham menyadari Sissy menyenggol sebuah buku yang tebal dan akan menjatuhi kepala Sissy. Dengan reflek Ilham mendorong tubuh Sissy dengan maksud agar Sissy tidak terkena buku yang jatuh, tanpa ia sadari kini posisi mereka berpelukan. Ilham menatap mata Sissy dengan tatapan yang berbeda dengan biasanya, hal ini membuat Sissy menjadi deg - degan, segeralah mereka melepaskan pelukan itu.