Pilihan Hati Sissy

Pilihan Hati Sissy
Kesepian


__ADS_3

Pagi ini Yoga menunggu Sissy di kelas, satu jam lagi ia akan diantar pak Yudi mengikuti olimpiade fisika, setidaknya ia ingin melihat kekasihnya dahulu agar ia lebih bersemangat dalam mengikuti olimpiade.


 


Kekasihnya pun tiba di kelas dan segera duduk ditempat duduknya, segeralah Yoga menghampiri Sissy dan duduk di sampingnya.


 


" Sayang, kamu udah sarapan tadi ?," tanya Yoga memberi perhatian.


" Udah, kamu bukannya mau ikut olimpiade hari ini ?," tanya Sissy.


" Iya, jam delapan aku dianter pak Yudi..," jawab Yoga.


" Semangat, ya....," kata Sissy


"He'em...," kata Yoga sambil menganggukkan kepala.


 


Bel masuk pun berbunyi, hari ini Yoga tidak mengikuti pelajaran di kelas. Ia pun bergegas menuju perpustakaan menunggu komando dari pak Yudi, segeralah ia berpamitan pada kekasihnya.


" Aku keluar dulu, ya...," pamit Yoga.


" Iya, " kata Sissy sambil melayangkan senyum padanya.


 

__ADS_1


Yoga pun meninggalkan ruang kelas, sementara Sissy masih di kelas menanti kehadiran Bu Siska mengisi pelajaran di kelasnya.


 


 


Angin siang berhembus dengan lembut terasa sampai ke pori - pori kulit Sissy. Jam istirahat telah lewat, kini saatnya menunggu guru berikutnya memasuki kelas. Sissy merasakan ada yang kurang, dua lelaki yang mengisi hati Sissy tak berada di sekolah, berkali-kali ia berjalan keluar kelas melayangkan pandangan ke arah kelas sebelah. Tersadar ia bahwa sahabatnya masih belum masuk sekolah, bangku yang biasa Ilham tempati kosong, hanya ada Anto yang duduk sendirian.


 


Sissy pun kembali masuk ke ruang kelas yang masih belum di masuki guru. Ia membuka ponselnya, tak ada balasan pesan dari Ilham, saat ini ia merasa benar - benar sepi melewati hari - hari di sekolah tanpa adanya Ilham.


Bu Siska memasuki ruang kelas dan menyapa semua murid - muridnya dengan hangat, nampaknya ia sedikit merasa tak nyaman karena telat memasuki ruang kelas 30 menit dari jam seharusnya.


 


 


Semua siswa melakukan istruksi dari Bu Siska, termasuk Sissy. Terdengar suara bu Siska dengan suara tegasnya memberikan penjelasan dan menggambar bagian tubuh katak di white board. Hari ini memang lain dari biasanya, kali ini Sissy berharap agar jam pelajaran segera berakhir, berulang kali ia melihat jam tangannya seakan menghitung mundur waktu di sekolah yang sangat membosankan itu.


 


 


 


.....................................................

__ADS_1


 


Jam pelajaran Bu Siska telah berlalu Lima belas menit yang lalu, Sissy menunggu taksi online di tempat ia bisa menunggu. Entah mengapa hari ini ia sangat ingin sekali menjenguk Ilham di rumah sakit.


 


Kejenuhan sepanjang hari yang ia lewati sangat menyiksanya, tibalah ia memenuhi hasrat diri untuk sekedar bertemu dengan sahabatnya.


 


 


Dari arah barat ia melihat sebuah mobil bergerak pelan dan akhirnya berhenti di depan Sissy, nampaknya itu adalah taksi online yang ia pesan. Sissy pun mencocokkan nomor seri mobil tersebut dan ternyata cocok.


" Pesanan taksi atas nama Sissy ya, Pak ?," tanya Sissy memastikan.


 


" Betul....," jawab sang sopir.


Sissy pun membuka pintu mobil dan segera duduk di belakang sopir. Ia pun menginstruksikan sang sopir agar mengantarnya di rumah sakit tempat Ilham di rawat.


 


Sissy menyandarkan dirinya di kursi mobil dan melihat arah luar mobil, banyak siswa yang memakai seragam seperti dirinya sedang dalam perjalanan pulang dan ada juga dari mereka yang berboncengan antara laki \- laki dan perempuan dengan mesranya seperti saat ia dan Yoga lakukan dulu**.


 

__ADS_1


 


__ADS_2