Pilihan Hati Sissy

Pilihan Hati Sissy
Tentang perasaan


__ADS_3


Ilham memandangi foto Sissy yang ia simpan di ponselnya, ia tersenyum ketika teringat saat ia mengerjainya tadi. Masih ingat betul saat ia melihat ekspresi wajah Sissy saat ia berbohong padanya, bagaimana mungkin ia dapat mengatakan padanya bahwa ia berpacaran dengan Sheila, padahal Sheila adalah saudara sepupunya, ia adalah anak dari tante Yuni, adiknya ibu Ilham.


 


Sheila mendekati Ilham karena memang ia mendapatkan mandat dari ibunya untuk mengawasi dan merawat Ilham yang sedang sakit.


Kamu cantik banget, Sissy...


Apalagi kalo lagi cemberut...


 


Ternyata bertemu dengan gadis pujaannya tadi belum cukup untuk mengobati rasa rindu yang menggelayut di pikirannya. Ia pun mengambil ponselnya dan menelfon Sissy, cukup lama ia menunggu Sissy mengangkat telepon darinya, hingga akhirnya Sissy mengangkat teleponnya.


 


"Hallo... ada apa, Ham... kurang ya ngerjain gue tadi,"


 


"Hehehe... loe kok sewot gitu sih.. nggak suka ya gue telfon,"


"Emangnya ada apa sih, tumben banget loe nelfon gue,"


Gue masih kangen sama loe Sissy, cuma pengen denger suara loe....


"Nggak ada apa-apa... gue cuma ngingetin, jaket kesayangan gue tadi belum loe kembaliin,"


"Oh, iya... besok aku kembalikan. Ada apa lagi Ham,"


Njirr... nggak usah diomongin juga nanti aku kembalikan


"Loe nggak tidur ?,"


 


"Belum ngantuk...,"


 


"Temenin gue ngobrol ya.. gue sendirian nih,"


"Kenapa loe nggak nelfon cewek loe aja ?,"


"Dia udah tidur.... kamu nggak lagi telfonan sama Yoga,"


"Kalo gue telfonan sama Yoga, mana mungkin gue bisa ngangkat telfon loe,"


"Oh iya..ya..!! Eh besok pulang sekolah kita ngerjain mading bareng ya... udah lama nggak update soalnya,"

__ADS_1


"Beres....!!!,"


"Udah dulu ya, perut gue mules nih...loe kalo tidur jangan terlalu malem, nggak baik buat kesehatan,"


"Iya... Bye!!!,"


 Huh...dasar Ilham resek...


 


...................................................


 


Bel istirahat berbunyi, Sissy memasukkan buku ke dalam tasnya, Yoga berjalan mendekati Sissy dan berdiri disampingnya, sepertinya ia merindukan Sissy saat seharian kemarin seperti tak menganggapnya.


 


"Kita ke kantin bareng, yuk...,"


Sissy menoleh ke sumber suara tersebut, seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar, bagaimana mungkin setelah seharian penuh seperti orang asing, kini tiba\-tiba ia ingin mengajaknya ke kantin bersama.


 


"Hemm... boleh,"


Mereka berjalan bergandengan bersama, Sissy melihat kevin berjalan mendekati Yoga, ia pun mengatakan sesuatu pada Yoga dengan cara berbisik, sehingga Sissy tak dapat mendengarnya.


 


"Iya.. nggak papa,"


Kevin dan Yoga berjalan bersama meninggalkan Sissy. Entah kenapa Sissy merasa sudah terbiasa dengan perlakuan Yoga seperti itu, selalu mementingkan teman diatas segalanya seakan dirinya tak berarti di matanya. Ia punya kekasih tapi semakin lama seakan ia tak dianggap olehnya.



Ia pun mengurungkan niatnya untuk pergi ke kantin dan memilih menyendiri di perpustakaan sekolah tempat favoritnya saat perasaannya sedang galau.



Sissy mengambil sebuah majalah remaja dan membukanya, ia tak membacanya hanya melihat beberapa gambar yang menurutnya kurang menarik. Sementara itu, tanpa ia ketahui Ilham juga tengah berada di perpustakaan dan mengetahui keberadaan Sissy. Ia pun duduk di samping gadis itu.


" "Hai, Sissy...," sapa Ilham.


"Hemmm...,"


Ilham melihat wajah Sissy tengah murung, seperti sedang ada masalah, hal ini membuatnya ingin mengetahui perkembangan hubungan Sissy dan Yoga.


"Loe lagi galau ya...,"


"Nggak kok, gue lagi nggak mood aja,"

__ADS_1


"Gara-gara Yoga ?,"


*Udah kayak peramal aja loe, Ham.. Tahu isi hati gue*.....



"Nggak kok...,"



"Udah nggak usah bohong deh... kalo loe sahabat gue pasti loe mau cerita,"



"Gue kesel sama saudara loe tuh...,"



"Kenapa lagi Yoga...?,"



"Gue kesel aja, tiap kali dia ngajakin jalan terus ada temennya, eh.. malah gue yang dicuekin, dia lebih mentingin temennya, udah dua kali gue diginiin,"



"Oh gitu....emang gimana ceritanya"



"Pertama, pas dia ngajakin gue dinner, dia ketemu sama teman lamanya, eh gue dicuekin kayak obat nyamuk, dia ngobrol sama temannya berjam\-jam kayak nggak nganggep dia, terus yang kedua tadi dia ngajakin ke kantin, ketemu kevin malah gue ditinggal,"


"Ya mungkin memang dia lagi ada urusan penting,"


"Ya kali....,"



Disaat Sissy sedang mengutarakan isi hatinya pada Ilham, Sheila berjalan mendekati Ilham.


"Kita makan bersama yuk," ajak Sheila.


"Gue ke kelas dulu ya, Ham....," pamit Sissy.


"Ehm.... iya,"


Sissy pun berjalan meninggalkan Ilham dan Sheila. Lagi-lagi ia merasa cemburu melihat kebersamaan mereka, kali ini ia merasa benar-benar seperti sendirian. Tak ada lagi orang yang menyayanginya.


*Di dunia ini kayaknya udah nggak ada lagi orang yang sayang sama gue... Yoga lebih mentingin temannya... Ilham jadian sama Sheila....


Bersambung*.....

__ADS_1


__ADS_2