
Yoga merebahkan diri di kasurnya, dia masih memegang ponselnya membuka media sosialnya dan mengirim permintaan hubungan "berpacaran" dengan akun media sosial milik Sissy. Tiba - tiba ia rindu dan memikirkan kekasihnya itu.
Dia sedang apa ya.... kira - kira dia sudah selesai apa belum.... Eh... di rumah Ilham kan ga ada orang cuma ada bibi saja... mereka berduaan donk...
Rasa cemburu pun membayangi pikiran Yoga, ia mendadak menjadi tidak tenang. Ia pun mengirim pesan whatsapp kepada kekasihnya tersebut.
" Sayang, gimana tugas madingnya... sudah selesai apa belum" (Yoga mengirimkan pesan.)
"Ini baru selesai, sayang...," (balas Sissy).
Ada senyum di wajah Yoga melihat balasan pesan dari Sissy, segeralah ia ganti baju dan mengambil kunci motornya untuk pergi ke rumah Ilham untuk menemui Sissy. Ia pun menstater motornya dan melaju dengan kecepatan tinggi berharap kekasihnya masih ada di sana.
.............................................
" Akhirnya selesai juga, gue puas.....," kata Sissy penuh gembira.
" Iya, sy.....," jawab Ilham.
__ADS_1
Terlihat bibi berjalan ke arah mereka membawa makanan dan cemilan, sang bibi pun mempersilahkan mereka untuk makan.
" Ini makanannya den..... monggo," kata Bibi mempersilahkan mereka makan dan kemudian pergi.
" Makasih, Bi....,"kata Ilham menoleh ke Bibi.
" Sy, loe makan dulu deh sebelum loe pulang... gue juga mau makan nih..," kata Ilham mempersilahkan Sissy makan.
"Iya, makasih...," jawab Sissy.
Sissy pun mengambil semangkuk bakso dan memakannya. Ia menatap Ilham yang sedang makan, terdengar suara hentakan kaki yang semakin dekat dengan mereka. Ilham pun melihat Yoga yang menghampiri mereka.
" Eh bro, sini gabung dengan kita," ajak Ilham.
" Gue ke dalam dulu, ya... mau mandi," kata Ilham agar ada alasan untuk untuk meninggalkan mereka berdua.
Sissy menganggukkan kepala, Ilham pun segera melangkah ke dalam rumah.
" Sayang, kita duduk disana yuk...," kata Yoga sambil menunjuk tepi taman yang ada kursinya.
" Iya...," jawab Sissy singkat.
Mereka pun berpindah tempat, Yoga berfikir agar bisa berduaan dengan kekasihnya.
__ADS_1
" Gimana, kamu capek nggak", tanya Yoga membuka perbincangan.
" Nggak kok... ," Jawab Sissy melayangkan senyum pada Yoga.
Tiba \- tiba tangan Yoga bergerak ke belakang Sissy yang sedang duduk hingga Sissy ada dipelukannya.
" Maaf ya, sayang aku tadi kesini nggak bilang, aku kangen banget sama kamu," kata Yoga memberi penjelasan.
" Iya , sayang...," jawab Sissy.
Tangan Yoga masih memeluk Sissy, jemarinya memainkan rambut Sissy. Ia melihat sekeliling, belum ada kemunculan Ilham. Dengan penuh keberanian, Yoga memegang dagu Sissy dan berniat menciumnya. Ketika jarak bibir mereka hanya berjarak lima centi saja, tiba - tiba handphone Yoga berbunyi mengagetkan mereka, alarm di ponsel Yoga yang biasanya dipakai untuk mengingatkannya bangun tidur berbunyi. Biasanya ini adalah jam tidur siang Yoga, tapi demi kerinduannya ia mendatangi Sissy.
Yoga pun mematikan ponselnya dengan geram, mereka batal berciuman.
Di samping pintu berdiri Ilham yang melihat Yoga memeluk Sissy, hatinya mendadak sakit, tetapi ia sadar jika Sissy tidak mencintainya dan menganggapnya sebagai sahabat, dia hanya mencintai Yoga. Ia pun masuk ke dalam agar tidak melihat mereka yang sedang bermesraan.
" Udah mau maghrib nih, aku anter pulang ya, sayang," kata Yoga menawarkan diri.
Sissy menganggukkan kepala, mereka pun berpamitan pada Ilham dan segera pulang karena hari mulai petang.
__ADS_1