Pilihan Hati Sissy

Pilihan Hati Sissy
Nilai jelek


__ADS_3

 


Bu Siska meninggalkan kelas lima belas menit sebelum jam istirahat karena beliau mendadak ada keperluan, sang ketua kelas membagikan hasil ulangan fisika yang tadi telah dikerjakan, seperti yang sebelumnya Yoga selalu mendapat nilai terbaik.


Sissy menerima kertas ulangannya, ia melihat nilainya yang sangat jelek, dibawah standart. Hal ini membuatnya malu karena ia akan mengikuti remidi keesokan harinya, hal ini membuat ia canggung saat Yoga melihatnya, lagi-lagi ia harus dihadapkan permasalahan seperti ini, berpacaran dengan teman sekelas memang membuat hati tak nyaman jika dihadapkan persoalan seperti ini.


Lima belas menit sebelum jam istirahat dimanfaatkan Yoga untuk mendekati Sissy. Ia pun menyuruh Lina mengosongkan tempat duduknya agar ia dapat mendekati Sissy.


 


"Hai sayang, dapat nilai berapa kamu?,"


 


Jlep!!! Seketika muka Sissy menjadi pucat, ia pun menunjukan kertas ulangannya pada Yoga.


 


"Hah.. kok bisa sih kamu dapat nilai segini, padahal ini soalnya gampang banget lho.. aku aja dari SD sampai sekarang nggak pernah dapat nilai segini,"


 


Keringat dingin mengucur deras di tubuh Sissy. Ingin sekali ia menyuruh pergi lelaki yang ada disampingnya itu.


 


"Iya kemarin aku nggak belajar. Hehehe...,"


"Kurangi baca novel, perbanyak baca buku pelajaran ya biar nilai kamu bagus,"


"Iya, deh...,"


 


"Beneran lho ya... masak pacarnya Yoga nilainya jelek kayak gini,"

__ADS_1


"Iya, sayang...,"


 


Yoga mengelus rambut Sissy, ia tak menghiraukan berapa pasang mata yang melihat perbuatannya tersebut, ingin sekali ia mencium gadis itu saat ini, namun ia berfikir seribu kali untuk melakukan hal itu.


 


Tuttttt....!!! bel istirahat pun berbunyi, Kevin memberikan isyarat pada Yoga untuk mengikutinya, ia pun meninggalkan Sissy dan mengikuti Kevin.


 


....................................


Sissy memilih buku diantara rak yang ada diperpustakaan, kali ini bukan novel yang ia cari, melainkan buku fisika yang saat ini tengah dipelajari dikelas.


 


 


 


Perkataanmu tadi menyakiti hatiku, tak apalah mungkin dengan itu aku akan jadi siswa yang lebih baik, diambil positifnya aja..


 Tapi mengapa kamu mengungkit soal novel yang telah menjadi separuh jiwaku...


 


Sissy mengambil satu buku fisika yang ada di rak dan membacanya. Ia memang jarang pergi ke kantin ketika jam istirahat tiba karena ia lebih menyukai perpustakaan, tempat yang tak terlalu banyak orang, tempat dimana ia biasa pergi disaat hatinya tengah gundah.


"Hai Sissy...,"


Sissy melirik lelaki yang berada di sampingnya, ia melihat Ilham ada disampingnya, tak tahu sejak kapan ia berada disitu.


 

__ADS_1


"Tumben banget loe baca buku pelajaran, biasanya aja loe bacanya novel," kata Ilham sambil melihat buku yang di pegang Sissy.


"Diem... gue lagi belajar,"


"Loe kenapa sih ? sakit ya... nggak biasanya loe kayak gini,"


"Sssttttttt!!!,"


 


Ilham pun berhenti menggoda Sissy, ia tetap duduk disamping Sissy sambil memainkan ponselnya, tak lama kemudian Sheila mendatangi Ilham membawa sebotol susu coklat hangat yang ia sembunyikan dengan cara meletakkannya dalam keranjang dan menutupinya dengan buku.


 


"Hai, kak Ilham... ini diminum susunya mumpung masih hangat," kata Sheila sambil membuka tutup botolnya.


 


Ini cewek nggak bisa baca tulisan segede itu ditembok apa ? jelas-jelas nggak boleh bawa makanan dan minuman di dalam perpustakaan, dasar cewek nggak tahu aturan.... lebay deh...


 


"Ehmmm... maaf ya dilarang membawa makanan dan minuman di perpustakaan," kata Sissy kesal melihat mereka.


"Loe kenapa sih...?," tanya Ilham.


"Lhoh... emangnya yang gue omongin salah,"


"Kita keluar aja yuk, Sheila...,"


 


"Iya,"


 

__ADS_1


Sheila dan Ilham pun keluar dari perpustakaan meninggalkan Sissy, hal ini membuat Sissy tak bisa berkonsentrasi dalam belajarnya, segeralah ia menutup buku yang ia baca. Sheila telah berhasil membuat Sissy menjadi cemburu.


__ADS_2