
Jam pelajaran telah dimulai satu jam yang lalu, nampak wajah Sissy yang berseri-seri setelah beberapa hari yang lalu terlihat tak bersemangat. Yah...itu karena tadi pagi ia melihat Ilham sudah masuk sekolah. Terlihat wajahnya yang tak setampan Yoga, akan tetapi manis senyumnya yang mampu membuat dunia Sissy berwarna. Pikiran Sissy melayang tak tentu arah, tak bisa mencerna pelajaran yang tengah diberikan bu Siska. Sementara Yoga terlihat begitu serius mendalami pelajaran yang diberikan gurunya. Bu Siska melihat Sissy yang tengah melamun, beliau pun mengajukan pertanyaan pada Sissy.
"Sissy, coba sebutkan susunan matahari," sambil menunjuk Sissy.
Jlepp...mati aku.. aku nggak tau..
"Iya bu, susunan matahati terdiri dari inti...fotosfer....ehmmm," Sambil memikir keras.
"Terus apa lagi ?,"
" Udah bu,"
Hahahha....terdengar seluruh isi kelas menertawakan Sissy, dengan wajah muramnya bu Siska memarahi Sissy.
"Anak-anak janganlah kalian meniru Sissy yang melamun saat guru sedang menjelaskan pelajaran,"
Kini semua mata tertuju pada Sissy yang ketahuan melamun dan tak bisa menjawab pertanyaan dari guru, keringat dingin membasahi tubuhnya karena malu.
"Yoga... sekarang coba kamu sebutkan susunan lapisan matahari!,"
"Susunan lapisan matahari terdiri atas Inti...fotosfer...kromosfer...dan korona," jawab Yoga dengan lancar.
l
"Bagus, Yoga.... dan kamu Sissy... jangan ulangi lagi melamun saat pelajaran dimulai,"
"Baik, Bu...,"
Bu Siska melanjutkan pelajarannya, mata Sissy pun terfokuskan dengan penjelasan yang diberikan Bu Siska, ia tak ingin mengulangi kesalahannya. Betapa malunya ia pada seisi kelas, terutama Yoga. Kini ia merasakan tak enaknya jika punya pacar satu kelas, saat posisi seperti tadi mungkin bukan hanya dia yang malu, Yoga pun mungkin juga malu karena kekasihnya ditertawakan oleh teman\\-temannya sebab ia tak bisa menjawab pertanyaan bu Siska. Ia tak nyaman dengan posisinya saat ini, bagaimana pun juga ia tak bisa selamanya menjaga image yang harus selalu baik di depan orang ketika mempunyai pacar sekelas.
....................................
Jam istirahat pun berbunyi, separuh dari isi kelas pun keluar dari kelasnya, begitupun dengan Yoga dan kevin, tanpa menghiraukan Sissy, Yoga mengajak sang sahabat untuk ke kantin bersama, kejadian memalukan di kelas tadi membuat Yoga canggung untuk berbicara dengan Sissy, sengaja ia menghindari kekasihnya tersebut.
__ADS_1
Sissy menyadari Yoga yang menghindarinya, ia pun berinisiatif untuk menengok Ilham di kelas sebelah.
Sissy menghentikan langkah kakinya di pintu kelas, ia melihat Ilham tengah becanda dengan Sheila, ia adalah adik kelasnya yang dikabarkan memiliki kedekatan dengan Ilham. Bahkan ia tak hanya sekedar becanda, Sissy melihat Sheila yang tanpa malunya menyuapi Ilham dengan makanan dari bekal yang ia bawa. Mungkin saat ini orang lain akan sependapat dengan Sissy dan mengambil kesimpulan bahwa Ilham dan Sheila berpacaran
Dasar buaya... ternyata semua cowok sama saja, padahal ku kira omongan kak Tamara di rumah sakit itu benar... ternyata....
Sissy pun mengurungkan niatnya untuk menemui Ilham, kini ia memilih pergi ke perpustakaan karena baginya disanalah tempat ternyaman tanpa melihat Yoga ataupun Ilham dan Sheila.
Sissy duduk sambil memegang sebuah novel yang tak ia baca, kembali ia termenung dalam lamunan, ia merasakan kebencian pada Sheilla, ingin sekali ia menjambak dan mencakar muka Sheilla saat tahu gadis itu tengah menyuapi Ilham makanan.
*Uhh... Dasar cewek ganjen*..
Ia membuka halaman demi halaman sebuah novel dengan kasar tanpa membacanya, ia menumpahkan semua amarahnya pada sebuah novel.
"Kalo loe marah jangan lampiasin di novel itu, banyak orang yang pengen baca novel, lagian loe nggak kasian sama yang buat novel, susah payah dia bikin, loe malah kayak gitu,"
Tak tahu sejak kapan, tiba\-tiba Sissy melihat Ilham disampingnya.
"Loe.... ngapain loe disini,"
Sissy pun tak menjawab pertanyaan Ilham, ia berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju rak perpustakaan untuk menutupi kekesalannya pada lelaki tersebut. Tak ingin kalah dari Sissy, Ilham pun mengikutinya.
"Loe kenapa sih sewot gitu sama gue, gue pikir kalo gue masuk sekolah loe bakal seneng,"
"Bukan urusan loe, minggir...!!!," kata Sissy sambil sengaja menyenggol bahu Ilham dengan keras dan meninggalkan Ilham.
"Aduh.... sakit!!!,"
Mendengar Ilham yang mengerang kesakitan membuat Sissy menengok ke arah Ilham, ia baru menyadari jika baru saja ia menyenggol bahu Ilham yang ada luka bekas kecelakaan. Dengan perasaan bersalah Sissy menghampirinya.
"Ham, maafin gue ya...,"
"Arghh... sakit....," kembali ia mengerang.
"Gue antar ke UKs ya...,"
Tanpa menunggu jawaban darinya, Sissy menggandeng Ilham berjalan menuju UKS.
Sissy mencari obat anti nyeri di kotak obat, sementara Ilham masih kesakitan dan berbaring dikasur UKS, itu semakin membuat Sissy semakin panik dan merasa bersalah.
__ADS_1
Akhirnya ia menemukan obat yang ia cari, segeralah ia memberikan obat itu pada Ilham.
"Loe minum ini dulu, ya...,"
Ilham meminum obat yang diberikan Sissy, perlahan rasa sakit di bahu Ilham mulai reda. Ternyata Sheila mengetahui apa yang terjadi pada Ilham, gadis itu pun mendatangi Ilham di UKS.
"Kamu nggak papa ?," tanya Sheila.
"Udah nggak papa, kok,"
Melihat kedatangan Sheila, Sissy menjadi tak enak hati, ia pun berpamitan untuk meninggalkan mereka berdua.
"Loe sama Sheila aja, ya... gue ke kelas dulu, udah bel masuk,"
"Enak aja loe, udah buat gue sakit kayak gini, main tinggal aja,"
"Kan udah ada Sheila, nanti kalo gue sama Sheila nemenin loe disini, kita ditegur sama guru,"
"Ehm... Sheila, kamu masuk kelas aja, biarin cewek resek ini bertanggung jawab atas perbuatannya," sambil melirik Sissy.
"Iya, deh..,"
Sheila pun meninggalkan mereka di UKS, kini tinggal Sissy dan Ilham berdua di UKS, Ilham melihat wajah Sissy yang ketakutan, terlintas ide nakal untuk mengerjainya.
"Aduh... kok makin lama makin sakit, ya,"
"Masak sih... kok obatnya nggak ngefek ya?,"
"Yaiyalah... emang obat apa yang loe kasih ke gue,"
"Ya itu.. yang buat ngeredain rasa sakit,"
"Loe pijitin tangan gue deh, biar sakitnya berkurang,"
Tanpa mengiyakan perkataan Ilham, Sissy pun meraih tangan Ilham dan memijat tangannya dengan lembut, terlihat wajah nakal Ilham yang senang mengerjai Sissy, namun Sissy tak menyadarinya dan terus memijat tangan Ilham.
"Tangan gue jadi sakit gini gara\-gara loe, dirumah gue sendirian, pembantu gue lagi pulang kampung, kakak gue ke Bali, orangtua gue masih di luar negeri.... gue nggak bisa ngapa\-ngapain dengan tangan gue yang kayak gini. Gue nggak mau tahu pokoknya nanti sore loe harus kerumah gue buat ngurusin gue, gue kayak gini gara\-gara loe,"
"Iya...,"
*Apa\-apaan sih.... loe kan masih punya Sheila*....
__ADS_1