Pilihan Hati Sissy

Pilihan Hati Sissy
Semakin melupakanmu semakin mencintaimu


__ADS_3

 


Hari ini suasana kelas sedang tegang karena sedang ada ujian. Sissy berharap kali ini nilainya bagus agar tidak memalukan lagi.


 


Ia mengerjakan ujian dengan sungguh - sungguh.


 


Hingga ujian telah usai seluruh siswa pulang lebih awal dari biasanya. Hal yang membosankan , dirumah tidak ada teman dan tentunya tidak bisa memandang Yoga.


Setidaknya Sissy berpikir hanya mengaguminya saja untuk saat ini.


 


Ia pun berjalan ke arah mobil hitam yang ia pesan dan memasukinya, lalu ia memberi mandat kepada sopir agar mengemudikan mobilnya ke alamat tujuan. Sissy menikmati perjalanan pulangnya dengan mendengarkan lagu dari handphonenya. Dari jendela ia melihat dua sejoli sedang naik motor dengan mesranya dan ternyata itu adalah Yoga dan Tyas.


 


Huh.... andai saja yang dibonceng Yoga itu gue, pasti gue bahagia sekali. Mengapa dada gue sakit ya, apa gue cemburu melihat mereka...


 


Lamunan Sissy terhenti saat mobil yang ditumpanginnya sampai di depan rumahnya.


Ia pun turun dari mobil dan membayarnya.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


 


 


Jalan - jalan di sore hari untuk menghilangkan penat memang menyenangkan dan itulah yang dilakukan Sissy sekarang, jalan - jalan di taman kota untuk sekedar mencuci mata dan melupakan kegalauannya, tibalah ia di sebuah tempat duduk kosong dan ia duduk disitu. Ia menangis tak kuat menahan rasa sakit dihatinnya.


Ia mengambil pena di tasnya dan merobek secarik kertas lalu ia mencurahkan isi hatinya pada sebuah tulisan.


 

__ADS_1


 


Ya Tuhan.... jika memang dia tidak tercipta untukku berikan aku kekuatan untuk melupakannya. Melihat Yoga dan Tyas bersama hatiku rasanya seperti terbakar...


Yoga, gue cinta sama loe, gue udah bohong kalau gue bilang tulisan itu cuma karangan doang..


 


Puas dengan tulisannya, Sissy membentuk kertas yang bertuliskan curhatannya itu menjadi seperti bola dan melemparkannya sembarangan. Plakkkk...Kertas itu mengenai kening seorang lelaki tanpa Sissy sadari, tapi lelaki itu tau dari mana asal kertas itu dan segeralah ia membuka isi kertas itu dan membacanya. Lelaki itu tertawa sampai terpingkal - pingkal, segeralah ia mendatangi gadis pelempar kertas tersebut.


 


" Hei, kalo lempar sesuatu hati - hati dong," kata Lelaki itu menegur Sissy


 


Sissy pun menoleh ke arah lelaki itu dan betapa terkejutnya ia ketika melihat lelaki itu.


 


****** deh gue itu kan Ilham, sepupunya Yoga, mana kertasnya udah kebuka lagi....


 


"Gue udah baca kertas ini, menyedihkan banget sih loe, kalo suka sama orang itu bilang ke orangnya jangan malah kayak gini," kata Ilham sambil menertawakan Sissy.


" Loe jangan ngadu ke Yoga yah tentang masalah ini, plisss," Sissy memohon pada Ilham.


 


Semoga aja dia tutup mulut, bisa kelar hidup gue kalo dia cerita ke Yoga


 


" Gue ga akan bilang ke Yoga," kata Ilham


 


Yesss,,, nah gitu donk...

__ADS_1


 


" Makasih yah....," kata Sissy sambil tersenyum padanya.


" Makasih doang..... gue ga mau," jawab Ilham.


 


Emang loe mau apaan sih dasar nyebelin


 


" Maksudnya ??? loe mau apa?," tanya Sissy


" Oke gue ga akan bilang ke Yoga soal masalah ini, tapi ada syaratnya," jawab Ilham sambil memegang pundak Sissy.


 


Apa ??? ada syaratnya... dasar cowok nyebelin


 


"Syaratnya apa ?," tanya Sissy


" Syaratnya, Loe harus mau jadi assisten gue untuk jadi tim kreatif mading. Gue tau loe berbakat nulis, makanya gue ngasih penawaran buat loe. Assisten cuma pas di kegiatan mading aja kok, itu sih kalo lor mau, kalo ga mau ya ga masalah, tinggal gue ngomong ke Yoga," jelasnya


 


Plis deh ga kebayang kalo gue jadi assisten orang nyebelin kayak dia. Tapi kalo gue ga mau...... oh tidak!!!!!


 


" Oke gue mau....," jawab Sissy setengah naik darah.


" Yesss.... mulai besok loe udah mulai jadi assisten gue.... deal....?," kata Ilham sambil mengulurkan jari jentiknya.


" Oke deal....," jawab Sissy sambil membalas jari Ilham


 

__ADS_1


__ADS_2