
Sissy meletakkan buku diary kesayangannya di tas, dia ingin menulis cerita hidupnya saat pulang sekolah di pantai kemarin. Segera ia bergegas menuju sekolah
Nampaknya ia sedang kurang enak badan, tapi ia harus tetap pergi karena ada alasan untuknya agar tetap berangkat, tentu Yoga alasan ia pergi ke sekolah.
Setibanya di ruang kelas, Sissy duduk di bangkunya sambil membaca novel favoritnnya. Dari luar kelas terlihat Angel sedang menatap dirinya dan berjalan menuju Sissy.
"Hy, Sissy bisa bicara sebentar di luar," ajak Angel sambil memegang lengan Sissy.
" Bisa...,"Sissy mengiyakan ajakan Angel.
Mereka pun berjalan keluar ruang, tiba - tiba kevin mencegat Sissy .
" Hai Sissy, gue pinjem PR loe dong, semalem gue ketiduran," kata Kevin sambil menarik lengan Sissy.
" Loe ambil di tas gue aja yah," sahut Sissy sambil berjalan meninggalkan Kevin.
Sissy dan Angel berjalan menuju taman sekolah dan membicarakan sesuatu.
"Sy, loe mau ga ikut grup dance gue buat ngisi acara pensi sekolah minggu depan sama Dita, Rurry, Selly, dan Dewi ?," ajak Angel penuh harap.
" Kenapa harus gue, gue kan ga bisa ngedance," jawab Sissy
" Gue yakin loe pasti bisa kan ada waktu 7 hari nanti kita latihan terus pasti bisa", Kata Angel sambil memegang lengan Sissy.
Ga ada salahnya sih gue ikutan, toh dirumah gue ga ada kerjaan. Lumayan bisa nambah temen......
__ADS_1
" Eh Sy, gimana kok ngelamun...," Angel menepuk pundak Sissy.
"Ok, gue mau...," jawabnya singkat
"Nah gitu dong.. besok kita mulai latihan ya nanti gue kabari lagi," ajak Angel dengan muka berbinar.
"Iya deh.... eh iya gue masuk kelas dulu ya," kata Sissy sambil menepuk pundak Angel.
Angel menganggukkan kepala dan Sissy beranjak masuk kelas, saat jarak kelas sudah dekat, ia mendengar ada anak yang sepertinya sedang membaca puisi.
Ini siapa sih yang lagi baca puisi kok gue kayak pernah tahu ya..... eitttss ini kan puisi gue..... oh my god buku diary gue..... !!!!
Sissy berlari cepat menuju kelas dan merampas diary miliknya yang dibaca kevin.
" Sorry Sissy, gue cuma mau bantu loe aja biar ga cums jadi tulisan aja," goda Kevin sambil mencubit tangan Sissy. Kali ini kelas sudah ramai sorak sorai seperti stadion sepak bola yang salah satu kubuhnya sedang goal. Tak terbayang gimana malunya Sissy sekarang.
Ngapain sih pake baca diary gue segala, mana ada dia lagi. Tuhan..... saat ini rasanya gue pengen ambless ke tanah, sumpah malu banget
"Nggak lucu tahu .....," sahut Sissy langsung duduk di bangkunya.
"Ciye-ciye ..... yang lagi berduaaan sama pujaan hati," celetuk Rendy menyoraki Sissy
Sissy diam menunduk tak berani menatap wajah Yoga, wajahnya pias menahan malu dan rasa tak enak. Hingga, bu Siska datang seisi kelas mendadak hening.
__ADS_1
" Anak - anak kumpulkan PR Kalian, hari ini saya ada rapat, kerjakan soal fisika halaman 25 nanti kumpulkan di ketua kelas, Andre tolong nanti taruh di meja saya, ya..," pinta bu Siska pada Andre.
" Iya, bu..," jawab Andre singkat.
" Baik anak-anak silahkan dikerjakan jangan berisik saya pergi dulu ," pinta bu Siska sambil melangkah keluar.
Semua siswa terdiam dan mengiyakan pinta bu Siska, mereka pun mengerjakan soal yang diberikan bu Siska. Sissy menatapi buku tanpa konsentrasi, masih malu.
" Loe norak banget sih....", Yoga membuka percakapan.
Deg... rasanya badasn Sissy sudah tidak menyentuh tanah lagi.
" Maafin gue ya, gue emang salah," jawab Sissy sok tegar tanpa menatap Yoga.
Kalimat Yoga seakan mencabik - cabik Sissy dan membuatnya patah semangat.
" Emang yang loe tulis itu beneran," tanya Yoga penasaran.
Kenapa dia harus tanya itu, ga mungkin donk kalo gue jujur sekarang
" Loe ngomong apa sih, tentu aja itu cuma karangan gue, nggak beneran kog. Maaf ya udah bikin loe malu," kata Sissy.
"Oh...," balas Yoga singkat.
__ADS_1
Ga mungkin gue cerita yang sebenernya sama dia, dia udah bilang norak. Gue takut dipermalukan, gue ga percaya diri. Gue emang cinta sama Loe, tapi menurut gue ini yang terbaik