Pilihan Hati Sissy

Pilihan Hati Sissy
Love at first sight


__ADS_3

 


Siang ini Sissy dan Lina duduk di kantin sekolah sambil minum es jeruk, mereka sudah berkenalan saat pertama kali Sissy masuk sekolah. Mereka bertukaran nomor ponsel dan ngobrol.


 


"Eh iya, gimana nih kesannya masuk di sekolah ini,"kata Lina membuka percakapan.


"Asyik Lin, anaknya baik - baik, gurunya juga baik....," balasnya.


" Aku dengar dari Kevin katanya Yoga naksir kamu... ciyeeee....,"canda Lina pada Sissy.


"Ah masak sih Lin ?,"tanya Sissy wajahnya sudah merah, jantungnya mau copot sampai tersedak es jeruk.


" Ga tau juga sih, kan aku masih katanya, kenapa sy, jangan - jangan loe juga naksir ya," goda Lina Sampai tertawa.


" Enggak kok biasa aja, eh udah mau jamnya Bu Siska nih, masuk yuk...," jawabnya sambil melirik jam tangannya.


" Ayukk.. ," jawab Lina singkat.


 


Huh... untung saja aku bisa ngeles... kalo enggak pasti gue bakal digodain Lina terus.. dan hati oh hati.... mohon dikondisikan jangan bergejolak seperti ini


Jam pelajaran sudah di mulai seperti biasa, semua mata terfokuskan pada apa yang disampaikan bu Siska, begitupun dengan Yoga dan Sissy, hingga pelajaran berakhir mereka jarang bicara.


 


\\\\


 

__ADS_1


Bintang terlihat indah menyinari malam yang syahdu, diatas loteng Sissy mendengarkan sebuah lagu beraliran jazz, memang terdengar tidak masuk akal karena Sissy sama sekali tidak menyukai musik jazz, itu alasan supaya ia bisa senyum - senyum sendiri. Terkadang cinta memang tidak bisa diterima nalar dan bahkan terlihat aneh.


Bosan dengan apa yang ia kerjakan, ia pun mengambil diary warna pink miliknya dah mencurahkan isi hatinya lewat sebuah tulisan


*Dear diary,,,,


Kenapa hatiku berkecamuk ketika ada di sampingnya. Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta ?


Kalau iya ini adalah pertama kali dalam hidupku. Aku merasa aneh ketika ada dia,


Yoga Idam Prasetya .......


 


23 April 2010


Sissy*


 


" Sy, loe lagi di loteng ga ?" (√√) Yoga memulai percakapan.


"Iya, memangnya kenapa "(√√) balasnya singkat.


" Coba loe liat jalan depan rumah loe, tapi nggak usah turun, liat dari atas aja " (√√) pinta Yoga.


Sissy pun melihat arah luar, sungguh di luar dugaan ternyata ada Yoga. Ia memakai jaket denim dan duduk di motornya. Sissy tersenyum padanya dan melambaikan tangan, tanpa membalas lambaian tangan Sissy ia menstater motornya dan melaju. Sissy kaget !!.


Kenapa cuma bentar, ga pake ngobrol dulu ga minum teh dulu... apa dia tadi cuma lewat aja ya......


Sissy semakin gundah dengan kedatangan Yoga yang cuma sebentar, akan tetapi ia senang bisa melihat wajah tampan itu lagi.

__ADS_1


kali ini ia menuliskan sebuah puisi di buku diary untuk mencurahkan isi hatinya.


Kau


Seperti hujan di sore hari


selalu aku nanti pelangi


Walau hanya sementara


tapi begitu indah


ku harap kau bisa


Membasahi kalbuku dengan segar embunmu


Temani diriku dalam cinta


Pecahkan misteri hidup ini


Ku mau...


Jangalah engkau pergi


walau hanya sebentar


Pastikan engkau kan selalu kembali


Seperti pagi yang selalu kembali


Seperti mentari yang selalu menyambut pagi

__ADS_1


Malam semakin larut, Sissy terlarut dalam puisi dan perasaannya. Yah... malam ini tak seperti biasanya, malam yang panjang, rasanya tak sabar untuk menyambut esok hari. Bertemu dengannya, bicara dengannya, duduk disampingnya dan.... banyak lagi.


Tak terasa ia tertidur memeluk diary pink kesayangannya. Tidur dalam perasaan cintanya berharap mimpi mempertemukannya dengan sang pujaan hati.


__ADS_2