
Siang ini Sissy dan Lina duduk di kantin sekolah sambil minum es jeruk, mereka sudah berkenalan saat pertama kali Sissy masuk sekolah. Mereka bertukaran nomor ponsel dan ngobrol.
"Eh iya, gimana nih kesannya masuk di sekolah ini,"kata Lina membuka percakapan.
"Asyik Lin, anaknya baik - baik, gurunya juga baik....," balasnya.
" Aku dengar dari Kevin katanya Yoga naksir kamu... ciyeeee....,"canda Lina pada Sissy.
"Ah masak sih Lin ?,"tanya Sissy wajahnya sudah merah, jantungnya mau copot sampai tersedak es jeruk.
" Ga tau juga sih, kan aku masih katanya, kenapa sy, jangan - jangan loe juga naksir ya," goda Lina Sampai tertawa.
" Enggak kok biasa aja, eh udah mau jamnya Bu Siska nih, masuk yuk...," jawabnya sambil melirik jam tangannya.
" Ayukk.. ," jawab Lina singkat.
Huh... untung saja aku bisa ngeles... kalo enggak pasti gue bakal digodain Lina terus.. dan hati oh hati.... mohon dikondisikan jangan bergejolak seperti ini
Jam pelajaran sudah di mulai seperti biasa, semua mata terfokuskan pada apa yang disampaikan bu Siska, begitupun dengan Yoga dan Sissy, hingga pelajaran berakhir mereka jarang bicara.
\\\\
__ADS_1
Bintang terlihat indah menyinari malam yang syahdu, diatas loteng Sissy mendengarkan sebuah lagu beraliran jazz, memang terdengar tidak masuk akal karena Sissy sama sekali tidak menyukai musik jazz, itu alasan supaya ia bisa senyum - senyum sendiri. Terkadang cinta memang tidak bisa diterima nalar dan bahkan terlihat aneh.
Bosan dengan apa yang ia kerjakan, ia pun mengambil diary warna pink miliknya dah mencurahkan isi hatinya lewat sebuah tulisan
*Dear diary,,,,
Kenapa hatiku berkecamuk ketika ada di sampingnya. Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta ?
Kalau iya ini adalah pertama kali dalam hidupku. Aku merasa aneh ketika ada dia,
Yoga Idam Prasetya .......
23 April 2010
Sissy*
" Sy, loe lagi di loteng ga ?" (√√) Yoga memulai percakapan.
"Iya, memangnya kenapa "(√√) balasnya singkat.
" Coba loe liat jalan depan rumah loe, tapi nggak usah turun, liat dari atas aja " (√√) pinta Yoga.
Sissy pun melihat arah luar, sungguh di luar dugaan ternyata ada Yoga. Ia memakai jaket denim dan duduk di motornya. Sissy tersenyum padanya dan melambaikan tangan, tanpa membalas lambaian tangan Sissy ia menstater motornya dan melaju. Sissy kaget !!.
Kenapa cuma bentar, ga pake ngobrol dulu ga minum teh dulu... apa dia tadi cuma lewat aja ya......
Sissy semakin gundah dengan kedatangan Yoga yang cuma sebentar, akan tetapi ia senang bisa melihat wajah tampan itu lagi.
__ADS_1
kali ini ia menuliskan sebuah puisi di buku diary untuk mencurahkan isi hatinya.
Kau
Seperti hujan di sore hari
selalu aku nanti pelangi
Walau hanya sementara
tapi begitu indah
ku harap kau bisa
Membasahi kalbuku dengan segar embunmu
Temani diriku dalam cinta
Pecahkan misteri hidup ini
Ku mau...
Jangalah engkau pergi
walau hanya sebentar
Pastikan engkau kan selalu kembali
Seperti pagi yang selalu kembali
Seperti mentari yang selalu menyambut pagi
__ADS_1
Malam semakin larut, Sissy terlarut dalam puisi dan perasaannya. Yah... malam ini tak seperti biasanya, malam yang panjang, rasanya tak sabar untuk menyambut esok hari. Bertemu dengannya, bicara dengannya, duduk disampingnya dan.... banyak lagi.
Tak terasa ia tertidur memeluk diary pink kesayangannya. Tidur dalam perasaan cintanya berharap mimpi mempertemukannya dengan sang pujaan hati.