
Ilham telah menyelesaikan pekerjaannya setengah jam yang lalu, akan tetapi ia masih berpura-pura belum menyelesaikan pekerjaannya dengan maksud agar ia bisa bersama Sissy lebih lama lagi. Sementara itu Sissy memainkan ponselnya sembari menunggu Ilham menyelesaikan tugasnya.
"Ham, loe dibantu apa nggak ?," tanya Sissy
"Nggak usah, bentar lagi selesai. oh iya, habis ini loe mau kemana ?,"
"Habis ini gue mau jalan sama Yoga, emang kenapa?,"
"Nggak papa,"
"Loe nggak jalan sama cewek loe,"
"Nggak...,"
"Kenapa,"
"Lagi nggak pengen jalan aja".
"Ham, loe jangan pulang dulu ya..."
"Emangnya kenapa,"
"Temenin gue nunggu Yoga,"
"Iya,"
Ilham pun menuruti permintaan Sissy, Ia melihat wajah gadis itu nampak imut, walaupun dihatinya pedih karena gadis yang ia cintai mencintai orang lain, terlihat wajah bahagia Sissy saat melihat Yoga mendatanginya. Hati Ilham semakin sakit ketika melihat Yoga mencium pipi Sissy di depannya, rasanya ingin sekali ia menampar wajah Yoga yang dengan beraninya mencium pipi Sissy.
"Kita jalan sekarang yuk....," ajak Yoga.
__ADS_1
"Iya,"
"Bro... gue jalan dulu ya, makasih udah jagain cewek gue,"
"He'em...,"
Yoga dan Sissy pun berjalan meninggalkan Ilham, kini Ilham kembali merasakan remuk di dadanya melihat gadis yang ia cintai bahagia bersama orang lain.
Sampai kapan loe nyiksa gue kayak gini, sampai kapan gue ngeliat loe bahagia sama orang lain, bukan sama gue....
.....................
Yoga mematikan motornya, ia berhenti di depan kedai masakan padang untuk mengajak Sissy makan bersamanya. Ia menggandeng tangan kekasihnya itu dan berjalan masuk ke kedai tersebut.
"Sayang, kamu mau makan apa," tanya Yoga
"Lho kok gitu,"
"Ya... biar aku bisa ngerasain masakan kesukaan kamu,"
"Oh gitu ya... yaudah aku pesan dulu,"
"Iya,"
Yoga pun beranjak dari tempat duduknya, mendatangi pelayan agar segera mengantarkan pesanannya, ia memesan Dua piring nasi rendang dan dua es jeruk, kemudian ia kembali ke mejanya bersama Sissy menunggu pesanannya datang.
"Sayang aku boleh nanya sesuatu, nggak,"
"Nanya apa ?,"
"Kamu nggak ada perasaan apa-apa kan sama Ilham,"
__ADS_1
"Kenapa kamu tiba-tiba nanya itu ?,"
"Jujur.. aku cemburu kalau kamu dan Ilham terlalu dekat..,"
"Kamu tenang aja.. aku sama dia cuma sahabatan... lagi pula dia kan udah punya cewek,"
"Oh ya...,"
"He'em..,"
Pelayan mendatangi meja mereka, mengantarkan menu yang telah dipesan oleh Yoga.
"Ternyata makanan kesukaan kamu dan aku sama, ya...," kata Sissy.
"Oh ya....,"
"Iya,"
"Yaudah... kamu makan dulu deh,"
"Iya,"
Yoga dan Sissy pun menyantap makanan yang ada di piring mereka, Sissy menyukai cara makan pria didepannya, ia terlihat begitu tampan saat makan. Dilihat dari sisi manapun Yoga tetap terlihat keren. Ketampanan yang dimiliki Yoga mampu membuat Sissy melupakan perlakuan Yoga yang seringkali mengabaikan dirinya jika ada temannya.
Yoga dan Sissy telah menyelesaikan makannya, sejenak mereka terdiam, dilihatnya Yoga yang sedang sibuk mengoperasikan ponselnya.
Pasti lagi sibuk balesin pesan temannya, mulai deh aku yang dicuekin....
"Ehm... sayang, pulang yuk...," ajak Sissy.
"Iya sayang.. bentar ya,"
Yoga melanjutkan kesibukannya membalas pesan temannya sebelum akhirnya ia mendatangi kasir untuk membayar makanan mereka.
Yoga menggandeng tangan Sissy dengan lembut dan berjalan menghampiri motornya, ia pun menghidupkan motornya dan membonceng Sissy. Sepanjang perjalanan pulang Sissy memeluk pinggang Yoga dengan lembut.
__ADS_1