
...****************...
Miya merasa senang karena sempat curiga dengan harith yang tak bisa di hubungi. Malah kini rajin menghubungi nya kembali. Rasa khawatir dengan harith jika tak ada kabar adalah hal yang paling menyebalkan buat Miya selama menjalin hubungan percintaan dengan harith. Sore harinya saat miya sudah janjian sama ayahnya untuk jalan jalan usai pulang kerja. Akhirnya Miya mampir ke dealer motor dekat rumah ayahnya.
" Silahkan kak?! Mau pilih motor apa?!" tanya sales motor kepada Miya.
" Aku mau cari motor matic buat ayah aku mba. Cari yang kursi dan jok motor nya nyaman. Biar ayah aku berkendara dengan nyaman dan aman" ujar Miya mendeskripsikan tentang motor yang ingin belikan buat ayahnya.
" Oh motor yang lagi viral aja kak. Motor nya lagi banyak di gandrungin oleh anak muda dan orangtua. Bukan hanya tempat duduk yang nyaman. Tapi juga aman dan nyaman buat pengendara dan yang di bonceng juga" ujar sales memberikan brosur harga motor kepada Miya dan ayah nya.
" Kamu kesini mau beli motor baru ya Miya?!" ujar ayahnya Miya berkomentar.
" Iya aku mau belikan motor buat ayah. Soalnya motor ayah sudah tak layak pakai. Mending motor ayah buat peranti ibu ke pasar aja ya. Nanti kita beli yang baru Saja. Gimana menurut ayah?!" ujar Miya menjelaskan.
' Tidak usah repot-repot Miya!! Motor ayah kan masih bagus!! Gak pernah turun mesin ataupun mogok. Kalo sudah ketinggalan zaman wajarlah. Motor ini menemani ayah dari zaman ayah masih bujang hingga sekarang" ujar ayahnya Miya bercerita.
" Tolonglah ayah!! Mau ya mengabulkan permintaan aku untuk menerima kado dari aku" ujar Miya memaksa.
" Ayah gak mau merepotkan kamu Miya!!" ujar ayah merasa sedih.
...****************...
Miya merasa sedih mendengar ucapan ayahnya yang lebih sayang dengan motor jadul milik ayahnya. Di bandingkan dengan kenyamanan ayah saat berkendara.
" Ayah,aku ingin membelikan ayah motor baru bukan ingin menjual motor ayah yang jadul ini. Tapi motor lama ayah buat aktivitas ibu pergi ke pasar." ujar Lolita memberitahu.
__ADS_1
" Owh begitu. Ayah pikir kamu ingin ayah membeli motor baru. Ayah mana punya uang sebanyak itu. Ayah punya tabungan juga mau pergi haji dan juga buat biaya pernikahan kamu dan harith nanti " ujar ayahnya Miya bercerita.
" Aku baru dapat bonus dari kantor aku. Daripada buat makan dan pergi liburan. Aku mau membelikan ayah motor untuk kita berkendara saat berangkat dan pulang kerja. Jangan khawatir soal uang ya ayah. Apalagi soal biaya pernikahan aku dan harith nanti" ujar Miya sambil menitikkan air mata.
" Sudahlah duit nya kamu simpan saja. Kamu kan gak pernah jalan-jalan ke tempat wisata yang indah seperti anak muda yang lainnya " ujar ayah berkomentar.
" Kalo soal jalan-jalan itu bisa tahun besok. Aku pengen tahun ini membelikan ayah motor baru. Kan motor bisa buat kita berangkat dan pulang kerja ayah" ujar Miya sambil memohon kepada ayahnya.
" Ayah tidak mau jadi orangtua yang membebankan anak. Ayah juga ingin melihat kamu bahagia. " ujar ayahnya Miya menangis.
" Aku lebih bahagia jika melihat ayah dan ibu bahagia dan tersenyum kepada aku. Karena buat aku kebahagiaan aku itu keluarga yang di dalamnya ada ayah dan ibu" ujar Miya memeluk erat tubuh ayahnya.
...****************...
Miya dan ayahnya menangis tatkala saling ingin berbagi kebahagiaan tanpa ingin menjadi beban satu sama lain. Ayah pun akhirnya mengabulkan permintaan dari Miya untuk menerima hadiah motor baru.
" Alhamdulillah!! Terimakasih ya ayah atas semua support dan rasa kasih sayang terhadap aku dan ibu. Terimakasih juga sudah jadi tulang punggung di keluarga kita. Kasih sayang dan perhatian ayah dan ibu takkan bisa ternilai dan takkan bisa tergantikan oleh aku yang hanya anak yang ingin membahagiakan ayah dan ibu" ujar Miya sambil merangkul tangan nya ayahnya sambil memilih sepeda motor yang ayah inginkan.
" Semoga amal kebaikan kamu di balas sama Allah ya sayang!!" ujar ayahnya Miya tersenyum.
" Ammiin.. Semoga aku selalu bisa membahagiakan ayah dan ibu sampai aku punya anak cucu nanti nya" ujar Miya terharu.
" Kalo bisa beli sepeda motor nya kredit saja. Kan uangnya bisa kamu save buat keperluan lain" ujar ayah berkomentar.
" Tidak ayah!! Motor kredit jatuhnya lebih mahal. Lebih baik beli cash. Biar aku tenang dan aman. Gak mikirin cicilan tiap bulan" ujar Miya berkomentar.
__ADS_1
" Hemmmmm.. iya juga sih. Ya terserah kamu deh. Ayah nurut dengan apa yang kamu inginkan dan katakan. Selama tak merugikan apalagi menghabiskan semua uang tabungan kamu selama ini bekerja " ujar ayah Miya memberi nasihat.
" Iya santai dan selow aja ayah. Tak perlu khawatir sama aku" ujar Miya sambil tersenyum.
...****************...
Usai memilih motor yang sesuai keinginan ayah dengan budget tak terlalu mahal. Akhirnya mereka menandatangani semua berkas dan formulir untuk membeli satu unit motor cash.
" Alhamdulillah Akhirnya semua keinginan aku tercapai di tahun ini. Semoga ayah dan ibu sehat terus ya. Biar kita tetap kompak bersama" ujar Miya memberitahu.
" Ya semoga rejeki dan kebaikan kamu kepada ayah dan ibu di balas jutaan kali lipat oleh Allah ya. Terimakasih sudah sangat perhatian sama ayah dan ibu. Maafkan jika ayah dan ibu belum jadi orangtua yang baik" ujar ayah berkomentar.
" Aammiin.. ya udah semua nya udah selesai dan beres. Waktunya kita pulang. Jangan kasih tahu ibu ya. Biar surprise. Pasti nanti ibu akan kesenangan dan kegirangan hingga melompat jika tahu ayah beli motor baru" ujar Miya bercerita.
" Ya seperti nya begitu. Apalagi ayah memilih motor yang sesuai dengan keinginan ibu kamu. Dengan warna yang ibu kamu suka. Pasti ibu kamu akan bahagia " ujar ayah Miya menjelaskan.
" Ya semoga ibu gak pingsan aja kalo nanti nanya dapat duit dari mana beli motor baru dengan cash. Kalo bisa ayah bersandiwara ya. Kalo ibu nanya bilangnya aja belum motor kredit aku yang nyicil." ujar Gatot membuat strategi.
" Oke siap anak kesayangan ayah dan ibu " ujar ayahnya Miya sambil tersenyum.
" terimakasih ya ayah dan ibu sudah menjadi orangtuaku yang terbaik " ujar Miya memuji orangtuanya.
" Ya sama sama ya miya. semoga kamu selalu bahagia selalu " ujar ayah Miya mendoakan yang terbaik untuk Miya.
...****************...
__ADS_1
Usai membayar motor baru dengan transfer. Akhirnya ayah dan miya mampir dulu ke tukang sate,gulai dan tongseng langganan mereka. Meminta makanan di bungkus agar bisa makan bersama ibu. Jadi ibu takkan kelihatan bersedih apalagi merasa kesepian.