PINGAL

PINGAL
bab 9. Harta Paling Berharga


__ADS_3

...****************...


Malam ini sungguh indah dan luar biasa buat Miya dan Harith. Sepasang kekasih yang memadu kasih. Menjalani hubungan percintaan jarak jauh tak membuat perasaan dan sikap mereka menjadi berubah. malah semakin cinta. Jam lima pagi harith bangun karena alarm berbunyi. Lalu bersiap untuk berangkat ke Bandung. Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dengan lembut.


" Kapan kamu tiba ke rumah Harith?!" tanya ayahnya Miya.


" Eh ayah!! Maaf aku tadi malam tak meminta ijin buat menginap soalnya katanya miya bahwa ayah dan ibu sudah tertidur pulas " ujar harith memberitahu.


" Hehehe.. Iya semalam ayah dan ibu lelah sekaligus senang karena semalam bertiga. Ayah,Miya dan ibu pergi makan malam di luar. Sudah lama tak pergi keluar bertiga. Kalo tahu kamu akan kesini mah pasti ayah ajakin" ujar ayahnya Miya memberitahu.


" Iya Miya semalam juga sudah cerita. Bahwa semalam cari kado buat putri untuk kondangan ke acara pernikahan nya. " ujar harith berkomentar.


" Kamu gak mau ngopi atau sarapan dulu gitu harith?! Kan sudah lama kita gak mengobrol bersama?!" ujar ayahnya Miya menawarkan makanan dan minuman kepada harith.


" Lain kali aja ya ayah. Aku mau berangkat kerja dulu. Aku pamit ya. Salam buat Miya dan ibu" ujar harith berpamitan sambil mencium punggung tangannya ayah nya Miya.


" Iya nak harith. Nanti ayah akan sampaikan salam kamu sama mereka. Hati-hati di jalan ya. Kamu kesini naik apa?!" tanya ayah nya Miya penasaran.


" Aku kesini nebeng sama temen kantor. Ini sekarang lagi nunggu di jemput dia" ujar harith menjelaskan.


...****************...


Tak lama kemudian temen kantor nya harith datang untuk menjemput nya untuk berangkat kerja. Semalam saat harith sudah tertidur pulas. Miya terbangun karena ingin ke toilet. Lalu Miya memberikan kado yang tadi telah di beli bersama ayah dan ibunya. Saat sarapan pagi bersama di rumah orangtua nya Miya. Hari ini spesial karena ayah yang memasak.


" Hemmmmm.. ayah?! Gak salah nih?! Ayah sudah bangun jam segini?!" ujar ibunya miya meledek suaminya.


" Iya. Ayah tadi jam lima pagi gak bisa tidur lagi. Ya udah deh ayah bikin nasi goreng dengan bahan-bahan makanan yang ada di kulkas" ujar ayahnya Miya usai masak dan mencuci piring.

__ADS_1


" Hehehe.. ih ayah so sweet banget sih. Aku jadi pengen punya suami kaya ayah yang romantis dan perhatian juga jago memasak" ujar Miya memuji ayahnya.


" Hehehe.. biasa aja sih ayah. Gak merasa hebat. Oh ya kok kamu gak ngasih tahu ayah bahwa harith semalam menginap?! Ayah tadi pagi sempat mengobrol sebentar Dengan nya. Tapi tadi ayah ajakin sarapan tapi harith menolak soalnya mau berangkat kerja bareng temen kantor nya" ujar ayah Miya bercerita.


" Iya semalam harith datang usai ayah dan ibu sudah tidur. Aku mau bangunin kalian tapi gak tega. Ya udah akhirnya aku yang menemani nya ngobrol sampai jam dua belas malam. Terus harith pengen menginap di rumah. Eh malah memilih tidur di sofa bangku ruang tamu " ujar Miya bercerita.


" Iya ayah terbangun tadi pagi karena bunyi alarm berbunyi. Pas ayah tengok harith sedang merapikan selimut. Lalu mandi dan berganti pakaian seragam terus pakai kado jaket yang kamu belikan Miya buat harith" ujar ayah Miya memberitahu.


" Alhamdulillah kalo harith sudah memakai jaket yang aku berikan untuk nya. " ujar Miya tersenyum.


" Ya gak mungkin lah harith tak suka dengan kado pemberian kamu Miya" ujar ibunya miya berkomentar.


...****************...


Usai sarapan pagi bersama. Lalu seperti biasa ayah mengantarkan Miya ke kantor dengan sepeda motor butut milik nya dari zaman Miya masih sekolah dasar hingga sekarang. Lalu terbesit dalam pikiran Miya untuk membelikan ayahnya sepeda motor yang baru usai pulang kerja nanti. Sesampainya di kantor nya Miya.


" Enggak kok. Emangnya ada apa?! Kamu ada perlu kah?!" jawab ayahnya Miya perhatian.


" Nanti sore temani aku yuk. Hanya kita berdua saja. Aku mau beli sesuatu. Tapi aku butuh saran ayah" ujar Miya memberitahu.


" Oke boleh. Kabarin ayah ya. Biar gak jemput lama kamu di kantor " ujar ayahnya Miya sambil tersenyum.


" Iya ayah. Terimakasih sudah mengantarkan aku berangkat dan pulang kerja " ujar Miya sambil mencium punggung tangannya ayah nya.


...****************...


Jam istirahat makan siang tiba. Saat miya sedang menikmati makan siang bersama teman kantor nya. Tiba-tiba harith menelpon sambil video call.

__ADS_1


" Lagi apa sayang?! Sudah makan siang belum?!" sapa harith kepada Miya.


" Aku lagi makan siang sayang. Kamu sendiri sudah makan siang belum?!" jawab Miya dengan senyuman manis nya.


"Aku baru selesai makan siang nih. Terimakasih ya atas kado ulang tahun nya. Sabtu besok kita dinner ya bareng ayah dan ibu kamu. Jangan lupa kasih tahu mereka ya" ujar harith memberitahu.


" Ya siap sayang. Aku yakin mereka pasti akan senang merayakan ulang tahun kamu bersama. " ujar Miya memberitahu.


" Tadi pagi pas aku mau berangkat kerja. Ayah kamu menepuk pundak aku. Awalnya aku merinding soalnya tiba-tiba aja pundak aku di pegang. Eh pas nengok ternyata ayah kamu bikin aku tegang" ujar harith bercerita sambil tertawa terbahak-bahak.


" Lagian kamu pasang alarm kenceng banget sih. Jadinya ayah terbangun. Tadi pas sarapan pagi ayah sudah menceritakan tentang kamu loh. Aku jadi merasa gak enak gak minta ijin sama ayah dan ibu kalo kamu menginap " ujar Miya menjelaskan.


" Enggak apa-apa kok sayang. Itu salah aku. Tadi pagi aku sudah meminta maaf sama ayah kamu. Eh malah ayah kamu menyuruh aku untuk ngopi dan sarapan dengan ayah kamu. Tapi aku menolak soalnya temen kantor sudah menjemput " ujar harith menjelaskan.


" Iya enggak apa-apa sayang. Ayah pun memaklumi hal itu. Kamu belain jauh dari Bandung untuk ketemu aku. Kan so sweet banget. Kamu mirip ayah aku selalu ngasih kejutan romantis " ujar Miya memuji Harith.


" Ya gimana ya?! Aku kan sama ayah kamu berzodiak sama. Sama-sama zodiak Gemini. Yang terkenal pria paling romantis sedunia " ujar harith memuji dirinya sendiri.


" Hahaha.. mulai dah sifat pede nya muncul. Bikin aku pengen ketawa ngakak" ujar Miya sambil tertawa.


" Aku suka banget kalo kamu tersenyum dan tertawa begini. Aku seperti melihat bidadari turun dari surga" ujar harith menggombal.


" wakakakak.. bisa aja gombalan kamu " ujar Miya cengar-cengir.


...****************...


Miya merasa senang karena sempat curiga dengan harith yang tak bisa di hubungi. Malah kini rajin menghubungi nya kembali. Rasa khawatir dengan harith jika tak ada kabar adalah hal yang paling menyebalkan buat Miya selama menjalin hubungan percintaan dengan harith.

__ADS_1


__ADS_2