
...****************...
selama sepuluh tahun menjalani hubungan percintaan antara Miya dan Harith. Baru kali ini Mereka mencurahkan isi hati hingga menangis tersedu sedu.
" Aku kan meminta kamu sayang buat bersabar dengan kita bertemu jarang. Agar aku bisa mengumpulkan uang buat acara lamaran dan acara resepsi pernikahan. Bukan malah kamu minta berpisah" ujar harith memberitahu.
" Kamu kan tadi bilang bahwa lelah kalo pacaran bolak balik Jakarta-Bandung. Ya udah aku ambil keputusan untuk break aja hubungan kita. Biar sama-sama saling introspeksi diri. Saling tahu apa salah masing-masing tanpa komunikasi. Biar kamu fokus dengan pekerjaan dan urusan kamu. Begitu pun juga aku" ujar Miya menahan tangisnya.
" Kalo break dulu sih aku mau. Tapi kalo gak komunikasi sama kamu. Aku gak akan bisa. Apalagi kamu tahu kan. Hubungan percintaan jarak jauh kalo tanpa komunikasi akan terasa hampa banget. Aku gak mau hidup aku seperti itu tanpa kamu. Aku gak akan bisa. Dan gak akan sanggup jika harus berpisah sama kamu" ujar harith sambil menggenggam tangan nya Miya.
" Aku lelah dengan semua ucapan kamu. Tahun lalu juga begitu. Janji mau datang ke rumah buat lamaran. Tapi kenyataannya zonk!! Apalagi sekarang janji minta kelonggaran waktu selama tiga bulan. Takut meleset lagi" ujar Miya berkomentar.
" Iya aku tahu. Mungkin janji aku sudah membuat kamu dan keluarga kamu malu juga kecewa dengan ucapan aku. Tapi kalo kali ini aku berkata sejujurnya bahwa aku akan menepati janji aku sama kamu dan keluarga kamu" ujar harith berjanji.
" Sudahlah simpan saja janji kamu itu. Jika belum mampu untuk menepati janji jangan temui aku maupun orangtuaku. Aku gak mau orangtua aku kecewa kembali" ujar Miya menjelaskan.
"Kamu harus nya support aku dong sayang!! Jangan malah kamu pengen kita berhenti untuk komunikasi. " ujar harith menjelaskan.
" Aku sedang butuh waktu sendiri. Aku ingin menjalani kehidupan normal. Aku gak mau terus menerus nanya kabar kamu terus. Aku lelah seperti itu setiap harinya. Jujur aku sangat lelah. Aku merasa tak di hargai sebagai kekasih kamu" ujar Miya menangis.
...****************...
__ADS_1
Tangisan air mata Miya menandakan bahwa Miya lelah dengan sikap Harith yang kini terlalu cuek. Apalagi menjalani hubungan percintaan jarak jauh. Selalu ada aja alasan buat harith untuk beralasan tak bisa di hubungi. Kalo dulu harith gak pernah mau banyak alasan. Selalu prioritas kan komunikasi meskipun sibuk kerja.
" Aku pergi ya!! Aku bisa jalan kaki!! Kamu gak usah mengantarkan aku pulang!! Maafkan aku!! Mungkin ini keputusan yang terbaik untuk kita agar kita bisa saling introspeksi diri masing-masing" ujar Miya sambil menahan tangisannya.
" Tolong jangan bersikap dingin terhadap aku!! biarkan aku temani kamu sampai di rumah kamu!! Agar aku tak merasa bersalah dan menyesal bahwa aku mengantarkan kamu pulang" ujar harith sambil menarik tangan nya Miya.
" Aku baik-baik saja harith!! Aku bisa melakukan semuanya sendiri dan mandiri" ujar Miya dengan mata berkaca-kaca.
" Tapi aku tahu meskipun kamu bisa melakukan nya sendiri. Aku ingin melakukan nya. Meskipun ini kesempatan terakhir aku bisa menggandeng dan menggenggam tangan halus mu" ujar harith yang berjalan kaki di sebelah nya Miya.
" Baiklah kalo kamu memaksa!! Tapi aku mohon mulai besok jangan hubungi aku apalagi bertemu ya!! Jika kamu belum sanggup untuk menepati janji. Lebih baik jangan hubungi aku" ujar Miya menjelaskan.
" Iya sayang!! Akan aku pastikan bahwa sebelum tiga bulan. Aku akan datang bersama keluarga aku. Karena aku sungguh tulus sayang dan cinta sama kamu. Aku gak mau berpisah apalagi kehilangan kamu" ujar harith memberitahu.
" Terserah kamu beranggapan aku seperti apa!! Tapi yang jelas tahun ini aku berkata bukan omong kosong lagi. Apalagi hanya janji palsu. Akan aku buktikan bahwa hanya aku yang pantas untuk jadi calon suami kamu" ujar harith menjelaskan.
" Sudahlah harith!! Aku udah gak mau dengar omong kosong kamu lagi" ujar Miya dengan tatapan judesnya.
" Pokoknya aku akan buktikan sama kamu bahwa aku akan menepati janji aku ke kamu dan orangtua kamu dan orangtua aku juga" ujar harith mencoba menyakinkan Miya.
...****************...
__ADS_1
Harith melangkah kan kaki bersama Miya. Hingga menuju rumah orangtuanya Miya. Lalu Miya masuk ke rumahnya tanpa berpamitan ataupun memberikan senyuman manis maupun kecupan manis yang biasa mereka lakukan. Setelah itu harith pergi ke minimarket untuk pulang dan pergi meninggalkan jakarta. Esok pagi harinya di rumah Miya saat sarapan pagi bersama orangtuanya.
" Tadi malam harith pulang jam berapa?!" tanya ayahnya Miya.
" Oh semalam aku dan harith ngopi dan mengobrol di minimarket dekat restoran Korea sampai jam sepuluh malam. Soalnya harith ternyata masih lapar pas kondangan ke acaranya putri. Jadi meminta aku menemani nya makan dan ngopi" ujar Miya bercerita.
" Owh begitu. Kamu baik-baik saja kan Miya?! Wajah kamu terlihat pucat dan sendu?! Apa semalam kamu habis menangis?! Apa kalian bertengkar ya gara-gara ibu menanyakan terus kapan menikah ya?! Maafkan ibu ya!!" ujar ibunya miya perhatian.
" Ah masa sih?! aku baik-baik saja kok . Mata aku sembab dan sendu karena semalam gak bisa tidur. Akhirnya aku nonton drama Korea. Cerita nya sangat sedih. Aku jadi terbawa suasana. Hingga menangis dan menghabiskan tisu" ujar Miya berbohong kepada orangtuanya.
" Owh begitu. Kamu jangan sering menonton drama Korea ah. Kalo bikin mata kamu sendu dan sembab begitu. Kan gak keliatan cantik jadinya. Ibu gak suka" ujar ibu nya Miya berkomentar.
" Hehehe.. ibu terlalu lebay aja!! Ini kan hanya sebuah hiburan bukan kenyataan!! Nanti aku pake balm buat wajah juga nanti sembab dan sendu di mata aku akan hilang" ujar Miya memberitahu.
" Ya kamu jangan terlalu banyak pikiran soal kapan nikah ya miya. Ayah dan ibu janji takkan memaksa kamu dan harith untuk secepatnya menikah. Kalo kalian merasa masih belum siap juga enggak apa-apa. Karena Menikah kalo terpaksa akan buat kalian merasa tak bahagia" ujar Ayahnya Miya menjelaskan.
" Ya ayah. Aku gak memikirkan hal itu kok. Beneran deh. Ayah dan ibu gak usah khawatir dan cemas ya" ujar Miya menyembunyikan perasaan nya.
" Alhamdulillah dan wa syukurillah kalo emang mata sembab dan sendu kamu bukan karena memikirkan kapan menikah. ibu menjadi merasa lega" ujar ibunya miya tersenyum.
...****************...
__ADS_1
Miya berbohong kepada ayah dan ibunya soal mata sembab dan sendu bukan karena menonton drama Korea. Melainkan menangis semalam karena membuat keputusan bodoh kepada harith untuk break tanpa boleh ketemu maupun berkomunikasi.