PINGAL

PINGAL
bab 7. Kembali


__ADS_3

...****************...


Obrolan malam wanita single ketika membicarakan soal pernikahan,suami dan anak. Seseru itu hingga tak sadar mengobrol sudah jam larut malam. Dan akhirnya mereka mengakhiri percakapan telepon karena besok mereka harus bekerja keras. Esok pagi harinya Miya beraktivitas seperti biasa. Sarapan pagi bersama keluarga dan berangkat menuju kantor bersama ayahnya. Sesampainya di kantor.


" Ayah, nanti sore bisa temani aku beli kado?!" ujar Miya memberitahu.


" Kado?! Dimana?! Ada yang ulang tahun kah?!" tanya ayah Miya penasaran.


" Beli kado di mall aja kali ya ayah. Kan sudah lama kita gak jalan-jalan ke mall. Sekalian refreshing. " ujar Miya bercerita.


" Oke. Baiklah. Terus pulang malam dong?! Nanti ibu mu gimana?!" ujar ayah berkomentar.


" Hemmmmm.. iya juga ya. Atau ayah kabarin ibu buat hari ini gak usah masak. Nanti malam kita makan di luar aja. Makan di mall. Kan sudah lama gak makan malam bersama di luar rumah. Nanti ayah jemput ibu saja. Nanti ketemu di depan pintu masuk mall. Aku bisa naik ojek online " ujar Miya menjelaskan.


" Oke. Siap laksanakan!! Nanti ayah kabarin ibumu. Yang semangat ya kerjanya " ujar ayah sambil berpamitan dengan Miya.


...****************...


Setelah ayah Miya berpamitan dengan Miya untuk bekerja. Lalu Miya pun masuk kantor untuk bekerja. Ayah pun menelpon ibu saat sampai di kantor nya.


" Ibu lagi apa?! sibuk kah?!" tanya ayahnya Miya.


" Sudah pasti aku sibuk dong ayah. Tumben banget nih jam segini telpon. Ada apa nih?! Pengen ngajak dinner di luar ya?!" ujar ibunya Miya meledek.


" Ayo nanti malam kita dinner bertiga sama Miya. Sudah lama gak makan malam bertiga. Gimana?! Ide yang bagus kah?!" tanya ayah Miya penasaran.


" Hemmmmm.. mau banget. Ayah jemput ibu jam berapa?! Nanti ayah jemput Miya juga?!" jawab ibu nya Miya bersemangat.


" Ayah hanya jemput ibu saja. Nanti Miya naik ojek online. Kita ketemuan di pintu masuk depan mall. Ya intinya hari ini ibu libur masak. Lagian besok hari Sabtu. Jadi masaknya besok aja" ujar ayahnya Miya berkomentar.

__ADS_1


" Iya siap ayah. Nanti jam empat sore ibu mandi dan berganti pakaian yang rapi. Biar gak maluin Miya kalo jalan sama kita ya,ayah. Duh jadi gak sabar menunggu sore hari" ujar ibunya miya berkomentar.


" Oke,Bu. Itu aja informasi nya. Ayah kerja dulu ya " ujar ayahnya Miya memberikan informasi.


" Ya semangat terus kerjanya ya ayah. " ujar ibunya miya sambil mengakhiri percakapan telepon dengan ayahnya Miya.


...****************...


Sore harinya. Usai Miya selesai bekerja. Ayahnya pun sedang menjemput ibunya di rumah. Sedangkan Miya sedang memesan ojek online lewat aplikasi. Setelah lima menit menunggu. Datanglah driver ojek online mengantarkan Miya ke mall yang ingin di jelajahi nya. Dan tak lama kemudian datanglah ayah dan ibu usai parkir motor di basemen mall.


" Miya" teriak ibu yang melihat Miya menunggu di lobby utama mall.


" Ibu" ujar Miya sambil memeluk erat tubuh ibunya.


" Ayah pikir . kalo jam segini ayah terlambat. Soalnya tadi di jalan sangat macet" ujar ayah memberitahu.


" Tidak kok ayah!! Lagian aku tak terburu-buru. Aku juga baru sampai di mall tadi di antar ojek online" ujar Miya bercerita.


" Hemmmmm.. iya sekalian beli buat harith. Kemarin aku udah beli kado buat harith. Tapi aku liat ayah jaketnya sudah kusam. Jadinya jaket yang aku belikan untuk harith di pake oleh ayah sekarang. " ujar Miya menjelaskan.


" Terimakasih ya Miya. Banyak temen kantor ayah yang bilang jaketnya kaya aktor Korea. Ayah terlihat sangat tampan katanya " ujar ayah memuji jaket yang di belikan oleh Miya.


" Iya sama-sama ayah. Kalo ayah pengen sesuatu bilang aja sama aku. Nanti sekalian beli Disini" ujar Miya sambil tersenyum melangkah bersama ayah dan ibu nya.


...****************...


Miya,ayah dan ibu berkeliling mencari kado untuk putri dan harith. Mumpung hari ini pulang kerja agak sorean.


" Bu,aku mau belikan kado buat acara pernikahan nya putri. Kira -kira yang pantas apa ya?!" tanya Miya penasaran.

__ADS_1


" Hemmmmm.. oh iya ya. Sebentar lagi putri akan menikah. Ibu juga sampai lupa mau belikan kado juga buat putri. Apalagi orangtuanya sangat baik sama kita. Ibu juga masih bingung mau belikan kado apa buat putri. Gimana kalo bed cover?! Magic com?! Blender?! Kompor?! Atau kulkas?!'" ujar ibunya miya berkomentar.


" Wah aku juga bingung Bu. Soalnya aku kan belum menikah. Jadi belum tahu mana yang lebih penting." ujar Miya memberitahu.


" Kalo kamu belikan magic com. Nanti ibu belikan bed cover untuk putri. Kan jadi biar kita beda belikan kado nya" ujar ibu menjelaskan.


" Ya udah aku belikan magic com aja buat putri. Yang model terbaru. Agar lebih mudah dan praktis putri jadi seorang istri dan wanita karir" ujar Miya menjelaskan.


" Ya,ibu sangat setuju. Ya udah kita beli yang tadi kita omongin" ujar ibu sambil tersenyum.


...****************...


Setelah muter-muter selama satu jam untuk mencari magic com dan bed cover yang di inginkan. Akhirnya Miya dan ibunya membawa barang yang di inginkan.


" Makasih ya Miya. Harusnya ibu belikan sendiri kado buat putri. Eh malah kamu bayar juga sekalian Kado yang kamu belikan untuk putri" ujar ibu merasa sangat bahagia.


" Iya enggak apa-apa kok ibu. Kan sekalian bayarnya. Alhamdulillah lagi ada duit lebih" ujar Miya memberitahu.


" Sepertinya ayah terlihat gelisah. Ada apa yah?!" tanya ibu nya Miya perhatian.


" Enggak apa-apa. Hanya saja ayah merasa sangat lapar. Soalnya makan tadi siang aja. Makan sore dan malam belum" ujar ayah nya Miya memberitahu.


' Ya udah kita makan dulu. Nanti lanjut beli kado buat harith " ujar Miya sambil melangkah menuju restoran untuk makan bersama kedua orang tua nya.


" Jangan ke restoran yang mahal ya. Soalnya kamu sudah mengeluarkan uang yang banyak buat beli kado pernikahan buat putri " ujar ibunya miya menasehati.


" Tenang saja ibu dan ayah tak perlu khawatir. Kalo aku sering-sering mengajak ayah dan ibu makan di restoran. Insyaallah nanti rejeki aku juga banyak dan berlimpah. Aku gak takut akan rejeki aku yang berkurang" ujar Miya menjelaskan.


" Masyaallah. Terimakasih ya Miya sudah jadi anak yang berbakti dan membanggakan buat ayah dan ibu. Semoga rejeki kamu lancar dan berkah. Semoga nanti kamu menikah hidup bahagia " ujar ayahnya Miya mendoakan.

__ADS_1


...****************...


Miya pun tersenyum ketika ayah dan ibunya mendoakan kebaikan dan kebahagiaan untuk nya. Rasanya gak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


__ADS_2