PINGAL

PINGAL
bab 24. Kini


__ADS_3

...****************...


Kini Miya sudah mulai memahami soal permasalahan nya dengan harith dari nasihat oleh putri. Kadang mengalah bukan berarti kalah. Tapi demi kebaikan bersama untuk menuju komitmen yang sama meskipun beda pemikiran dan beda prinsip.


" Sudah jangan bersedih Miya!! Ya selalu ada hikmah dan pembelajaran di setiap masalah yang kita hadapi. Hikmah dan pembelajaran itu tergantung dari tanggapan dan pemikiran kita sendiri" ujar putri memberitahu.


" Iya bener dengan ucapan kamu putri. Semua masalah yang terjadi pasti membawa hikmah dan pembelajaran. Mungkin kini sudah saatnya aku dan harith saling introspeksi diri " ujar Miya berkomentar.


" Kalo dalam masa saling break. Hati dan pikiran kamu mulai ikhlas dengan keadaan dan berdamai dengan keadaan. Yang terjadi bisa dua kemungkinan. Kalian akan kembali namun dengan perubahan yang lebih baik. Atau kalian akan tetap memegang prinsip dan ego masing-masing " ujar putri berargumen kepada Miya.


" Entahlah Miya!! Semakin aku memikirkan soal masa depan. Terutama soal lamaran dan pernikahan. Aku tahu bahwa harith itu akan bakalan jadi jodoh aku. Karena sudah dua tahun ini harith hanya memberikan harapan palsu untuk ke jenjang pernikahan. Namun kenyataannya zonk" ujar Miya curhat.


" Semua kembali keputusan hanya kamu dan harith yang bisa memutuskan. Karena kalian yang merasakan dan mengalaminya. Aku hanya bisa kasih saran dan pendapat saja" ujar putri menjelaskan kepada Miya.


" Itu yang membuat aku masih bimbang dan dilema. Mau lanjut atau putus?!" ujar Miya menangis histeris.


" Tanya hati kecil kamu. Jangan lupa berdoa minta petunjuk sama Allah. Insyaallah Allah akan berikan yang terbaik " ujar putri sambil mengusap punggung nya Miya.


" Iya mana ayah dan ibuku berharap banyak bahwa aku dan harith akan segera menikah. Apalagi kamu sudah menjalin hubungan percintaan dari zaman SMA hingga sekarang. Keluarga juga udah saling kenal" ujar Miya makin sedih.


" Aku tahu mungkin yang bikin kamu jadi banyak pikiran. Karena mikirnya orangtua kamu dan orangtua nya harith sudah saling kenal. Tinggal nunggu apalagi ya. Sabar ya" ujar putri ikutan bersedih.


" Ya bener banget putri. Aku sedih banget kalo ayah dan ibuku nanya kapan harith datang ke rumah buat melamar" ujar Miya sambil berurai air mata.


...****************...

__ADS_1


Putri mencoba menghibur Miya yang sedang galau karena harith. Ya namanya menjalani hubungan percintaan kadang naik turun. Apalagi menjalin hubungan percintaan dari zaman SMA. ada rasa bosan,egois apalagi kalo gak ada yang mengalah masalah bukannya terselesaikan malah tambah rumit.


" Sekarang aku nanya selama kamu pacaran dengan harith. Apa pernah harith ringan tangan atau selingkuh?!" tanya putri penasaran.


" Enggak pernah. Selama ini harith sangat baik dan perhatian. Kalo selingkuh aku gak tahu. Karena selama ini pacaran gak ada gelagat aneh dari harith" ujar Miya memberitahu.


" Oke. Apa pernah harith mengajak kamu main ke rumah orangtuanya?! Dan mengenalkan kamu sama keluarganya?!" tanya putri makin penasaran.


" Harith sering mengajak aku main ke rumah orangtuanya. Tapi kalo untuk tahun ini jarang main ke rumah orangtuanya karena kesibukan harith. Aku juga pernah di kenalin semua keluarganya harith " ujar Miya menjelaskan.


" Owh begitu. Ini pertanyaan yang agak sensitif ya?! Apa kamu pernah berhubungan intim dengan harith?! Apa yang pernah kalian lakuin selama pacaran?!" tanya putri yang menjerumuskan ke hal intim.


" Enggak. Aku dan harith tidak pernah mau melakukan hal itu. Karena aku pasti akan menolaknya. Kecuali kamu sudah menikah baru aku mau melakukan hubungan intim. Yang aku dan harith lakukan selama pacaran nonton film bioskop,makan malam, traveling." ujar Miya bercerita.


" Hehehe.. aku pernah berciuman dengan harith. Sebenarnya harith itu pacar pertama aku sekaligus ciuman pertama aku sama harith" ujar miya sambil tersipu malu-malu.


" Ah payah banget cuma ciuman doang" ujar putri sambil tertawa terbahak-bahak.


" Lah mau nya kamu apa putri?! " ujar Miya dengan mata melotot.


...****************...


Pertanyaan pertanyaan aneh dan nyeleneh dari putri. Membuat Miya geleng-geleng kepala. Ada ada saja putri mempertanyakan hal yang intim begitu. Mentang-mentang putri sudah menikah. Omongan nya ke hubungan intim Mulu.


" Ini oleh-oleh honeymoon aku. Karena suamiku tahu bahwa kita bestie. Jadi kami beli banyak oleh-oleh. termasuk oleh-oleh buat ayah,ibu dan harith ya" ujar putri memberikan buah tangan kepada Miya.

__ADS_1


" Ya Allah jadi gak enak nih. Di bawain banyak oleh-oleh dari pengantin baru. Semoga aku bisa menyusul kamu menikah ya. Aku juga pengen sesudah menikah honeymoon ke Korea Selatan. Mau ketemu sama Gong Yoo,Kim Soohyun, Hyun bin dan masih banyak yang lainnya" ujar Miya bercerita.


" Kalo honeymoon mau ke luar negeri. Kamu kudu nabung dari sekarang. Kan enak tuh jalan-jalan berdua sama suami. Apalagi status nya sudah sah dan sudah gak bakalan suruh pulang sama orangtua" ujar putri meledek Miya.


" Hahahaha.. iya bener banget ya. Eh ngomong-ngomong gimana malam pertama nih sama suami?!" ujar Miya membalas meledek putri.


" Wah,kasih tahu gak ya?! Wakakakak.. Nanti kalo aku kasih tahu kamu malah test Drive sama harith. Nanti aku kasih tahu kalo kamu sudah menikah " ujar putri sambil tertawa terbahak-bahak.


" Lah kok begitu?! Ngasih tahu kalo aku sudah menikah sih?! Kalo aku sudah menikah ngapain Nanya sama kamu?! Nanti kan aku akan merasakan sendiri " celetuk Miya kesal.


" Hahaha.. bukannya aku gak mau ngasih tahu. Soalnya takut aja nanti kalo aku kasih tahu kamu rasa nya. Kamu akan penasaran dan pengen nyobain. Enggak boleh ya" ujar putri menjelaskan.


" Hahaha.. lagian juga aku hanya bercanda kok. Gak serius nanya nya?! Hanya ingin meledek kamu saja kok putri " ujar Miya tertawa terbahak-bahak.


" Eh kirain aku malah kepo banget. wakakakak.. ternyata aku yang terlalu kepedean" ujar putri memberitahu.


" Idih,ngapain kepo!! Nanti juga kalo nikah ngerasain. Wakakakak..." ujar Miya sambil tertawa terbahak-bahak.


" Biarin nanti kalo kamu nikah aku telpon terus. Biar kamu gak bisa malam pertama sama suami" ujar putri bercanda.


" Ah itu mah gampang. Aku matiin handphone deh. Udah deh gak ada yang ganggu" ujar Miya jauh lebih canggih pemikirannya.


...****************...


Obrolan yang tadinya menangis dan bersedih berubah menjadi tawa karena ulah putri untuk menghibur hatinya Miya yang galau dan gundah gulana. Seolah-olah putri ingin sedikit mengobati rasa sakit dalam hatinya Miya. Meskipun tak membuat sembuh. Setidaknya bertemu dan mengobrol bisa membantu Miya untuk tak kembali bersedih dan menangis soal harith lagi.

__ADS_1


__ADS_2