
...****************...
Ayah dan ibunya yang melihat keakraban Miya dan Harith membuat mereka menjadi flashback ke zaman mereka masih muda dahulu. Meskipun mereka menikah karena perjodohan oleh orangtua masing-masing. Tapi Alhamdulillah masih langgeng rumah tangga sampai saat ini. Sesampainya di rumah Miya.
" Makasih ya sayang sudah mentraktir aku dan orangtua aku. Mereka terlihat sangat bahagia sekali " ujar Miya berterima kasih.
" Ya sama-sama sayang. Maaf aku gak bisa mampir ya. Soalnya besok aku mau pergi ke rumah sodara yang sakit. Sedang di rawat di rumah sakit" ujar harith berbohong.
" Ya enggak apa-apa sayang. Ini juga sudah larut malam. Pasti kamu sangat lelah. Hati-hati di jalan ya. Jangan ngebut bawa mobilnya. Kabarin aku ya" ujar Miya sambil tersenyum.
" Ya sayang. Aku pamit ya. salam buat ayah dan ibu kamu. Jangan begadang kamu buat nunggu kabar aku. Kamu harus langsung tidur " ujar Harith sambil memeluk erat tubuh nya Miya.
" Aku sayang banget sama kamu sayang" ujar Miya berbisik di telinga nya harith.
" Sama. Aku juga sayang banget sama kamu" ujar harith sambil mencium bibirnya Miya.
...****************...
Setelah Miya dan Harith bermesraan lanjut kemudian harith berpamitan dan meninggalkan rumahnya Miya menuju apartemen nya Marsha. Karena Marsha baru pulang dari Bali. Jadi merasa rindu sama harith. Tiga puluh menit lama perjalanan menuju apartemen nya Marsha. Sesampainya di apartemen nya Marsha.
" Aku datang sayang" ujar harith saat memasuki apartemen Marsha.
" Akhirnya kamu datang juga ya!! Tadinya aku mau menelpon kamu dan marahin kamu karena belum datang juga!!" ujar Marsha sambil memeluk erat tubuh nya harith.
" Hehehe.. aku sengaja gak ngasih tahu kamu kapan mau kesini. Biar aku pengen tahu kalo kamu marah sama aku gimana?!" ujar harith meledek Marsha.
__ADS_1
" Kamu sudah makan sayang?! Aku masak spaghetti bolognese loh. Agak banyak sih. Kamu mau?!" ujar Marsha menawarkan makanan kepada harith.
" Aku sudah sangat kenyang tadi makan bareng temen-temen nongkrong aku. Jadi kamu aja ya" ujar harith memberitahu.
" Yah, padahal aku masak banyak buat menyambut kedatangan kamu loh. Mana spaghetti nya enak banget lagi. Aku bikin agak pedas soal nya aku tambahin cabe rawit dikit." ujar marsha bercerita.
" Ya udah nanti aku makan kalo perut aku lapar lagi. Sekarang kamu makan aja. Biar aku temani kamu " ujar harith menjelaskan.
" okelah kalo begitu. Aku makan ya. Kita sambil mengobrol" ujar Marsha sambil menarik tangan nya harith.
...****************...
Harith menemani Marsha yang sedang makan spaghetti di larut malam. Ada kejanggalan di hatinya harith mengenai Marsha yang sekarang doyan ngemil dan makan di tengah malam seperti ini.
" Tumben banget kamu makan tengah malam begini?! Biasanya kamu paling anti makan jam segini" ujar harith berkomentar.
" Hahahaha.. bisa aja kamu. Masa pertumbuhan kan buat anak masih belia atau ABG. Kalo kamu kan sudah beranjak dewasa" ujar harith meledek Marsha.
" Ya tapi kan aku masih ABG. Buktinya tubuh aku masih imut dan mungil. Meskipun aku sudah berumur dua puluh tahun" ujar Marsha sambil tersenyum.
" Iya kamu masih imut dan mungil. Mungkin karena tubuh kamu yang imut dan mungil jadi orang menganggap kamu masih ABG. Tapi kan KTP gak bisa di bohongi " ujar harith bercanda.
" Wakakakak.. iya aku gak bisa berbohong kalo sudah berurusan sama KTP. Mau di bilang aku masih ABG juga gak akan percaya. Soalnya KTP kan menunjukkan umur berapa dan kelahiran tahun berapa " ujar Marsha menjelaskan.
...****************...
__ADS_1
Setelah Marsha selesai makan spaghetti. Lanjut Marsha makan es krim. Seperti tak ada rasa kenyang dalam perutnya Marsha.
" Kamu gak salah sayang?! Habis makan spaghetti lanjut makan es krim?!' ujar harith terkejut dengan perubahan dari Marsha.
" Hehehe.. maaf sayang. Aku masih lapar. habis makan spaghetti. Gak tahu kenapa mulut aku masih pengen ngemil lagi. Ya udah deh aku ambil es krim yang aku beli tadi di supermarket. Usai balik dari bandara. Mana lagi promo es krim yang aku suka. Jadinya aku beli banyak buat stok di apartemen. Kamu mau?!" ujar Marsha bercerita.
" Enggak. Kamu aja yang makan. Aku melihat kamu aja jujur jadi kenyang rasanya. Ya udah kamu makan yang banyak ya. Kan lagi masa pertumbuhan " ujar harith meledek Marsha.
" Hehehe.. iya kan aku masih ABG. Jadi butuh banyak asupan makanan sayang. Jangan di bully ya. Nanti aku bisa ngambek " ujar Marsha sambil menikmati es krim.
" Aku gak akan membully kamu. Hanya heran aja. Pertama kamu makan larut malam. Kedua sejak kapan kamu suka beli banyak es krim. Biasanya kamu selalu memikirkan tentang badan kamu gak mau gemuk. Seperti nya kamu agak gemukan ya?! Di Bali kulineran Mulu ya?!" ujar harith berkomentar.
" Gak tahu deh. Sekarang aku gak mikirin badan aku mau gemuk. Yang penting kalo setiap aku lapar kudu makan. Kalo gak makan jujur aku langsung badmood seketika " ujar Marsha menjelaskan.
" Wah tambah ngeri banget dong kamu. Kalo gak makan langsung badmood?! Atau jangan-jangan kamu hamil ya sayang?! Soalnya aku perhatikan pipi kamu agak chubby,badan kamu agak berisi dan payudara kamu agak membesar deh. " ujar harith memberitahu.
" Iya aku merasakan apa yang tadi kamu sebutkan. Gak tahu deh aku hamil atau enggak. Soalnya aku belum testpack. Terakhir kan kita berhubungan intim sebelum aku pergi ke Bali ya. Ya udah nanti pagi aku coba testpack " ujar Marsha usai menikmati es krim.
" Kalo beneran hamil gimana?! Kita gugurin saja ya?! Aku belum siap untuk jadi ayah" ujar harith menjelaskan.
" Apa di gugurin?! Enak amat kamu?! Mana tanggung jawab kamu dong sayang?! Berhubungan intim mau. Tapi giliran nanti kalo hasil testpack positif. Kamu nyuruh gugurin kandungan. Biar kamu bisa lepas dari tanggung jawab ya?! Jahat banget kamu sayang!" ujar Marsha merasa kesal.
" Ya bukannya begitu. Aku aja belum punya rumah. Tabungan masih sedikit. Sedangkan biaya nikah kan lumayan kalo mengadakan resepsi. Tabungan aku belum cukup sayang " ujar harith memberitahu.
" Ya kan bisa nikah di KUA. Yang penting status kita sah. Aku mah gak minta resepsi pernikahan yang mewah. Yang penting aku bisa sah menjadi istri kamu. Dan kamu sah menjadi suami aku" ujar Marsha berkomentar.
__ADS_1
...****************...
Harith takut kalo beneran Marsha hamil anaknya. Bisa gagal untuk menikah dengan miya. Sedangkan orangtuanya Miya sudah sangat berharap untuk Miya menikah dengan harith. Sedangkan harith hanya menganggap Marsha sebagai kekasih gelap nya saja.