PINGAL

PINGAL
bab 12. Malam Minggu


__ADS_3

...****************...


Lalu ayah pun menandatangani surat dan formulir beli motor baru untuk persyaratan buat BPKB dan STNK. Hari ini libur kerja karena weekend. kegiatan weekend Miya dan keluarga nya berolahraga dan bersih-bersih rumah.


" Rumah kita harus bersih. Soalnya harith mau kesini" ujar ayah memberitahu.


" Beneran nih jadi kesini?! Nanti giliran ibu masak banyak gak datang lagi" ujar ibunya miya berkomentar.


" Hehehe.. maafkan harith Bu. Bukannya mengingkari janji. Tapi harith memang lagi banyak pekerjaan. Tapi nanti sore datang ke rumah. Mau mengajak kita makan malam bersama. Jadi ibu gak usah masak" ujar Miya memberitahu.


" Owh begitu ya. Kalo ngajak kita sekeluarga makan bareng di luar enggak apa-apa. Ibu setuju banget itu" ujar ibunya miya tersenyum.


" Iya makanya ibu jangan ngejudge buruk harith dulu. Ya sekarang ibu lebih ngertiin kerjaan harith dan jarak tempuh ke rumah kita. Lumayan kan waktu perjalanan nya" ujar ayahnya Miya berkomentar.


" Hehehe.. iya maafkan ibu ya. Yang sudah terlanjur emosian" ujar ibunya miya merasa bersalah.


" Makanya ibu kurangi cepat marah nya. Ingat tidak semua orang terlihat buruk hanya karena melakukan kesalahan." ujar Miya menjelaskan.


" Ya ibu janji gak kan bersikap seperti itu lagi " ujar ibunya miya berjanji.


...****************...


Sore harinya harith datang ke rumahnya Miya untuk mengajak Miya dan keluarga nya makan malam bersama di luar. Untuk menebus kesalahannya dan merayakan ulang tahun harith yang sempat tertunda karena kesibukan pekerjaan harith sekarang.


" Assalamualaikum. Aku datang" ujar harith menyapa Miya dan keluarga nya ketika memasuki rumah orangtuanya Miya.


" Wa alaikum salam. Pucuk di cinta ulam pun tiba. Yang di tunggu datang juga" jawab ayahnya Miya sambil menyambut kedatangan harith.


" Gimana pak kabarnya?! sehat kan?!Lah Miya dan ibu kemana pak?! Kok gak keliatan?!" Tanya harith ramah.


" Alhamdulillah kabar bapak dan ibunya miya sehat wal Afiat. Miya dan ibunya sedang mandi dan berganti pakaian di kamar mereka masing-masing " jawab ayahnya Miya memberikan informasi.


" Jadi ceritanya hari ini saya mau mengajak bapak dan ibu serta Miya jalan jalan keluar sekalian makan malam di luar juga. Buat merayakan ulang tahun saya yang kemarin sempat tertunda." ujar harith menjelaskan.

__ADS_1


" Ya terimakasih sebelumnya harith sudah bersedia mau mengajak ayah dan ibunya miya buat makan malam bersama di luar rumah sekaligus buat merayakan hari ulang tahun kamu. " ujar ayahnya Miya berkomentar.


" Ya sama-sama pak. Aku merasa senang dan bahagia jika merayakan ulang tahun bersama Miya dan keluarga " ujar harith tersenyum.


...****************...


Tak lama kemudian datanglah Miya bersama ibunya menghampiri harith dan ayahnya Miya.


" Ayo kita pergi!! Aku sudah siap" ujar Miya memberitahu.


" Baiklah ayo kita pergi" ujar harith sambil berdiri dari sofa bangku di ruangan tamu.


" Ya udah kalian duluan. Ayah dan ibu mau ambil helm dulu" ujar ayahnya Miya memberitahu.


" Lah ngapain ngambil helm pak. Aku bawa mobil" ujar harith memberitahu.


" Hemmmmm,,mobil?! Kok kamu ga bilang mau bawa mobil kesini?!" ujar Miya berpendapat.


" Sengaja aku gak ngasih tahu kamu. Soalnya kalo aku ngasih tahu kamu gak surprise ( kejutan). Kalo aku ngasih tahu kamu juga pasti nanti kamu makeup tambah lama" ujar harith meledek Miya.


" Wakakakak.. ayo kita segera pergi!! Mumpung mama sudah cantik nih" ujar ibunya miya bercanda.


...****************...


Mobil harith terparkir di depan rumahnya Miya. Mobil baru yang telah di belikan oleh Marsha sebagai hari jadian selama tahun bersama harith. Miya duduk di samping harith. Sedangkan ayah dan ibunya miya di kursi tengah.


" Ih mobilnya baru?! Kamu pinjem mobil siapa?! Atau kamu nyolong mobil di dealer ya?!" ujar Miya meledek harith.


" Iya dong. Mobil baru. Pinter kan aku nyolong dari dealer mobil!!" ujar harith sambil tertawa terbahak-bahak.


" Enak juga ya naik mobil baru. Ini punya siapa harith?! Punya kamu atau punya ayah kamu?!' tanya ibunya miya penasaran.


" Owh ini milik aku ibu. Hadiah ulang tahun dari ayahku. Makanya aku berani bawa kesini setelah plat mobil turun " ujar harith memberitahu.

__ADS_1


" Kalo kamu ngapelin aku bawa mobil begini enaklah. Kalo kita nikah tinggal ambil perumahan deh." ujar Miya berkomentar.


" Iya doain saja ada rejeki buat ambil rumah di perumahan ya. Semoga di lancarkan aku mencari rejeki " ujar harith menjelaskan.


" Ammiin.. ayah doakan moga harith di lancar kan dalam mencari rejeki. Biar secepatnya menikah dengan miya dan memliki anak yang Soleh juga Soleha" ujar ayahnya Miya mendoakan.


" Aammiin.. semoga Allah menjabah doa kita yang terbaik" ujar harith sambil fokus menyetir.


...****************...


Harith mengajak Miya dan orangtuanya Miya pergi jalan-jalan ke Bandung sekalian makan malam bersama. Harith mengajak ke restoran yang biasa di singgahi nya bersama temen-temen kantor nya. Sesampainya disana...


" Jauh amat ya jalan-jalan nya. Tapi enggak apa-apa deh. Yang penting refreshing" ujar Miya bawel.


" Ya sesekali ke Bandung lah. Biar kamu tahu tempat nongkrong disini. Jangan di Jakarta Mulu" ujar harith meledek Miya.


" Tempat restoran nya bagus ya. Pemandangan nya juga bagus. Pasti makanan disini makanan dan minuman nya mahal ya harith" ujar ibunya miya berkomentar.


" Harga makanan dan minuman di restoran ini masih terjangkau. Soalnya aku kalo lagi bete suka nongkrong kesini sama temen kantor" ujar harith memberitahu.


" Tapi makanan nya Indonesia kan?! Bukan makanan yang kaya di luar negeri kan?! Soalnya ayah lidahnya tak bisa makan makanan luar negri " ujar ayah nya Miya berpendapat.


" Tenang saja ayah!! Disini restoran bisa menghidangkan makanan Indonesia dan luar negri. Tergantung selera lidah masing-masing " ujar harith menjelaskan.


" Alhamdulillah. Baguslah kalo begitu harith. Soalnya ibu juga sama kaya ayahnya Miya. Yang belum terbiasa makan makanan luar negeri " ujar ibunya miya memberitahu.


" Hehehe.. tenang saja ibu dan ayah. Gak usah khawatir soal itu. Aku juga sudah di beritahu oleh miya soal makanan apa yang di sukai dan tidak di sukai oleh ayah dan ibu. Jadi jangan khawatir ya" ujar harith bercerita.


" Hehehe.. iya ibu dan ayah gak usah khawatir soal makan di restoran ini. Karena harith sudah sering kuliner di penjuru restoran daerah Bandung. Jadi gak usah cemas ya. Insyaallah makanan di restoran ini bakalan cocok di lidah ayah dan ibu " ujar Miya menjelaskan.


" Terimakasih ya Miya dan Harith sudah sangat perhatian juga pengertian sama ayah dan ibu" ujar ayah sambil tersenyum.


...****************...

__ADS_1


Akhirnya mereka memesan makanan dan minuman sesuai dengan selera masing-masing. Karena Miya dan Harith ingin menyenangkan hati orangtuanya Miya.


__ADS_2