PINGAL

PINGAL
bab 15. Kekasih Gelap


__ADS_3

...****************...


Harith takut kalo beneran Marsha hamil anaknya. Bisa gagal untuk menikah dengan miya. Sedangkan orangtuanya Miya sudah sangat berharap untuk Miya menikah dengan harith. Sedangkan harith hanya menganggap Marsha sebagai kekasih gelap nya saja.


"Ya maafkan aku sayang!! Aku beneran belum siap jadi ayah!! Soalnya kamu tahu lah. Aku masih suka nongkrong sama temen-temen aku. Udah gitu kalo di rumah suka nya tidur seharian kalo lagi bete. Takut nya nanti kalo kamu hamil jadi berantem terus sama aku" ujar harith mencari alasan.


" Semua bisa di ubah. Asalkan kamu mau berubah. Kalo kamu masih tetap gak berubah ya kudu aku bantu berubah dengan cara sabar" ujar Marsha memberitahu.


" Iya mungkin nanti aku bisa berubah kalo kamu beneran sudah hamil ya sayang. Kalo nanti kita sudah menikah. Seriusan aku akan bersikap siaga sama kamu dan anak kita" ujar harith berjanji.


" Jangan janji doang ya. Pokoknya kamu harus tepati ucapan kamu ya. Jangan sampai kamu ingkari" ujar Marsha menjelaskan.


" Iya aku sekarang akan jadi pacar kamu yang terbaik. Akan selalu menghibur dan membuat kamu bahagia " ujar harith sambil tersenyum.


" Aku mau nya kamu jadi calon suami. Bukan pacar saja. " ujar Marsha menjelaskan.


...****************...


Esok pagi harinya Miya bersiap untuk menghadiri acara resepsi pernikahan putri. Sahabat terbaik nya Miya. Sesampainya di gedung pernikahan putri.


" Selamat ya putri. Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah" ujar Miya sambil cium pipi kiri dan kanannya putri.


" Makasih ya Miya. Sudah datang on time. Hehehe.. belum acara akad sudah datang. Kesini sama siapa?!" tanya putri penasaran.


" Aku bareng ayah dan ibuku. Mereka sangat senang saat kamu berikan undangan pernikahan buat mereka" ujar Miya memberitahu.

__ADS_1


" Selamat ya putri. Kamu cantik sekali dengan baju pengantin adat Jawa. Apalagi di paes bikin pangling banget. Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah. Bahagia terus selamanya sama suami. Secepatnya mendapatkan anak yang Soleh dan Soleha" ujar ibunya miya memuji putri.


" Ya terimakasih ya ibu. Sudah hadir dengan ayah. Yang meluangkan waktu untuk datang ke acara pernikahan aku. Ya udah kalian sarapan pagi dahulu. Biar kuat melihat acara pernikahan aku sampai selesai" ujar putri sambil menyuruh Miya dan orangtuanya untuk sarapan pagi terlebih dahulu.


" Ya nanti kami akan sarapan. Ya udah kami keluar. Takutnya malah bikin repot disini" ujar ayahnya Miya sambil tersenyum.


...****************...


Saat miya dan orangtuanya sarapan di gedung pernikahan putri sambil menunggu acara akad pernikahan. Lalu tiba-tiba datanglah harith menghampiri Miya dan orangtuanya.


" Hallo sayang!! Kamu parah banget sih gak ngasih tahu aku bahwa putri hari ini menikah" ujar harith yang panik.


" Hehehe.. soalnya dari pagi aku telpon kamu gak di angkat. Aku pikir kamu lelah habis malam Minggu bersama aku dan orangtuaku. Jadinya aku merasa tidak enak hati" ujar Miya memberitahu.


" Hehehe.. iya juga sih. Semalam aku sangat lelah sekali. Jadinya aku merasa tak enak badan. Makanya nyampe rumah langsung tepar tanpa kasih kabar kamu. Maafkan aku ya sayang " ujar harith memberitahu.


" Aku tahu nya dari alarm di pagi hari. Ada pengingat bahwa hari ini aku mau kondangan sama kamu. Tadi aku udah ke rumah kamu. Tapi kata tetangga kamu bahwa kamu dan orangtua kamu sudah pergi. Ya udah aku langsung pikir untuk ke lokasi gedung acara pernikahan putri saja" ujar harith bercerita.


" Hehehe.. kamu pinter juga sayang. Ya udah kamu ambil makan. Kita makan bareng. Sambil menunggu akad nikah nya putri " ujar Miya menemani harith mengambil makanan buat sarapan.


" Ya sayang. Makasih ya sudah sangat perhatian banget sama aku" ujar harith sambil tersenyum.


" Makan yang banyak. Kamu terlihat agak kurusan loh. Pasti lelah bekerja ya sampai kamu terlambat untuk makan" ujar Miya memberitahu.


" Ya begitulah. Banyak pekerjaan sehingga membuat aku kadang lebih baik tidur ketimbang untuk makan" ujar harith menjelaskan.

__ADS_1


" Jangan ulangi seperti itu lagi. Nanti kamu bisa sakit loh" ujar Miya mengingatkan harith bahwa kesehatan tubuh lebih penting.


...****************...


Miya pun menemani harith sarapan pagi sambil menunggu akad nikah putri. Tiga puluh menit kemudian acara akad nikah putri berlangsung khidmat. Suasana di dalam gedung pun menjadi haru dan senang.


" Ah aku baper liat putri dan suaminya usai akad nikah. Jadi kepengen segera menikah juga" ujar Miya meledek harith.


" Hehehe.. sabar ya sayang. Insyaallah tahun ini kita akan menikah. menyusul putri dan suaminya " ujar harith memberitahu.


" Aaamiin.. semoga doa kamu dan doa aku di jabahkan oleh Allah ya. Agar kita bisa menjadi suami istri ya" ujar Miya sambil tersenyum.


" Iya. ngomong ngomong kamu emang sudah siap menikah dan setiap hari ketemu aku terus?! Menyiapkan makanan buat aku?! Mencuci piring dan mencuci baju untuk aku. Sudah siap untuk melakukan hal semuanya untuk aku?!" ujar harith mempertanyakan.


"Aku akan selalu siap menjadi istri kamu. Semua kewajiban istri insyaallah akan aku lakukan. Karena memang sudah kewajiban aku nanti untuk melakukan hal itu dengan keikhlasan " ujar Miya menjelaskan.


" Owh begitu. Gimana kalo tiga bulan lagi aku akan ke rumah kamu bersama keluarga besar untuk melamar kamu ya. Kasih waktu tiga bulan buat nabung juga ya sayang " ujar harith memberitahu.


" Seriusan?! Gak ngeprank kan?! " ujar Miya meledek harith.


" Ya enggak dong sayang!! Ngapain aku ngeprank kamu. Aku serius dengan ucapan aku bahwa ingin kita hubungan nya ke jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan. Aku sudah meniatkan hati bahwa tahun in semoga di permudahkan oleh Allah agar niat kita terlaksana " ujar harith bercerita.


" Ya ammiin. Semoga bukan hanya wacana ya. Soalnya aku belum berani mengatakan hal ini sama ayah dan ibuku soalnya takutnya mereka heboh sendiri. Ntar kalo kenyataan kamu tiga bulan lagi gak ke rumah akan membuat mereka kecewa karena pemberian harapan palsu " ujar Miya menjelaskan.


" Iya juga sih. Aku makanya mengobrol hal ini sama kamu agar kamu bisa tahu dan mengingatkan kembali bahwa aku pernah berjanji sama kamu. Biar aku bisa menepati janji " ujar harith sambil tersenyum.

__ADS_1


...****************...


Miya masih merahasiakan soal pembicaraan nya dengan harith soalnya kalo di kasih tau ayah dan ibunya. Maka ayah dan ibunya miya akan heboh . Di takutkan Miya harith tak sesuai dengan janjinya. Yang ada hanya pemberian harapan palsu saja sama orangtuanya Miya. Makanya sekarang setiap ucapan harith takkan langsung di sampaikan ke orangtuanya Miya.


__ADS_2