PINGAL

PINGAL
bab 34. Tulus


__ADS_3

...****************...


Meskipun obrolan putri dan Baxia tidak menemukan solusi. Setidaknya putri mengatakan permohonan maaf yang tulus dari dalam hatinya. Kalo soal perasaan baxia yang sangat merasa kesal dan marah karena telah di permainkan oleh miya. Itu bukan tanggung jawab putri tapi tanggung jawab Miya. Malam harinya putri menelpon Miya..


" Hai,Miya?! Lagi apa?! Sibuk gak?!" ujar putri menyapa Miya.


" Hai,putri!! Aku baru kelar makan malam. Baru nyampe rumah juga. Habis pulang kerja soal tadi suruh lembur sama atasan" ujar Miya memberitahu.


" Yakin kamu sudah kuat badannya untuk lembur?! Pokoknya jaga kesehatan kamu ya Miya. Jangan sampai ngedrop. Oh ya tadi siang aku ke tempat kerja suamiku. Terus ketemu baxia. Kami terus ngobrol deh" ujar putri memberitahu.


" Hah?! Kamu ketemu baxia dan mengobrol?! Kok bisa?! Apa yang kalian obrolkan?!" tanya Miya penasaran.


" Sebelum mengobrol dengan baxia. Sempat baxia enggak mau mengobrol sama aku mungkin karena kesal dan marah karena kebohongan kita. Akhirnya suamiku turun tangan membantu dan membujuk baxia untuk mengobrol sama aku. Tanpa basa-basi aku langsung minta maaf atas perbuatan aku sama baxia. Respon nya baxia kesal dan marah sama aku dan kamu Miya karena menurut baxia kita telah mempermainkan perasaan nya" ujar putri bercerita.


" Wah hebat putri!! Kamu berani speak up soal apa yang terjadi dengan kemarin. Aku belum berani untuk mengobrol apalagi tatap muka dengan baxia. Ada rasa bersalah dan penyesalan aku terhadap baxia yang tak jujur dari awal. Aku pun tahu jika baxia punya perasaan terhadap aku. Tapi enggak mungkin aku juga melukai hatinya harith" ujar Miya berkomentar.


" Aku juga mikirnya begitu. Kalo baxia udah menyimpan rasa sama kamu Miya. Udah bener sesuai skenario. Eh malah harith datang tanpa di duga ya. Andai aja orangtua kamu enggak menghubungi harith mungkin kejadian nya gak begini" ujar putri menjelaskan.


" Yah,putri kamu kaya enggak tahu orangtuaku aja sih. Pas mereka tahu baxia maen ke rumah aja udah ngomel dan ngoceh tahu. Katanya jangan ngasih harapan ke pria lain. Nanti kalo tahu kebenarannya akan jadi penyesalan. Eh ternyata ucapan orangtuaku jadi kenyataan " ujar Miya bercerita.


...****************...


Putri dan Miya mengobrol hingga larut malam. Akhirnya mereka mengakhiri percakapan telepon dan beristirahat. Jumat sore setelah pulang kerja. Tiba-tiba saja ayahnya Miya menelpon dan memberikan kabar bahwa ijin pulang cepat karena badan kurang sehat. Akhirnya Miya pulang kerja dengan memesan aplikasi online. Tak lama kemudian datanglah harith menjemput Miya di kantor nya.


" Kamu lagi nunggu apa sayang?!" tanya harith sambil membuka kaca mobilnya.

__ADS_1


" Aku lagi nunggu driver ojek online. Baru pesen sih" ujar Miya memberitahu.


" Ya udah kamu cancel aja pemesanannya. Ayo naik ke dalam mobil. Soalnya prediksi akan hujan" ujar harith berbohong.


" Sebentar aku cancel dulu pemesanan ojek online" ujar Miya sambil masuk ke dalam mobil nya harith.


" Ayah kamu kemana enggak jemput?!" tanya harith pura-pura tidak tahu.


" Ayah mendadak sakit. Memberikan kabar sama aku setengah jam sebelum aku pulang kerja. Ya udah akhirnya aku pesen ojek online. Niatnya mau pulang cepat. Takut ayah butuh pengen makan apa gitu?! Atau pengen makan buah apa?!" ujar Miya menjelaskan.


" Kita makan dulu yah. Habis pulang kerja pasti laper. Urusan ayah nanti usai kita makan beli makanan dan buah deh buat orangtua kamu ya sayang" ujar harith sambil fokus menyetir.


" Oke lah kalo begitu. Terserah kamu aja" ujar Miya sambil mengangguk kepala nya.


...****************...


" Kok kamu bisa tahu kalo aku pulang kerja jam segini sih?! Pasti nanya sama ayah dan ibu aku ya?!" tanya Miya penasaran.


" Hehehe.. Iya. Siang hari ayah kamu menghubungi aku minta tolong buat jemput kamu. Soalnya ayah kamu mau ijin pulang cepat karena badan kurang sehat" ujar harith berkata jujur.


" Tuh kan akhirnya ngaku juga!! Makanya aku rasa ada yang aneh dengan kedatangan kamu. Apalagi kamu tanpa kabar dan tanpa menghubungi aku langsung datang tepat waktu " ujar Miya berkomentar.


" Hehehe.. Iya dah aku kan sudah mengaku. Yang penting aku sudah melakukan tugas dan perintah dari orangtua kamu. Mungkin ayah kamu menghubungi aku karena percaya kalo kamu berada bersama aku akan lebih aman" ujar harith menjelaskan.


" Kita mau makan apa?! Dan makan dimana?! Kalo bisa sih makan nya gak jauh dari rumah orangtua aku ya?! Takutnya mereka pengen apa jadinya cepat nyampe rumah" ujar Miya bawel.

__ADS_1


" Siap sayang?! Mau makan kemanapun dan makan apapun enggak jadi masalah buat aku. Yang penting makan nya sama kamu" ujar harith menggombal.


" Wakakakak.. Bisa aja nih buaya buntung kalo lagi ngerayu bikin klepek-klepek ya. Tapi sayangnya aku gak gampang kena rayu sama kamu" ujar Miya sambil tertawa terbahak-bahak.


" Aku sengaja merayu kamu. Karena aku kangen melihat kamu tertawa dan tersenyum manis di depan aku" ujar harith sambil tersenyum.


...****************...


Akhirnya harith mengajak Miya makan di pinggir jalan dekat dengan rumah orangtua Miya. Harith makan makanan di angkringan. Sedangkan Miya memesan sate ayam dan lontong. Meskipun pilihan makanan mereka berbeda. Tapi mereka makan di satu tempat.


" Tumben sayang kamu pengen makan sate ayam?! Biasanya kalo enggak makan seafood?! Pecel ayam atau angkringan?!" celetuk harith yang merasa aneh dengan sikapnya Miya.


" Lagi pengen aja aku makan sate ayam. Sudah lama enggak makan sate ayam. Pas banget Abang nya jualan. Soalnya jarang-jarang aku makan di luar. Kan biasanya ibuku masak terus. Enggak enak kalo beli makan. Nanti enggak menghargai masakan ibu" ujar Miya memberitahu.


" Iya juga sih. Apalagi ibu kamu suka ngambek ya kalo udah capek-capek masak malah beli makan di luar" ujar harith berkomentar.


" Nah itu sudah tahu. Pake segala nanya lagi. Makanya aku kalo kamu ajak makan di luar. Aku pasti makan yang jarang aku makan" ujar Miya menjelaskan.


" Hahahaha.. Kamu lucu ya kalo lagi ngobrol begini. Bikin aku gemesh dan geregetan pengen cium kamu" ujar harith meledek Miya.


" Ih mulai dah. Ngerayu dan ngegombal Mulu. Bikin aku jadi pengen jajan lagi. Hahahaha.." ujar Miya sambil menikmati makan malam nya.


" Bulan besok pas nanti kita lamaran. Kamu makeup yang cantik ya. Biar aku pangling liat kamu nanti " ujar harith berkomentar.


" Siap!! Itu mah gampang!! Yang penting jangan lupa ngasih duit buat perawatan juga lah. Pengen aku cantik tapi kalo gak ngasih duit mah hal yang percuma dan sia-sia " ujar Miya menjelaskan.

__ADS_1


...****************...


Harith pun mentransfer uang tujuh juta rupiah untuk keperluan lamaran. Dari memasak hingga makeup dan baju couple pas hari lamaran nanti.


__ADS_2