
...****************...
Putri pun senang akhirnya Miya mengikuti saran putri untuk move on dari harith dan mulai dengan mendekati diri dengan lawan jenis. Meskipun hanya sebatas teman jalan. Namun agar Miya tak larut dalam kesedihan nya yang berharap terlalu banyak kepada kepastian dari harith.
" Baxia!!" teriak putri memanggil temen kantor suaminya.
" Iya kak putri" jawab baxia menghampiri putri dan miya.
" Aku boleh nanya gak?! Kamu sebenernya udah punya pacar belum?!" tanya putri langsung to the point.
" Hemmmmm.. emangnya harus di jawab sekarang ya?!" jawab baxia merasa malu.
" Ya harus dong. Kalo kamu jomblo. Kebenaran nih ada sahabat aku yang jomblo juga. Ini sahabat aku dari zaman SMP sampai sekarang. Namanya Miya" ujar putri sambil memberikan informasi kepada baxia.
" Iya aku jomblo. Hai,Miya!! Aku baxia. Aku temen kantor nya suaminya kak putri. Lebih tepatnya aku bawahan suaminya kak putri" ujar baxia mengenal kan diri sambil memberikan tangan untuk berkenalan dengan miya.
" Hai,baxia!! Aku miya!! Salam kenal ya" jawab Miya sambil berjabat tangan dengan baxia.
" Kalo kamu ada waktu. Nanti kalo mau pulang ke rumah kabarin aku ya. Nanti aku antarkan kamu pulang" ujar baxia menjelaskan.
...****************...
Ya Allah jantung nya Miya hampir copot ketika berkenalan dengan baxia. Yang merupakan bawahan di kantor kerja nya suaminya putri. Sekarang Miya sudah gak galau lagi mengenai harith.
" Kalian gak mau berbagi nomer handphone?!" ujar putri saling meledek baxia dan miya.
" Eh iya aku lupa minta nomer handphone kamu Miya?! Boleh kah aku minta nomer handphone kamu?!" ujar baxia sambil menyodorkan handphone nya untuk di masukan nomer handphone Miya dalam kontak handphone baxia.
__ADS_1
" Iya sudah aku masukan nomer handphone aku. " jawab Miya sesudah memasukkan nomer handphone nya dalam kontak handphone nya baxia.
" Terimakasih banyak ya Miya. Aku boleh kan ngechat kamu setiap hari?! Kamu kerja dimana Miya?!" tanya baxia penasaran.
" Iya sama-sama baxia. Owh boleh kok. Asal jangan pas jam kerja ya. Ngechat aku pas jam makan siang atau jam pulang kerja ya. Aku kerja di bank keluarga daerah Kuningan" ujar Miya tersipu malu-malu.
" Wah dekat dong ya. Kapan kapan boleh dong kita makan siang bareng?!" ujar baxia sangat ramah.
" Ya boleh kok. Tapi aku hanya satu jam saja waktu istirahat nya. " ujar Miya memberitahu.
" Iya gampang itu mah. Nanti cari restoran yang dekat tempat kamu kerja saja" ujar baxia menjelaskan.
...****************...
Melihat Miya dan Baxia mulai akrab dan saling mengobrol. Membuat putri tak merasa cemas dan khawatir lagi. Karena buat putri melihat senyuman dari miya adalah kebahagiaan untuk putri.
" Hemmmmm.. boleh kok. Silahkan aja. Rumah aku terbuka untuk kamu datang ke rumah aku" ujar Miya sambil tersenyum.
" Nanti gantian ya Miya. Kamu aku ajak ke rumah aku dan aku kenalkan dengan semua anggota keluarga aku" ujar baxia memberitahu Miya.
" Hemmmmm.. gak terlalu cepat ya baxia. Kalo aku main ke rumah kamu dan berkenalan dengan keluarga kamu " ujar Miya menjelaskan.
" Ya kan hanya kenal saja. Kalo merasa nyaman satu sama lain hubungan kita dari teman bisa menjadi pacar. Lalu bisa lanjut ke tunangan dan menikah" ujar baxia bercerita.
" Iya juga sih. Kalo sekarang hanya berteman. Soalnya biar kita saling mengenal satu sama lain ya" ujar Miya berkomentar.
" Nah akhirnya kamu sudah paham. Soalnya aku paling susah di buat nyaman sama seorang wanita. Karena aku paling selektif dalam mencari calon istri. Jadi gak akan sembarangan. Apalagi keluarga aku ningrat" ujar baxia bercerita tentang dirinya dan keluarga nya.
__ADS_1
" Owh begitu ya. Kalo aku mah hanya anak yang di besarkan dari keluarga biasa aja. Jadi aku bekerja karena ingin mengangkat derajat orangtua aku. Bukan buat foya-foya duit yang aku hasilkan dari bekerja" ujar Miya menjelaskan.
...****************...
Memang baxia sangat tampan,tubuh ideal,ramah,sopan. Pokoknya idaman para wanita. Tapi terlalu membanggakan diri sendiri dan keluarga nya yang ningrat membuat Miya menjadi ilfeel untuk berkenalan dengan baxia. Akhirnya baxia bergabung dengan teman kantor yang lain. Lalu putri menghampiri Miya usai mengobrol dengan baxia.
" Gimana Miya?! Ciye tadi habis mengobrol dengan baxia?!" ujar putri meledek Miya.
" Ah,kamu mah parah putri!! Mau mengenalkan aku dengan pria yang sangat perfeksionis ( terlalu sempurna). Mendetail soal wanita apalagi membanggakan diri sendiri dan keluarga kaya nya. Yang ada kalo ke rumah aku bisa terintimidasi dah aku" ujar Miya mengeluh.
" Ah masa sih begitu?! Tapi baxia sangat sopan banget loh. Di bandingkan dengan teman kantor suamiku yang lain. Kebanyakan kelihatan jaim padahal suka selingkuh" ujar putri memberitahu.
" Tapi maaf baxia bukan tipe pria yang sesuai dengan status sosial aku. Kalo berkenalan dengan orang kaya enggak deh. Aku sadar diri siapa aku sebenarnya " ujar Miya berkomentar.
" Yah kok begitu sih Miya. Coba aja dulu berkenalan selama satu bulan. Kalo emang baxia masih terlalu sombong baru deh kamu blokir nomer handphone nya" ujar putri masih memaksa Miya berkenalan dengan baxia.
" Ah,tidak mau ah!! Ngeri aku kalo sekarang kenalan sama baxia,pria yang sangat perfeksionis. Ke banting sama aku yang biasa aja" ujar Miya berkomentar.
" Please, dong Miya!! Tolong wujudkan keinginan aku!! Ya gak berharap baxia bakalan jadi calon suami kamu. Setidaknya buat temen happy kamu Miya. Buat temen kondangan atau temen nonton film di bioskop " ujar putri sambil tersenyum.
" Wah ngaco kamu putri!! Ogah ah!! Aku udah ilfeel dengan baxia. Bagaimana aku mau ada rasa kalo baxia terlalu menyombongkan tentang hidupnya dan kehidupan keluarga nya. Sedangkan aku perintis bukan pewaris" ujar Miya berkomentar.
" Tapi sih kalo kamu jadi istri baxia akan jadi nyonya besar. Jadi kamu gak usah capek kerja. Baxia punya banyak perusahaan,banyak properti rumah, banyak sawah juga loh." ujar putri bercerita tentang harta kekayaan baxia dan keluarga nya.
" Sabodo teiung ah!! ( bodo amatan)!! Aku bukan wanita murahan yang gila harta!! Aku wanita yang pekerja keras dan punya harga diri!!" ujar Miya keras kepala.
...****************...
__ADS_1
Terjadi perdebatan hebat antara Miya dan putri dalam membahas soal baxia yang menjadi calon untuk berkenalan dengan miya. Putri ingin Miya punya temen buat bersenang-senang. Agar Miya bisa melupakan masalah nya dengan harith. Karena kalo membahas tentang harith. Miya selalu bersedih dan bergalau ria lagi. Makanya putri akan berusaha untuk mencomblangkan Miya dengan banyak pria.