PINGAL

PINGAL
bab 35. Persiapan


__ADS_3

...****************...


Harith pun mentransfer uang tujuh juta rupiah untuk keperluan lamaran. Dari memasak hingga makeup dan baju couple pas hari lamaran nanti.


" Kamu enggak salah transfer uang ke rekening aku?!" ujar Miya yang terkejut dengan nominal yang di transfer oleh harith.


" Kenapa sayang?! Masih kurang kah?! Nanti aku transfer lagi kalo aku gajian ya" ujar harith sambil menikmati makan malamnya.


" Enggak kurang sih. Tapi ini banyak banget tahu!! Aku balikin aja ya. Aku butuh separuhnya aja. Aku juga punya tabungan kalo acara lamaran" ujar Miya memberitahu.


" Enggak usah di transfer sayang. Itu rejeki kamu karena sabar menghadapi aku dan sabar menunggu aku buat memutuskan untuk melamar kamu" ujar harith menjelaskan.


" Seriusan nih?! Aku enggak usah transfer kamu?! Enggak menyesal transfer duit aku segitu?!" ujar Miya mempertanyakan.


" Ya seriusan. Kamu masak jangan yang ribet ya buat keluarga aku nanti. Aku enggak mau kalian jadi capek " ujar harith memberitahu.


" Ya santai aja. Enggak akan capek. Paling nanti aku minta tolong sama tetangga buat memasak di acara lamaran. Jadi aku enggak akan buat ibu aku capek" ujar Miya menjelaskan.


" Nah kalo itu aku setuju. Mending meminta tolong tetangga buat masak " ujar harith berkomentar.


...****************...


Setelah selesai makan malam. Lanjut membeli makanan dan buah-buahan untuk orangtuanya Miya. Dalam perjalanan menuju rumah orangtuanya Miya. Tiba-tiba Miya mempertanyakan hal penting kepada harith.


" Kalo bulan besok kita mau lamaran. Terus emangnya sudah beli cincin buat lamaran?!" tanya Miya penasaran.

__ADS_1


" Owh kalo soal cincin besok deh kita beli usai kita nonton film bioskop ya. Habis itu mampir ke toko perhiasan. Beli yang kamu inginkan. Nanti aku yang bayar" ujar harith memberitahu.


" Seriusan aku boleh beli cincin sesuai dengan pilihan aku?!" ujar Miya menyindir.


" Ya seriusan dong sayang. Masa aku bohong sih sama kamu. Aku sudah ada budget uang untuk mengadakan acara lamaran. Nanti setelah lamaran kita langsung prepare untuk acara pernikahan. Aku enggak mau lama" ujar harith menjelaskan.


" Owh begitu. Aku mah ngikut aja atas keinginan kamu. Gimana baiknya?! Lagian kan kamu yang punya budget uangnya. " ujar Miya berkomentar.


" Enggak apa-apa kan kalo aku ingin setelah lamaran maksimal tiga bulan kita harus sudah menikah. Takut kalo di undur nanti kamu jadi berubah pikiran buat menikah sama aku" ujar harith menjelaskan.


" Ya udah pasti otomatis itu. Kalo kamu menunda untuk menikahi aku. Jujur aku akan bisa berubah pikiran untuk menikah dengan kamu. Bisa kemungkinan aku membuka pintu hatiku buat pria lain" ujar Miya berargumen.


" Nah makanya dari itu!! Aku enggak mau hal itu sampai terjadi sama kamu dan aku!! Gimana caranya aku ingin kita menjadi pasangan suami istri?!" ujar harith menjelaskan.


...****************...


" Akhirnya kamu datang juga sayang?!" ujar Marsha sambil memeluk dan mencium harith saat datang ke apartemen nya Marsha.


" Ini martabak manis dan Martabak telur yang kamu pengen buat bayi kita" ujar harith sambil mengelus perut nya Marsha.


" Makasih ya sayang!! Makasih sudah bawain makanan yang aku inginkan. Maafkan ya ibu hamil banyak mau nya. Aku lagi gak nafsu makan nasi. Pengennya makan martabak. Hehehe.. " ujar Marsha bercerita.


" Ya sama-sama. Aku nginep disini ya. Soalnya aku ngantuk banget. Nanti subuh aku berangkat ke Bandung" ujar harith memberitahu.


" Ya tentu boleh dong. Ini kan juga rumah kamu juga. Anggap ini juga rumah kamu. Aku akan selalu membuka pintu untuk kamu sayang" ujar Marsha sambil menikmati martabak nya.

__ADS_1


" Ya udah kamu makan yang kenyang ya sayang. Biar bayi kita berat nya bertambah ya. Jangan sampai kamu sakit. Jangan terlambat makannya. Soalnya aku akan dines ke luar kota selama satu bulan jadi kamu kalo pengen makan apapun bisa lewat aplikasi online ya" ujar harith berbohong.


" Waduh, dines ke luar kota selama satu bulan. Lama juga ya. Nanti aku bisa kangen berat sama kamu" ujar Marsha berkomentar.


" Ya hanya satu bulan aja kok. Enggak lama pasti aku akan pulang kok. Nanti aku kabarin kalo aku balik ya" ujar harith sambil mencium kening nya Marsha.


...****************...


Tak lama harith mengobrol sebentar dengan Marsha. Langsung harith tepar tidur di kamar tidur nya Marsha. Usai menikmati makan martabak manis dan telur yang masih tersisa banyak. Lalu Marsha menaruh sisa martabak nya di dalam kulkas. Kemudian menuju kamar tidur nya. Marsha pun iseng ingin lihat ponsel nya harith. Marsha pun terkejut dengan chat WhatsApp harith dengan miya. Marsha tak menyangka bahwa harith memiliki pacar lagi. Apalagi harith ingin menikah dengan miya membuat Marsha marah dan geram. Marsha bersumpah untuk menghancurkan acara lamaran harith dengan miya. Esok pagi harinya saat harith akan pergi. Marsha pun ikut menemani sampai parkiran mobil.


" Kamu jaga kesehatan ya sayang!! Jangan lupa makan, minum susu hamil juga vitamin buat bayi kita" ujar harith sambil mencium kening nya Marsha.


" Aku ingin ikut kamu kerja. Aku pasti kangen banget kalo satu bulan enggak ketemu sama kamu" ujar Marsha bersikap manja sama harith.


" Hahahaha.. Ngaco aja kamu. Pengen ikut aku kerja. Mana mungkin di bolehin. Aku hanya sebulan aja kok dinas kerja ke luar kota" ujar harith sambil tertawa terbahak-bahak.


" Apa aku beli apartemen dekat kantor kamu ya sayang?! Biar aku bisa dekat sama kamu. Biar aku bisa mengawasi kamu" ujar marsha dengan tatapan tajam nya.


" Ya jangan dong. Nanti aku enggak konsentrasi kerja nya. Yang ada di telpon kamu terus-menerus. Bikin aku di marahin sama atasan" ujar harith menjelaskan.


" Hemmmmm,,tapi kayanya enggak bisa jauh dari kamu deh. Apalagi kamu bikin kangen terus" ujar Marsha sambil menggandeng tangan nya harith.


" Hanya sebulan aja kok sayang. Nanti aku janji habis sebulan dinas dari luar kota. Aku akan ajak kamu jalan-jalan deh. Terserah kamu mau kemana" ujar harith berjanji.


" Janji ya kamu akan tepati janji kamu. Awas aja kamu berbohong. Aku akan datang ke rumah kamu dan kasih tahu keluarga kamu tentang hubungan kita" ujar Marsha mengancam harith.

__ADS_1


...****************...


Harith pergi ke Bandung meninggalkan apartemen Marsha. Sedangkan Marsha sudah membuat rencana untuk menghancurkan acara lamaran Miya dan Harith dengan datang ke rumahnya Miya dengan datang ke rumah nya harith terlebih dahulu baru minta alamat rumah nya Miya.


__ADS_2