
...****************...
Miya menangis tersedu-sedu usai berdebat dengan ayah dan ibunya di ruangan makan. Miya tak menyangka ayah dan ibunya lebih membela harith daripada Miya. Namun tiba-tiba baxia menelpon Miya di pagi hari.
" Hei,Miya lagi apa?! Sudah sarapan belum?!" tanya baxia sangat perhatian kepada Miya.
" Hai,baxia!! Aku lagi rebahan di kasur dalam kamar tidur aku. Alhamdulillah baru kelar makan tadi bareng ayah dan ibu" sahut Miya berbohong. Padahal Miya ribut dengan ayah dan ibunya tanpa makan apapun.
" Oh ya. Sebelum nya aku mau minta tolong boleh?! Maaf ya kalo ngerepotin?!" ujar baxia memberitahu.
" Ya boleh. Mau minta tolong apa?!' tanya Miya penasaran.
" Boleh aku minta alamat rumah kamu?! " tanya baxia makin mencurigakan.
" Minta alamat rumah?! Mau ngapain?! Kan kamu udah tahu rumah aku?!" ujar Miya terkejut.
" Aku mau pesan makanan lewat aplikasi online buat kamu,ayah dan ibu kamu. Sebagai tanda terima kasih udah memperbolehkan aku menikmati hidangan makan malam semalam" ujar baxia menjelaskan.
" Ya Allah baxia!! Aku pikir kenapa?! Hahaha.. enggak usah repot-repot begitu sih!! Ya elah!! Kaya sama siapa aja sih!! Gak usah ngirim makanan begitu!! Nanti jadi salah paham ayah dan ibuku" ujar Miya berkomentar.
" Oh begitu ya!! Jadi aku gak boleh mengucapkan terima kasih sama ayah dan ibu kamu?!" ujar baxia masih merayu dan memohon kepada Miya.
"Ya maafkan aku ya baxia. Bukannya aku menolak rejeki. Aku hanya gak enak kalo kamu suka bawa makan apalagi traktir makan"ujar Miya merasa bersalah.
" Ih gak usah merasa tak enak begitu sih. Aku merasa senang kok bisa berbagi makanan sama kamu. apalagi bisa makan bareng sama kamu" ujar baxia menjelaskan.
...****************...
Tak lama kemudian datanglah ibunya miya mengetuk pintu kamar tidur nya Miya. Namun dengan nada halus.
" Miya!! Maafkan ucapan ayah dan ibu ya!! Tolong bukakan pintu!! Ada pesenan makanan online nih. Katanya buat kamu?!" ujar ibunya miya bersuara dari luar kamar tidur Miya.
__ADS_1
Dan tak lama kemudian....
...----------------...
" Krek!!"terdengar bunyi pintu kamar tidur nya Miya di buka oleh Miya dari dalam.
" Ini makanan dari restoran. Kamu yang pesan ya?! Soalnya kata Abang driver atas nama kamu Miya" ujar ibunya miya memberikan makanan kepada Miya.
" Iya aku yang pesan. Soalnya aku sedang tak nafsu makan masakan ibu" ujar Miya ketus.
" Iya enggak apa-apa. Miya gak nafsu makan masakan ibu hari ini. Siapa tahu besok kamu besok mau makan masakan ibu" ujar ibunya miya ketakutan.
" Entah dah besok akan nafsu makan atau enggak. Kalo sudah ngomong nya. Aku mau makan di dalam kamar sendirian. Jadi tolong jangan ganggu aku ya" ujar miya memberitahu.
" Iya ibu akan segera pergi. Kamu makan yang banyak dan kenyang ya" ujar ibunya miya sambil menutup pintu kamar tidur nya Miya.
" Tolong tutup kembali ya Bu pintunya!! Aku pengen menikmati makanan nya sendiri" ujar Miya jutex.
...****************...
" Hei,baxia!! Makasih ya udah kirimkan aku makanan lewat aplikasi online. Aku sudah menikmati nya" ujar Miya menyapa baxia.
" Hehehe.. bukan aku yang pesan kok. Aku baru mau berniat untuk memesankan makanan buat kamu. Aku baru mau nanya alamat dan makanan favorit kamu apa?!" jawab baxia memberitahu.
" Apa?! Seriusan baxia?! Ini makanan bukan kamu yang pesan?! " ujar Miya terkejut.
" Iya beneran. Sumpah demi Allah. Aku belum pesan makanan. Emang kalo boleh tahu makanan favorit kamu apa ya?!" tanya baxia penasaran.
" Makanan favorit aku pizza dan KFC. " jawab Miya makin bingung dan heran.
" Ya udah nanti kalo aku maen aja ke rumah kamu lagi. Akan aku bawain makanan favorit kamu ya Miya" ujar baxia menjelaskan.
__ADS_1
" Eh, enggak usah repot-repot. Kan aku bilang kamu gak bawa makanan!! Nanti ayah dan ibu kamu salah paham soal kedatangan kamu " ujar Miya memberitahu.
" Salah paham gimana ya?! Emangnya salah ya kalo aku menjenguk kamu yang sakit dengan membawa makanan kesukaan kamu. Bukannya itu hal yang wajar. Atau kamu gak suka aku maen ke rumah kamu lagi ya" ujar baxia berkomentar.
" Eh bukan begitu baxia. Aku seneng banget kamu datang buat maen dan menjenguk aku yang sakit. Tapi aku merasa gak enak kalo kamu bawa makanan terus" ujar Miya berargumen.
" Owh begitu. Tenang saja Miya. Gak usah merasa bersalah begitu. Aku bersikap begini karena aku perduli sama kamu" ujar baxia menjelaskan.
...****************...
Setelah tiga puluh menit Miya menelpon baxia. Tiba-tiba ada pesan WhatsApp dari harith untuk Miya.
" Aku tadi sudah belikan makanan favorit kamu. Semoga kamu suka dan menikmati makanan tersebut ya. Semoga lekas sembuh ya sayang"
Pesan itu di kirim harith hingga dua kali kepada miya. Dan miya pun terkejut membaca pesan WhatsApp dari harith. Di pikir Miya itu baxia. Ternyata harith. Pria yang telah menjadi pacar Miya dari SMA. Lalu tak berapa lama kemudian handphone Miya berdering...
" Hallo sayang?! Lagi apa?! Sudah makan belum?!" tanya harith perhatian.
" Iya. Aku lagi rebahan. Sudah aku makan. Terimakasih ya " ujar Miya terdengar sangat ketus terhadap harith.
" Cepat sembuh ya sayang. Biar kita bisa jalan-jalan dan kulineran lagi ya sayang " ujar harith masih ramah.
" Ya terimakasih atas doa dan ucapan nya" ujar Miya memberitahu.
" Ya aku senang bisa di jawab telpon sama kamu. Dari tadi kan aku berusaha menelpon kamu. Tapi gak bisa. Kata informasi kamu sedang dalam panggilan lain. Habis menelpon siapa sayang?!" tanya harith penasaran.
" Aku habis menelpon putri. Maaf aku gak tahu kamu telpon " ujar Miya berbohong.
" Owh putri. Iya udah lama ya kita gak maen ke rumah baru nya putri dan suaminya. Gimana putri sudah hamil?!" tanya harith pura pura sok asyik.
" Sejak kapan kamu mulai care( perduli) dengan putri. Biasanya juga kalo aku ngomong soal putri. Kamu selalu no komentar " ujar Miya menyindir harith.
__ADS_1
...****************...
Harith mencoba mengalah dengan sikap ketusnya Miya. Mencoba memperbaiki hubungan mereka. Karena harith sangat sayang dan cinta dengan miya dan tak mau kehilangan Miya. Makanya harith akan lakukan apapun agar bisa kembali berbaikan dengan miya.