PINGAL

PINGAL
bab 13. Merayakan Ulang Tahun


__ADS_3

...****************...


Akhirnya mereka memesan makanan dan minuman sesuai dengan selera masing-masing. Karena Miya dan Harith ingin menyenangkan hati orangtuanya Miya.


" Makasih ya harith sudah mentraktir makanan ayah dan ibu. Semoga rejeki kamu berlimpah dan lancar. Semoga segera menikah dengan miya" ujar Ayahnya Miya mendoakan harith segera menikah dengan miya.


" Ammiin.. semoga di segerakan tahun ini bisa menikah dengan miya. Aammiin.. nanti aku kabarin kalo ayah dan ibuku sudah punya waktu luang buat berkunjung ke rumah ayah" ujar harith memberitahu.


" Terus kapan ya kira kira ayah dan ibu kamu akan main ke rumah?!" tanya ibunya miya penasaran.


"Hemmmmm... aku gak bisa janjikan kapan pastinya. Tapi insyaallah tahun ini akan segera ke rumah sekalian mau lamaran dengan miya" ujar harith menjelaskan.


" Iya jangan lama-lama kalo udah punya niat mah. Harus segera di laksanakan. Kalo ketunda Mulu nanti ujung nya malah gak jadi" ujar ibunya miya berkomentar.


" Hust!! Ibu sudahlah jangan mencecar harith lagi soal pembahasan kapan orangtuanya ke rumah kita. Nanti harith jadi beban pikiran " ujar Miya merasa tak enak hati dengan harith.


" Enggak apa-apa kok sayang!! Wajarlah ayah dan ibu kamu mempertanyakan tentang keseriusan hubungan kita. Apalagi kita berpacaran dari zaman SMA sampai sekarang. " ujar harith menjelaskan.


" Tapi aku merasa gak enak sama kamu. Kalo ayah dan ibuku mempertanyakan hal ini terus sama kamu" ujar Miya merasa bersalah.


" Iya wajarlah kalo ayah dan ibu kamu mempertanyakan hal itu. Apalagi kita sudah lama kenal dan sudah lama berpacaran. Kalo aku di posisi orangtua kamu akan melakukan hal yang sama" ujar harith berargumen.


" Iya juga sih" ujar Miya sambil cengar-cengir.


...****************...


Usai menikmati makan malam sambil merayakan ulang tahun harith. Tak lama kemudian Marsha menelepon harith. Lalu harith berpamitan keluar untuk mengangkat panggilan tersebut.

__ADS_1


" Hallo sayang?! Kamu lagi apa?! Kok gak ke apartemen aku sih?!" sapa Marsha menelepon harith.


" Hallo juga sayang. Aku lagi nongkrong sama temen kantor. Kan kamu hari ini baru pulang dari Bali. Masa aku ganggu kamu istirahat. Besok aja ya aku kesana nya. Nanggung aku lagi nongkrong sama temen-temen aku" ujar harith berbohong.


" Ih kamu mah begitu. Lebih memilih nongkrong sama temen daripada aku. " ujar Marsha terdengar bersedih.


" Aduh sayang. Jangan ngambek begitu dong!! Aku karena sayang dan cinta banget sama kamu. Makanya aku gak mau ganggu kamu!! Takut kamu istirahat nya terganggu. " ujar harith memberitahu.


" Kan sudah biasa aku istirahat di ganggu sama kamu. Aplikasi kalau sebulan gak ketemu. Bisa kita begadang kita sampai subuh buat memenuhi jatah kamu" ujar Marsha menjelaskan.


" Hemmmmm.. ya udah. Ntar habis nongkrong aku langsung main ke apartemen kamu ya. Kalo kamu tidur juga enggak apa-apa. Gak usah nunggu aku ya. Soalnya juga aku baru nyampe tempat nongkrong sama temen-temen aku" ujar harith menjelaskan.


" Oke baiklah. Aku gak akan tidur. Aku akan menunggu kamu datang. Kalo perlu aku minum kopi sambil menunggu kedatangan kamu" ujar Marsha menjelaskan.


" Ya terserah kamu. Aku gak akan memaksa kamu. Kalo kamu mau nunggu aku silahkan. Tapi kalo aku datang nya larut malam jangan marah ya" ujar harith berkomentar.


...****************...


" Kamu sedang menelpon siapa sayang?! Seperti nya penting banget?!" tanya Miya penasaran.


" Aku tadi sedang menelpon temen kuliah aku yang berada di Kalimantan. Mereka menyuruh aku kesana buat bulan madu. Kalo nanti kita menikah" ujar harith berbohong.


" Owh begitu ya. Iya doain aja semoga secepatnya tahun ini kita menjadi suami istri ya. Biar ayah dan ibuku tak mempertanyakan lagi soal hubungan kita" ujar Miya sambil tersenyum.


" Iya sayang. Aku juga pengennya segera mungkin menikah dengan kamu. Tapi kan kamu tahu orangtuaku sedang sibuk dan banyak aktivitas bisnis. Jadi aku gak bisa memaksa mereka untuk secepatnya datang ke rumah kamu. Kalo mereka bertanya barulah aku akan memberitahu keinginan aku untuk melamar dan menikah dengan kamu" ujar harith bercerita.


" Iya enggak apa-apa kok sayang. Aku sangat mengerti dan memahami orangtua kamu yang sudah menjadi pengusaha. Semoga aku juga punya usaha kaya orangtua kamu. Biar kalo udah nikah sama kamu aku jadi ibu rumah tangga yang punya usaha. Aammiin " ujar Miya membicarakan tentang harapan masa depan dengan harith.

__ADS_1


" Ya enggak apa-apa sayang. Aku malah seneng kamu jadi ibu rumah tangga. Jadi kalo punya anak bisa di urus sama kamu. Jadi kita tak merepotkan kedua orang tua kita " ujar harith menjelaskan.


...****************...


Lalu harith mengantarkan Miya dan orangtuanya pulang ke Jakarta. Namun sebelum pulang harith berkunjung ke pusat oleh oleh kita Bandung. Sebagai buah tangan harith untuk orangtuanya Miya.


" Lah kok kita berhenti disini harith?! Bukannya mau pulang ke Jakarta?!" tanya ibunya miya kebingungan.


" Iya . aku ingin ayah dan ibu memilih oleh-oleh khas kota Bandung. Sebagai bentuk rasa terima kasih aku sama ayah dan ibu yang sudah menganggap aku sebagai anak kalian juga. Jadi silahkan ambil yang kalian suka. Nanti aku yang bayar" ujar harith memberitahu.


" Seriusan nih sayang?! aku juga boleh dong?!" ujar Miya merasa senang.


" Ya kamu boleh. Asal gak bole lebih dari lima puluh ribu" ujar harith meledek Miya.


" Lah kok begitu sih?! Ayah dan ibu di perbolehkan beli yang mereka sukai. Masa aku gak boleh sih?!" ujar Miya bersedih.


" Hehehe.. aku bercanda sayang. Kamu juga boleh kok ambil yang kamu sukai. Tapi ingat jangan kalap. Nanti kamu beli dan borong semua nya" ujar harith menasehati.


" Tenang aja sayang!! Nanti aku beli satu keranjang full kok. Lumayan buat stok makanan aku selama sebulan. " ujar Miya sambil cengar-cengir.


" Ya udah enggak apa-apa. Nanti aku gak beliin kamu seserahan buat lamaran ya. Jangan minta cincin atau perhiasan ya kalo nanti kita lamaran " ujar harith mengancam Miya.


" Yah jangan begitu dong sayang!! Iya deh. Aku gak ngambil banyak. Hanya beberapa. Yang penting aku dapat perhiasan saat lamaran kita. Sekalian baju kebaya couple sama kamu ya sayang" ujar Miya banyak permintaan.


" Siap akan aku wujudkan!! Yang penting kamu jangan banyak jajan hari ini ya. Soalnya pengeluaran buat lamaran juga banyak " ujar harith sambil tersenyum.


...****************...

__ADS_1


Ayah dan ibunya yang melihat keakraban Miya dan Harith membuat mereka menjadi flashback ke zaman mereka masih muda dahulu. Meskipun mereka menikah karena perjodohan oleh orangtua masing-masing. Tapi Alhamdulillah masih langgeng rumah tangga sampai saat ini.


__ADS_2