PINGAL

PINGAL
bab 27. Mak Comblang


__ADS_3

...****************...


Terjadi perdebatan hebat antara Miya dan putri dalam membahas soal baxia yang menjadi calon untuk berkenalan dengan miya. Putri ingin Miya punya temen buat bersenang-senang. Agar Miya bisa melupakan masalah nya dengan harith. Karena kalo membahas tentang harith. Miya selalu bersedih dan bergalau ria lagi. Makanya putri akan berusaha untuk mencomblangkan Miya dengan banyak pria. Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.


" Ayo,Miya kita pulang?!" ujar Baxia mengajak ngobrol Miya.


" Hemmmmm,,kita?! Aku bisa pulang sendiri kok" jawab Miya santai sambil ngemil buah.


" Tadi katanya aku boleh mengantarkan kamu pulang ke rumah. Masa kamu sudah lupa sih?!" ujar baxia mengingatkan.


" Aku ingat kok tentang perkataan kamu. Hanya saja aku mengurungkan niat aku untuk pulang bersama kamu baxia" ujar Miya memberitahu.


" Kok begitu sih Miya?! Kenapa mengurungkan niatnya untuk pulang bersama aku sih?! Padahal aku merasa sangat antusias loh" ujar baxia berkomentar.


" Tapi aku sudah tidak antusias loh. Aku merasa bisa pulang sendiri kok nanti. Aku bisa pesan ojek online kok" ujar Miya menjelaskan.


" Ini sudah jam sepuluh malam. Enggak boleh wanita secantik kamu pulang sendirian naik ojek online. Kan banyak berita di internet bahwa kalo wanita naik ojek online di atas jam sepuluh rawan pelecehan seksual " ujar baxia bercerita.


" Ah lebay banget deh. Aku sudah terbiasa pulang di atas jam sepuluh malam naik ojek online. Alhamdulillah enggak mengalami hal itu. Malah aman terkendali. Dan jangan sampai hal buruk terjadi " ujar Miya bercerita.


...****************...


Miya masih badmood soal baxia yang menyombongkan diri dan menyombongkan kehidupan keluarga nya. Itu yang kadang bikin Miya ilfeel sama pria.


" Kamu beda ya Miya?! Perasaan tadi kita ngobrol sangat asyik. Kenapa sekarang jadi jawaban kamu sangat ketus" ujar baxia mempertanyakan.

__ADS_1


" Enggak kok!! Biasa aja!! Aku emang dari dulu juga begini kan putri?!" ujar Miya dengan menyebut namanya putri.


" Ho oh. Bener yang di katakan Miya" ujar putri yang sibuk menyapu dan mengumpulkan sampah di ruangan tamu.


" Udah ya pulang sama aku aja Miya!! Maafkan aku deh kalo tadi ucapan aku membuat kamu merasa kesal dan risih. Aku emang begini pembawaan nya " ujar baxia yang sadar diri.


" Enggak usah repot-repot baxia. Beneran aku bisa pesan ojek online. Aku gak mau merepotkan kamu" ujar Miya menolak secara halus.


" Jangan gitu dong Miya!! Jangan buat aku merasa bersalah karena kamu" ujar baxia dengan raut wajah sedih.


" Lah kenapa emangnya ya?! Ada yang salah dengan aku?! Perasaan aku biasa aja deh dari tadi" ujar Miya dengan sangat ketus terhadap baxia.


" Kamu sangat ketus sekali sama aku. Seolah-olah kamu sedang kesal dengan sikap dan ucapan aku. Ayo mengaku saja!! Jangan berbohong " ujar baxia mencoba menebak isi pikiran nya Miya.


...****************...


" Aduh!!" teriak Miya yang merasa kesakitan.


" Kamu baik-baik saja Miya?!" tanya baxia yang terkejut melihat Miya terjatuh dan tak bisa bangun.


" Gimana aku mau baik-baik saja?! Aku tak bisa berdiri" ujar Miya dengan raut wajahnya sedih.


" Ya udah aku bantu kamu ya. Kira-kira kamu kuat buat jalan atau berdiri gak?!" tanya baxia sambil menggendong tubuh nya Miya.


" Seperti tadi pas aku kepleset di toilet. Tulang Ekor aku sakit dan kaki aku terkilir deh. Aku gak bisa pulang dong dengan kondisi begini. Mana udah jam sepuluh malam lewat. Gimana ini?!" ujar Miya merasa cemas.

__ADS_1


" Hemmmmm,, kamu kudu di bawa ke rumah sakit buat penanganan. Soalnya kalo di bawa pulang ke rumah orangtua kamu pasti akan percuma. Kamu gak bisa tidur karena merasakan sakit yang luar biasa " ujar putri memberitahu.


" Ya udah kita bawa ke rumah sakit terdekat. Nanti masalah orangtuanya Miya. Itu urusan putri " ujar suaminya putri berkomentar.


" Ya,ayo baxia kita antarkan Miya ke rumah sakit terdekat di daerah sini. Biar Miya tak mengalami hal yang fatal" ujar putri menjelaskan.


...****************...


Akhirnya mereka membawa Miya ke rumah sakit terdekat. Miya mendapatkan pertolongan pertama dari rumah sakit. Alhamdulillah sakitnya gak terlalu fatal banget. Hanya saja Miya untuk sementara di kursi roda sampai kakinya sembuh. Putri pun akhirnya memberikan informasi kabar buruk soal Miya kepada orangtuanya.


" Hallo,ayah dan ibu Miya?! Ini aku putri. Aku mau minta maaf sebelumnya. Miya mengalami hal buruk di rumah aku. Miya terpeleset di toilet. Hingga tulang ekor nya sakit dan kedua kakinya terkilir. Kami sedang berada di rumah sakit dekat rumah aku" ujar putri memberitahu orangtua nya Miya.


" Iya putri. Astaghfirullah!! Kok bisa?! Terus gimana kondisi keadaan nya Miya sekarang?! Apa perlu kami ke rumah sakit sekarang?!" tanya ayahnya Miya sangat khawatir.


" Ayah dan ibu tidak perlu khawatir. Biar aku,baxia dan suami yang menjaga Miya di rumah sakit. Mungkin besok sudah boleh pulang. Tapi kemungkinan besar Miya akan menggunakan kursi roda hingga kakinya sembuh. Tulang ekor sakit pun tak fatal" ujar putri bercerita.


" Beneran nih kami gak perlu datang ke rumah sakit?! Soalnya kami masih sangat khawatir dengan kondisi keadaannya Miya yang kurang hati-hati di toilet " ujar ibunya miya merasa cemas.


" Iya ayah dan ibu tunggu besok Miya pulang di rumah saja. Biar aku dan suami yang mengantarkan Miya pulang ke rumah" ujar putri menjelaskan.


" Okelah kalo begitu. Terimakasih banyak ya putri dan suami atas perhatian nya. Ayah dan ibu nitip Miya ya" ujar Ayahnya Miya dengan sedikit merasa lega karena Miya di temani putri dan Suaminya.


" Ya sama-sama ayah dan ibu. Sekarang ayah dan ibu bisa istirahat. Miya besok di perbolehkan pulang ke rumah " ujar putri berkomentar.


" Sekali lagi terimakasih ya. Maaf kalo Miya merepotkan " ujar ibunya miya sambil mengakhiri percakapan telepon dengan putri.

__ADS_1


...****************...


Usai putri menghubungi orangtua nya Miya. Suaminya putri pun pulang ke rumah karena besok harus bekerja. Sedangkan baxia juga pulang ke rumah untuk bekerja. Hanya putri uang setia menemani Miya di rumah sakit. Namun baxia berjanji jika Miya pulang dari rumah sakit akan menjenguk Miya di rumah orangtuanya Miya.Putri dan Baxia merasa sangat bersalah dengan kejadian Miya terpeleset di toilet dalam rumahnya putri. Seolah tamparan besar juga buat putri dan suaminya.


__ADS_2