PINGAL

PINGAL
bab 16. Terus atau Putus?!


__ADS_3

...****************...


Miya masih merahasiakan soal pembicaraan nya dengan harith soalnya kalo di kasih tau ayah dan ibunya. Maka ayah dan ibunya miya akan heboh . Di takutkan Miya harith tak sesuai dengan janjinya. Yang ada hanya pemberian harapan palsu saja sama orangtuanya Miya. Makanya sekarang setiap ucapan harith takkan langsung di sampaikan ke orangtuanya Miya. Usai kondangan ke acara pernikahan putri. Lanjut harith mengantarkan Miya dan orangtuanya ke rumah nya. Sesampainya di rumah orangtuanya Miya.


" Kamu buru buru mau pulang gak?!" tanya Miya sambil tersenyum.


" Enggak. Aku enggak buru-buru mau pulang. Emang kenapa ya?!" jawab harith kebingungan.


" Aku ingin mengobrol lama sama kamu. Tadi di acara pernikahan nya putri. Masih kurang buat aku untuk mencurahkan isi hati aku" ujar Miya memberitahu.


" Owh begitu. Ya udah kita ngobrol santai di mini market dekat sini aja ya. Biar gak ada yang tahu" ujar harith sambil menuju ke minimarket terdekat dari rumah orangtuanya Miya.


" Oke. Itu ide yang bagus. " ujar Miya mencoba menenangkan hati nya.


" Aku juga mau ngopi sekalian ngemil. " ujar harith sambil fokus menyetir.


...****************...


Sesampainya Miya dan Harith di minimarket dekat rumah orangtuanya Miya. Harith pun membeli kopi,cemilan,gimbap dan Pop mie. Karena harith merasa lapar. Perut nya masih belum kenyang.


" Katanya kamu mau ngopi dan beli cemilan?! Tapi kok malah belanja banyak banget" ujar Miya meledek harith.


" Hehehe.. aku malu kalo makan di acara pernikahan sesuai porsi perut aku. Mending aku makan begini depan kamu. Jadi kan cuma kamu yang tahu porsi perut aku" ujar harith sambil menggaruk kepalanya.

__ADS_1


" Wakakakak.. sok jaga image ya kamu!! Padahal mah makan nya banyak banget. Ya udah enggak apa-apa. Kan kamu lagi masih dalam tahap pertumbuhan. Tapi tumbuh ke depan bukan tumbuh ke atas" ujar Miya tertawa terbahak-bahak.


" Kaya nya kamu lagi happy banget ya. Soalnya aku perhatikan dari tadi di acara pernikahan putri. Kamu terlihat bahagia banget. Gak ada rasa baperan loh" ujar harith berkomentar.


" Kan keliatannya begitu. Aslinya aku baper,kesel dan berharap kapan aku bisa mengadakan acara resepsi pernikahan juga. Sebenarnya kamu serius gak sih menjalani hubungan percintaan kita?! Ini hubungan percintaan kita gimana nasibnya?! Bakalan terus ke jenjang pernikahan atau berakhir disini aja" ujar Miya mulai mempertanyakan soal hubungan percintaan nya dengan harith.


" Kok kamu berkata seperti itu sih?! Kamu gak percaya dengan ucapan aku?! Kan aku bilang kasih waktu aku tiga bulan buat mempersiapkan semuanya. Dari acara lamaran dan resepsi pernikahan kita. Aku juga butuh uang buat mengadakan acara tersebut. Makanya kemungkinan kita bakalan jarang ketemu. Bisa dua Minggu sekali atau mungkin sebulan sekali. Buat hemat biaya" ujar harith menjelaskan.


" Dua Minggu ketemu?! Atau sebulan sekali ketemu?! Kamu mau menghukum aku untuk gak bisa ketemu kamu?! Atau gimana sih?! Jujur aku mulai meragukan kamu harith. " ujar Miya sambil menangis.


" Kok bisa kamu meragukan aku?! Kita sudah menjalani hubungan percintaan hampir sepuluh tahun. Kok bisa bisanya kamu ragu?! Apa kamu sedang di dekati seseorang?! Atau kamu berpaling dari aku ya?!" ujar harith mencurigai Miya.


...****************...


" Kok kamu malah menampar aku sih?! Kalo emang kamu gak melakukan hal itu kan bisa ngomong gak perlu menampar aku begini!! Sakit tahu!!" ujar harith sambil mengusap pipi nya yang tertampar oleh Miya.


" Aku menampar kamu biar kamu sadar dengan ucapan kamu!! Bahwa aku gak akan segila itu!! Bisa bisa nya kamu menuduh aku berselingkuh dari kamu dan berpaling dari kamu!!" ujar Miya merasa kesal.


" Ya kalo emang kamu gak melakukan hal itu ngomong lah!! Jangan menampar wajah aku!! Kan sakit banget tahu!!" ujar harith merasa kesal.


" Aku gak suka kamu fitnah dan tuduh seperti ini!! Aku wanita yang punya harga diri!! Meskipun aku biasa aja. Tapi aku masih memegang prinsip dan komitmen. Kalo emang aku mau selingkuh ngapain juga aku mau bertahan selama sepuluh tahun dengan kamu!!" ujar Miya memberitahu.


" Ya maafkan aku!! Habis kamu terlalu emosi banget sekarang!! Semenjak kita menjalani hubungan percintaan jarak jauh. Kamu jadi orang yang beda. Apalagi saat aku di pindahkan ke bandung. Kamu jadi gampang emosinya " ujar harith berkomentar.

__ADS_1


" Ya aku sekarang gampang emosi dan marah. Kadang gimana aku gak sebel dan kesel sama kamu!! Saat aku menunggu kabar dari kamu!! Selalu aja kamu bersikap seolah-olah tak terjadi apa-apa. Aku seringkali cengklungan nunggu kabar dari kamu" ujar Miya menjelaskan.


" Ya maafkan aku. Kamu juga harusnya mengerti aku dong!! Pulang pergi jakarta - bandung juga membutuhkan waktu yang lumayan. Apalagi aku lumayan lelah jika harus menjalani hubungan percintaan jarak jauh terus menerus. Aku juga inginnya kita bersama. Gak berjarak seperti ini" ujar harith menangis.


" Sudahlah kalo kamu merasa berat buat menjalani hubungan percintaan jarak jauh sama aku. Mungkin lebih baik berpisah saja. Aku gak mau kamu terbebani " ujar Miya menangis.


...****************...


Harith dan Miya menangis bersama. Karena merasa terlalu berat buat menjalani hubungan percintaan jarak jauh.


" Kok kamu begitu sih sayang!! Malah ngomong ingin berpisah?! Kamu gak menyesal dengan ucapan kamu itu?! Emangnya kamu pengen pisah ya sama aku?!" tanya harith penasaran.


" Habis aku harus gimana lagi?! Tadi kamu bilang capek bolak balik jakarta - bandung buat ketemu aku. Sedangkan aku pun gak pernah lelah buat menunggu kabar kamu. Meskipun aku tahu sekarang kamu gak seperti dahulu. Setiap hari kasih kabar. Kalo sekarang kamu kasih kabar semaunya kamu" ujar Miya menjelaskan.


" Ya bukannya aku kasih kabar semaunya aku juga sayang!! Pertama kerjaan aku berat dan sibuk. Beda sama kamu yang di kantor. Aku kerja di luar lapang. Jadi jangan di samakan " ujar harith menjelaskan.


" Tapi dulu kan kita berkomitmen untuk saling komunikasi setiap hari. Meskipun sibuk juga selalu dulu meluangkan waktu buat kasih kabar aku" ujar Miya memberitahu.


" Ya maafkan kalo dulu suka kasih kabar meskipun waktu sempit karena dulu kerjaan gak terlalu banyak. Beda dengan sekarang aku seringkali kerja ke pelosok rumah warga yang susah sinyalnya " ujar harith bercerita.


" Kamu terlalu banyak alasan. Tapi gak pernah sadar bahwa kamu seringkali menyakiti perasaan aku" ujar Miya berkomentar.


...****************...

__ADS_1


selama sepuluh tahun menjalani hubungan percintaan antara Miya dan Harith. Baru kali ini Mereka mencurahkan isi hati hingga menangis tersedu sedu.


__ADS_2