
...****************...
Usai membeli oleh-oleh. Lanjut mereka makan malam bersama lalu balik ke hotel untuk beristirahat. Esok paginya Miya bersama teman sekantornya bersiap untuk pulang ke Jakarta. Liburan tiga haripun Telah selesai. Miya berharap harith menjemput nya di kantor. Tapi apalah daya Miya kan yang membuat janji untuk tak boleh saling berkomunikasi.
"Hei,Miya!! Aku perhatikan kamu bengong!! Kenapa?! Berharap harith jemput ya?! Sudahlah jangan di harapkan!! Kalian kan sedang di fase saling introspeksi diri. Jadi kalo harith jemput hal yang tak mungkin. Soalnya kamu kan menginginkan untuk tidak berkomunikasi maupun bertemu"ujar Ghina membaca pikiran nya Miya.
" Haduh Ghina!! Mulai membaca pikiran aku lagi!! Gak bisa bohong deh sama kamu!!" ujar Miya cemberut.
" Sadar Miya!! harith itu sedang bimbang juga sama seperti kamu!! Dia juga kangen sama kamu!! Pengen menghubungi kamu tapi takut kalo kamu marah!! Makanya harith ingin kamu duluan yang menghubungi nya duluan!!" ujar Ghina memberitahu.
" Ah masa sih?! Seriusan kan semua ucapan kamu Ghina?! Bukan berhalu kan?! Bukan ngomong begini karena aku lagi galau kan?!" ujar Miya penasaran.
" Iya seriusan!! Ini semua keputusan tergantung kamu!! Kalo kamu lebih memikirkan ego dan prinsip kamu. Bisa jadi kalian gak akan bersatu dan bisa jadi kalian takkan berjodoh " ujar Ghina berkomentar.
" Ya masa aku udah buat keputusan terus aku batalin semuanya. Nanti aku di bilangnya plin plan. Dan gak punya prinsip " ujar Miya memberitahu.
" Hemmmmm,, iya juga sih. Semua kembali sama kamu mau tetep mempertahankan hubungan percintaan kalian. Atau tetap memegang ego dan prinsip masing-masing" ujar Ghina berkomentar.
" Sebuah keputusan yang bikin galau dan bimbang. Rasanya aku butuh waktu untuk bisa memikirkan dan mempertimbangkan kembali soal keputusan ini. Akan aku pertahankan atau aku langgar" ujar Miya menjelaskan.
" Ya itu balik dari semua keputusan ada di tangan kamu. Karena disini aku hanya menyarankan dan membaca situasi yang terjadi sekarang antara kamu dan harith" ujar Ghina menjelaskan.
...****************...
Sesampainya di kantor. Lalu Miya pesan ojek online untuk mengantarkan pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah Miya sambut hangat oleh orangtuanya.
__ADS_1
" Kok Miya terlihat tidak gembira pulang habis gathering kantor. Apa karena kamu gak dapat doorprize ya?!" celetuk ayahnya Miya meledek.
" Hehehe.. kok ayah tahu sih. Iya aku gak dapat doorprize motor. Padahal aku berharap aku juga bisa punya motor dari doorprize. Tapi aku dapat nya blender. Lumayan lah" ujar Miya memberitahu.
" Blender nya jangan di pake. Awas aja di pake" celetuk ibunya miya.
" Lah emang kenapa Bu?! Aku gak boleh pake blender hasil dari doorprize?!" tanya Miya penasaran.
" Blender itu buat persiapan nanti kamu menikah. Jadi kalo nanti nikah udah punya persiapan perabotan rumah tangga" ujar ibunya miya memberitahu.
" Ya Allah ibu!! Buat aku masih syok mendengar nya!! Aku pikir gak boleh di pake kenapa?! Ya pake mah pake aja. Lagian kan blender punya ibu sudah rusak. Emang sudah waktunya di ganti. Blender ini buat ibu saja. Nanti aku bisa beli sendiri kalo perlu. Untuk saat ini aku gak perlu blender " ujar Miya memberitahu.
" Ah jangan!! Ini kan hadiah doorprize Miya dari kantor. Ibu nanti bisa beli dari arisan ibu-ibu disini. Kadang suka arisan barang rumah tangga." ujar ibunya miya menjelaskan.
" Udah enggak apa-apa kok ibu. Jujur Miya ikhlas. Soalnya kalo untuk sekarang aku belum memerlukan. Kalo nanti udah nikah kan siapa tahu di belikan sama suami" ujar Miya berkomentar.
...****************...
" Ibu,merasa gak Miya agak aneh sikap nya?! Gak seperti biasanya. Kan biasanya kalo kita tanya jawabnya selalu ceria dan bersemangat. Tapi tadi terlihat seperti menahan sesuatu untuk di katakan" ujar ayahnya Miya berkomentar.
" Ah itu hanya perasaan ayah saja. Kalo menurut ibu mah Miya bersikap begitu mungkin karena lelah perjalanan dari Jogjakarta ke Jakarta kan lumayan. Bisa jadi disana Miya sudah tidur karena berisik temennya ramai" ujar ibunya miya berargumen.
" Hemmmmm. bisa jadi sih. Tapi berharap hanya perasaan ayah saja. Semoga miya tak mengalami hal yang buruk. Semoga miya di jauhkan dari hal yang buruk" ujar ayahnya Miya mendoakan.
" Aammiin.. Ya sudahlah jangan di urusin Miya. Kasihan kan Miya capek baru pulang gathering dari Jogjakarta. Miya butuh waktu untuk istirahat. Biar badannya gak ngedrop" ujar ibunya miya pengertian.
__ADS_1
" Iya. Hehehe.. maafkan ayah yang terlalu berlebihan. Soalnya ayah suka sedih kalo lihat Miya murung dan gak ceria lagi" ujar ayahnya Miya berpendapat.
" Iya enggak apa-apa kok ayah. Wajarlah kalo ayah cemas dan khawatir dengan miya. Karena memang biasanya Miya sangat ceria. Beri miya waktu. Kalo dalam beberapa hari ini Miya kembali ceria lagi berarti Miya memang lelah. Tapi jika tiba-tiba Miya curhat berarti ada masalah yang Miya hadapi'" ujar ibunya miya menjelaskan.
" Iya ayah akan sabar menanti soal Miya. Semoga miya hanya lelah badan ya. Bukan lelah hari dan pikiran " ujar ayahnya Miya sambil menonton televisi.
" Iya kita selalu berpikir positif thinking. Biar Miya bisa tahu bahwa kita disini support Miya" ujar ibunya miya sambil tersenyum.
...****************...
Malam harinya Miya sudah beristirahat dan mandi juga serta berganti pakaian. Lanjut Miya ikut bergabung makan malam bersama kedua orang tua nya.
"Gimana keadaan kamu Miya?! Sudah mendingan?! Sudah full charge tubuh kamu dengan seharian tidur?!" tanya ibunya miya perhatian.
" Alhamdulillah sudah mendingan. Sekarang keadaan tubuh aku jauh lebih baik. Ayah dan ibu gak usah khawatir ya" ujar Miya memberitahu.
" Gimana liburan gathering ke Jogja nya?! Seru gak?! " tanya ayahnya Miya penasaran.
" Alhamdulillah seru banget. Banyak games. Banyak doorprize. Pokoknya aku sangat have fun banget deh. Aku juga beli oleh-oleh buat ayah dan ibu juga. Tapi ada di kamar. Nanti usai makan malam aku ambilkan " ujar Miya menjelaskan.
" Udah itu mah gampang. Kalo soal oleh-oleh mah besok juga masih bisa. Yang penting kan kamu Miya istirahat dengan cukup" ujar ibunya miya berkomentar.
" Ya terimakasih ayah dan ibu yang sangat perhatian banget sama aku. Merasa bersyukur punya orang tua seperti kalian. semoga nanti kelak jika aku menikah dan punya anak akan menjadi seperti kalian" ujar Miya sambil tersenyum.
...****************...
__ADS_1
Mereka menikmati makan malam bersama. Setelah Miya baru pulang liburan dari kantor nya ke Jogjakarta.