PINGAL

PINGAL
bab 33. Tak Terduga


__ADS_3

...****************...


Seperti petir menyambar dalam hatinya Miya. Seperti itulah rasa kaget dan bingung ketika baxia dan harith datang di waktu yang bersamaan. Apalagi miya memberitahu apa yang terjadi dengan harith dan status hubungan mereka.


" Putri!! Gimana ini?! Kacau dah dunia percintaan aku?!" ujar Miya sambil merengek.


" Haduh,aku juga bingung mau komentar apa ya?! Habis harith yang ngomong sendiri. Ya berarti kamu dan Baxia bukan jodohnya. Kamu harus terima bahwa harith yang serius ingin menikah dengan kamu" ujar putri berkomentar.


" Mana aku dan Baxia sudah merasa saling suka dan saling nyaman lagi. Aku harus ngomong apa ini ke baxia?! Mana baxia sudah menghapus nomer aku dan gak boleh menghubungi nya lagi" ujar Miya dengan raut wajahnya bersedih.


" Yah, wajarlah jika baxia memilih mundur ketika tahu bahwa hubungan kamu dan harith pacaran. Serta kalian akan lamaran dan segera menikah. " ujar suaminya putri memberitahu.


" Iya sih. Bukan salah baxia atau harith. Tapi salah aku yang membuka hati untuk pria lain. Ketika aku belum menyelesaikan hubungan percintaan aku dengan harith" ujar Miya sambil menangis.


" Nah sekarang kamu sadar juga. Bukan salah baxia atau harith. Melainkan kamu yang mencoba untuk bersenang-senang. Malah akhirnya memberikan harapan sama baxia dan harith. Sekarang giliran kamu meminta kepastian dan harith menjawab keputusan yang kamu inginkan. Malah kamu jadi bengong dan terkejut. " ujar suaminya putri menasehati.


" Sebenarnya bukan sepenuhnya salah Miya. Tapi aku juga salah dari awal bilang bahwa Miya masih jomblo. Ternyata baxia berharap hubungan mereka lebih dari itu " ujar putri meras bersalah.


" Ya udahlah. Sekarang biarkan baxia sendiri. Biarkan baxia menyembuhkan sendiri luka hatinya terhadap Miya." ujar suaminya putri berkomentar.


" Aku jadi merasa enggak enak. Pasti baxia mikirnya nanti kalo aku sudah mempermainkan perasaan dia dan mempermalukan dia" ujar Miya sedih.


" Ya kalo itu sih udah pasti. Apalagi aku juga ikut andil dalam perkenalan kamu Miya dengan baxia. Ya udahlah terima kenyataan kalo di benci sama baxia" celetuk putri menjelaskan.

__ADS_1


...****************...


Miya merasa sangat bersalah terhadap baxia. Seharusnya Miya katakan yang sebenarnya bahwa hubungan Miya dan Harith sedang bertengkar dan saling introspeksi diri. Namun semua nya sudah terjadi. Penjelasan apapun dari miya pun rasanya menjadi hal yang sia-sia saja buat baxia. Miya pun mulai terima kenyataan bahwa harith ingin menepati janji nya. Saat jam makan siang harith menelpon Miya...


" Kamu sudah makan belum sayang?! Jangan sampai telat makan ya?!Jangan lupa minum obat juga ya. Malam Minggu nanti mau kemana kita?! Mau nonton film bioskop?!" ujar harith menyapa Miya dengan sangat perhatian.


" Alhamdulillah aku sudah makan dan minum obat. Terserah kamu aja. Aku mah ngikut aja" jawab Miya santai.


" Oke. Malam Minggu nanti aku jemput kamu siang ya?! Biar kita pulang nonton film bioskop enggak kemalaman " ujar harith memberitahu.


"Iya terserah kamu saja lah. Asal kamu bahagia" celetuk Miya pasrah.


" Kamu kenapa sayang?! Kok kedengaran nya enggak bersemangat begitu sih?! Apa ada ucapan aku yang salah?! Atau ada ucapan aku yang nyakitin kamu?!" tanya harith penasaran.


" Ya seriusan. Aku udah ngomong sama ayah dan ibuku. Awal bulan di hari Minggu kedua orang tua aku beserta keluarga inti aku akan datang ke rumah kamu. Bukannya ini sudah niat baik kita kan?! Aku akan tepati janji aku sama kamu. Enggak aku berikan harapan palsu lagi sama kamu" ujar harith menjelaskan.


" Tapi aku masih meragukan ucapan kamu harith. Takut meleset lagi. Soal selama dua tahun juga kamu hanya berikan harapan palsu sama aku" ujar Miya berkomentar.


" Tolong sekali ini percaya dengan ucapan aku!! Berikan aku kepercayaan penuh!! Kalo aku bisa di percaya sama kamu" ujar Harith mencoba meyakinkan Miya.


" Aku tidak akan percaya kalo enggak ada buktinya!! Cukup selama ini aku di berikan harapan palsu terus sama kamu!! Lelah tahu berharap terus tapi gak ada buktinya!!" ujar Miya sambil mengakhiri percakapan telepon dengan harith.


...****************...

__ADS_1


Ucapan Miya kepada harith seperti tamparan hebat. Mungkin selama beberapa bulan ini Miya berubah sikap juga karena sikap Harith yang membuat Miya menjadi orang yang berbeda. Akhirnya putri mencoba menemui baxia dan mengajak ngobrol. Meskipun awalnya baxia menolak. Tapi dengan bujukan suaminya putri. Akhirnya baxia mau untuk mengobrol dengan putri.


"Maafkan aku ya baxia!! Soal kejadian Miya!! Aku sudah berbohong soal status hubungan Miya dengan harith!! Aku bilang Miya jomblo karena waktu itu Miya sedang bertengkar dengan harith!!" ujar putri merasa bersalah.


" Sebenarnya aku marah dan kesal bukan hanya sama Miya. Tapi juga kamu putri!! Kamu bisa setega itu mempermainkan perasaan aku!! Jujur aku sudah ada rasa Miya!! Tapi pas aku tahu Miya dan Harith aka melangsungkan lamaran!! Aku serasa jadi manusia bodoh!!" ujar baxia berkomentar.


" Ya sekali lagi maafkan aku dan miya!! Kalo sudah melukai perasaan kamu!! Sumpah enggak ada niatan buat mempermainkan perasaan kamu apalagi mempermalukan kamu didepan harith " ujar putri merasa sangat sedih.


" Kalo kaya begini gimana?! Aku udah terlanjur sayang dan cinta sama Miya?! Jadinya cinta bertepuk sebelah tangan?! Siapa yang mau tanggung jawab akan perasaan aku sekarang?!" ujar baxia menyalahkan putri.


" Sebenarnya juga Miya ada perasaan untuk kamu dan harith. Tapi Miya juga gak mau melukai perasaan harith. Makanya Miya merelakan kamu daripada harith" ujar putri memberitahu.


" Yakin ada perasaan buat aku?! Tapi kenapa Miya gak memilih aku?! Tapi memilih harith?! Berarti kan Miya juga mempermainkan perasaan aku" celetuk baxia kesal.


" Ya terserah kamu deh baxia. Yang pasti aku ngasih tahu yang terjadi bahwa Miya beneran suka sama kamu. Buktinya Miya memperbolehkan kamu buat main ke rumahnya. Biasanya Miya jarang loh mengajak pria Selain harith. " ujar putri menjelaskan.


" Ah,tetep aja. Aku merasa kesal dan marah. Karena telah di permainkan perasaan aku sama kalian" celetuk baxia pergi meninggalkan putri.


" Ya terserah kamu aja baxia!! Intinya aku tulus meminta maaf sama kamu!!" teriak putri kepada baxia.


" Aku gak percaya lagi dengan ucapan kamu dan miya" jawab baxia ucapan putri.


...****************...

__ADS_1


Meskipun obrolan putri dan Baxia tidak menemukan solusi. Setidaknya putri mengatakan permohonan maaf yang tulus dari dalam hatinya. Kalo soal perasaan baxia yang sangat merasa kesal dan marah karena telah di permainkan oleh miya. Itu bukan tanggung jawab putri tapi tanggung jawab Miya.


__ADS_2