
...****************...
Miya melihat ibunya agak kecewa dengan harith yang tak bisa merayakan ulang tahun hari ini. Di hibur dengan sikap ayah yang selalu romantis. Selalu peka dengan perasaan ibu. Usai makan malam bersama keluarga. Miya pun masih menunggu kabar dari harith yang masih tak bisa di hubungi. Lalu tiba-tiba Putri menelpon Miya yang tengah gunda gulana.
" Hai,Miya?! Lagi apa?! Sibuk kah?!" sapa putri, salah satu sahabat terbaik nya Miya.
" Hai,putri. Aku lagi rebahan aja di kamar tidur. Sambil dengerin lagu di Spotify. Kamu sendiri lagi apa?!" jawab Miya santai.
" Eh kirain aku mah kamu lagi ngerayain ulang tahun nya harith. Tumben atuh tahun ini gak ngerayain ulang tahun harith. Ada apa ya?!" tanya putri penasaran.
" Ya namanya manusi punya rencana tapi kan Allah punya kehendak lain sama harith yang sibuk kerja. Tadi bilang sama aku ada acara makan-makan di kantor nya yang naik jabatan. Jadi mendadak pulang malam. Kemungkinan Sabtu akan merayakan ulang tahun " ujar Miya bercerita.
" Owh begitu ya. Emang susah ya sekarang kalo udah sibuk kerja mah. Pasti kalo gak saling mengerti bisa jadi terjadi keributan itu" ujar putri berkomentar.
" Ya benar yang kamu katakan putri. Eh ngomong-ngomong ada apa nih kamu tumben telpon aku malam-malam begini. Biasanya nelpon aku kalo gak pagi hari. pasti siang maupun sore. jarang telpon aku malam hari" ujar Miya meledek putri.
" Enggak ada apa-apa kok. Hanya lagi gabut aja aku. Lagi pusing dan galau. Soalnya tinggal menghitung hari untuk melepas lajang " ujar putri curhat.
" Eh iya ya. Tinggal dua Minggu lagi kamu akan menikah dengan Anton. Selamat ya. Aku ikut merasakan kebahagiaan juga loh" ujar Miya memberitahu.
...****************...
Awalnya Miya merasakan kesepian. Berubah seketika ketika mendengar putri curhat menjelang melepas lajang nya dengan Anton.
__ADS_1
" Haduh aku deg-degan banget tau Miya!! Semua persiapan sudah sembilan puluh persen. Hanya aku masih takut ada yang kurang aja dan semoga juga cuaca nya mendukung. Gak hujan gitu maksudnya " ujar putri curhat.
" Kenapa jadi deg-degan?! Bukannya tinggal selangkah lagi ya buat jadi pasangan suami-isteri. Jangan terlalu banyak pikiran. Wah kalo kata orangtua kalo menikah pas cuaca hujan artinya bakalan banyak rejeki nya" ujar Miya berpendapat.
" Hehehe.. iya juga sih. Tapi aku masih deg-degan banget sumpah. Rasanya mau nikah waktu berjalan sangat cepat sekali. Apalagi aku denger rumor banyak yang bilang malam pertama itu sakit" ujar putri jadi ngomongin yang aneh-aneh.
" Hahaha.. kacau banget kamu putri!! Siapa yang bilang malam pertama sakit?! Kalo bilang hubungan intim itu sakit. Mana mungkin banyak yang seumuran kita pengen cepat menikah " ujar Miya sambil tertawa terbahak-bahak.
" Lah kok kamu ketawa sih Miya?! Bukannya kamu cari tahu mana yang bener. Malah ketawa aja. Kaya udah pernah ngerasain ya sama harith?! hayo mengaku?!" ujar putri meledek Miya.
" Wah parah banget kamu menuduh aku seenaknya!! Itu fitnah jatuhnya!! Aku gak pernah mau melakukan hubungan intim sebelum menikah. Kalo aku begitu bisa di bunuh aku sama ayah dan ibuku " ujar Miya berkomentar.
" Hahaha.. canda bestie. Aku hanya bercanda. Aku percaya kok kamu gak akan melakukan hal yang bikin orangtua kamu malu" ujar putri berpendapat.
" Iya ngawur aja kamu kalo bilang aku begitu. Kalo ngomong ke aku sih bisa aku maklumi karena hanya bercanda. Kalo ngomong sama ayah dan ibuku. Yang ada mereka akan percaya dengan ucapan kamu. Bisa jadi masalah besar" ujar Miya memberitahu.
...****************...
" Mendekati menjelang pernikahan. Aku dan Anton jadi sering debat dan cekcok perihal hal yang sepele. Malah seringkali aku minta di batalkan pernikahan. Karena emosi sesaat. Tapi Anton dengan sabarnya bilang. Ya udah tenang diri. Jangan emosi terus. Nanti kamu akan menikah dengan harith juga akan mengalami hal yang sama kaya aku" ujar putri memberi tahu.
" Hehehe.. iya aku percaya kok dengan cerita kamu. Soalnya kan tiap hari kamu suka cerita hal ini dan itu sama aku. Jadi kamu cerita apapun juga tetap aku percaya kamu" ujar Miya berkomentar.
" Eh ngomong-ngomong tahun ini jadi kamu menikah dengan harith?!" tanya putri penasaran.
__ADS_1
" Hemmmmm.. belum tahu. Aku nunggu kabar dari harith aja dulu. Soalnya sekarang kami jadi jarang bertemu karena kesibukan masing-masing. Di tambah juga kini kami pacaran jarak jauh" ujar Miya bercerita.
" Ya aku doain kamu beneran menikah sama harith. Jangan sampai enggak loh. Soalnya kalian udah lama pacaran nya. Kedua orangtua juga sudah saling kenal dan memberikan restu. Tinggal tentukan hari buat pertemuan dan pertunangan lanjut menikah deh. Aku doakan semoga berjalan lancar " ujar putri mendoakan.
" Ya bakalan sedih dong aku di tinggal kamu menikah. Nanti aku gak bisa nginep di rumah kamu lagi. Gak bisa curhat lagi nih. Kalo udah jadi istri kamu bakalan banyak waktu sama suami" ujar Miya bersedih.
" Kalo main sih masih di perbolehkan kok sama Anton. Ya kalo mau pas harith libur kita double date aja. Kan seru tuh. Atau jalan-jalan keluar kota bareng " ujar putri memberikan saran.
" Oh iya. Ide yang sangat bagus tuh. " ujar Miya tersenyum.
...****************...
Miya sudah melepaskan kesedihan dan kesepian nya semenjak di telpon oleh putri. Menjadi obat sedih dan kesepian nya Miya selama ini Yang selalu menemani di kala susah dan senang.
" Aku pasti akan datang di acara pernikahan kamu putri. Aku akan temani kamu dari acara akad nikah sampai acara kelar" ujar Miya berjanji.
" Iya harus dong. Masa kamu gak datang sih. Aku bisa nangis loh. Terlebih lagi kamu kan bestie aku dari zaman SMP hingga sekarang" ujar putri memberitahu.
" Pokoknya kalo nanti kita udah nikah. Harus sering ketemu meskipun udah pada bawa bayi dan anak ya. wah seru nih kalo ada kumpulan mamah muda bawa anak" ujar Miya berhalu.
" Iya seru banget. Nanti suami kita yang momong bocah. Kita asyik ngerumpi sambil makan ya. Hahaha" ujar putri sambil tertawa terbahak-bahak.
" Ya betul. Sesekali me time kita ngumpul sambil makan dan ngerumpi ya. Ngerumpi masalah rumah tangga dan anak yang pastinya. Kayanya seru banget" ujar Miya sambil tertawa.
__ADS_1
...****************...
Obrolan malam wanita single ketika membicarakan soal pernikahan,suami dan anak. Seseru itu hingga tak sadar mengobrol sudah jam larut malam. Dan akhirnya mereka mengakhiri percakapan telepon karena besok mereka harus bekerja keras.