PINGAL

PINGAL
bab 32. Mencoba Mengerti


__ADS_3

...****************...


Harith mencoba mengalah dengan sikap ketusnya Miya. Mencoba memperbaiki hubungan mereka. Karena harith sangat sayang dan cinta dengan miya dan tak mau kehilangan Miya. Makanya harith akan lakukan apapun agar bisa kembali berbaikan dengan miya. Akhirnya Miya mengakhiri percakapan telepon dengan harith. Karena Miya merasa kesal dengan sikapnya harith belakangan ini. Lalu putri pun menelpon Miya ketika Miya merasa sangat galau dengan perasaan nya.


" Hai,Miya!! Lagi apa?! Sudah makan belum?! Jangan sampai enggak makan ya?! Jangan terlambat minum obat juga ya" ujar putri menyapa Miya.


" Hai,putri!! Aku lagi rebahan aja di kasur dalam kamar tidur aku. Alhamdulillah sudah makan. Perut aku sangat kenyang tadi. Sekalian sudah minum obat" ujar Miya memberitahu.


" Hemmmmm,, kata baxia tadi curhat sama aku loh. Katanya baxia sangat merasa senang bisa kenal kamu Miya. Pengen malam Minggu maen lagi ke rumah kamu" ujar putri memberitahu.


" Owh begitu. Aku mau nanya gimana kehidupan baxia atau masa lalunya?! Boleh kan aku nanya?!" ujar Miya penasaran.


" Wah Miya. Sekarang penasaran!! Kemarin ogahan saat aku membicarakan soal baxia!! Malu-malu kucing ya kamu!! Wakakak.. " ujar putri meledek Miya.


" Ya bukannya begitu. Tadi aku hampir salah paham sama baxia tahu. Tadi pagi baxia menelpon aku nanya alamat rumah. Eh enggak lama kemudian ada yang kirim makanan lewat aplikasi online. Aku pikir baxia. Nah pas aku tanya baxia bukan. Eh tiba-tiba harith chat WhatsApp aku bilang bahwa dia yang kirim makanan. Amsyong!! Hampir aja aku salah sangka " ujar Miya bercerita.


" hahahaha.. Ciye!! Ciye!! Ciye!! Ciye!! Miya udah berbaikan ya sama harith!! Kelihatan banget sekarang harith merasa bersalah karena kamu cedera begitu!! Sampai datang ke rumah dan sekarang pesenin makanan. Wah bau-bau nya bakalan balikan dong?!" ujar putri berkomentar.


" Ah tahu deh!! Aku gak mikirin hal itu?! Yang penting aku sembuh dulu " celetuk Miya berpikir santai.


...****************...


Seminggu kemudian kaki Miya sudah bisa berjalan meskipun berjalan yang tak terlalu jauh. Baxia menepati janji dengan datang ke rumahnya Miya bersamaan dengan Harith. Membuat Miya jadi salah tingkah di depan harith dan Baxia.


" Kamu mau jenguk Miya juga ya?!" tanya baxia ramah.


" Iya aku mau jenguk Miya. Kamu siapa ya?! Kok aku baru lihat kamu?!" jawab harith penuh pertanyaan.


" Aku baxia. Aku temen nya Miya. Juga temennya putri dan temen kantor nya suaminya putri" ujar baxia memberitahu.

__ADS_1


" Eh kalian sudah datang!! Kok barengan sih?!" ujar Miya yang keringat dingin melihat baxia dan harith akrab.


" Kamu sudah bisa jalan sekarang?! Alhamdulillah!! Aku senang lihat kamu sudah dalam proses penyembuhan" ujar harith menjelaskan.


" Iya Alhamdulillah. Semua berkat doa kalian" ujar Miya sambil tersenyum.


" Ini Miya. Aku bawain makanan favorit kamu pizza dan KFC. Dan tak lupa es Boba juga aku beliin buat kita semua. Nah pas banget aku beli lima cup. Jadi bisa di minum bersama" ujar baxia menjelaskan.


" Makasih banyak ya baxia. Sudah repot-repot bawain makanan dan minuman sebanyak ini " ujar Miya merasa bersalah.


" Aku juga bawain Martabak telur dan martabak Manis buat ayah dan ibu kamu. Semoga mereka suka ya. Kok ayah dan ibu kamu gak kelihatan?! Mereka kemana?!" tanya harith sok perhatian.


" Ya. Tapi paling di makan sama ayah dan ibu besok. Soalnya ada ponakan ayah yang menikah hari ini. Aku gak bisa datang karena belum sembuh total. Jadinya aku hanya nitip kado sama ayah dan ibu " ujar Miya bercerita.


...****************...


Mereka menikmati malam mingguan bertiga. Lalu Miya karena panik . Akhirnya menelpon putri untuk menemani nya menghadapi harith dan Baxia. Jangan sampai baxia tahu yang sebenarnya soal harith.


" Iya enggak apa-apa kok. Aku juga tadi berbincang dengan harith. Seru banget ya. Aku baru tahu bahwa harith kerja jadi polisi. Beda sama aku hanya karyawan televisi" ujar baxia bercerita.


" Ya apapun profesinya kalian sama sama bekerja" ujar Miya sambil tersenyum.


" Tapi lebih berwibawa aku lah daripada kerja di stasiun televisi " celetuk harith membanggakan diri sendiri.


" Hemmmmm,, terserah kamu ajalah!! Tapi gaji kamu juga gak lebih gede di stasiun televisi " ujar Miya meledek harith.


" Ih enggak boleh begitu Miya. enggak boleh menyindir dan merendahkan profesi orang lain. Kalo harith membanggakan diri dengan profesi nya wajarlah. " ujar baxia menjelaskan.


" Hehehe.. Aku tadi hanya bercanda saja kok. Maafkan aku ya harith." ujar Miya cengar-cengir.

__ADS_1


" Iya aku maafkan" ujar harith dengan muka di tekuk dan muka sangat masam.


...****************...


Tak lama kemudian datanglah putri dengan suaminya ke rumah orangtuanya Miya. Harith makin terkejut. Seperti sudah di rencanakan oleh Miya.


" Ya udah aku pamit sayang!! Bulan besok ayah dan ibuku akan datang ke rumah buat melamar kamu!! Aku pastikan kali ini tidak harapan palsu. Aku pamit ya" ujar harith sambil mencium kening nya Miya.


" Ho oh" ujar Miya yang sangat terkejut saat harith pamit dengan membongkar semua rahasia nya.


" Hati hati di jalan ya harith" ujar putri sambil melambaikan tangan nya kepada harith.


...****************...


Harith meninggalkan rumah orangtuanya Miya. Sedangkan baxia merasa terkejut dengan ucapannya harith. Seperti tamparan mengenai wajah dan hatinya baxia.


" Aku boleh nanya Miya?! Sebenarnya hubungan kamu dengan harith apa?!" tanya baxia penasaran.


" Hubungan aku dengan harith itu sebenarnya kami itu..." ujar Miya kebingungan.


" Tolong jawab dengan jujur meskipun itu sangat menyakitkan buat aku" ujar baxia menghela nafasnya.


" Gini loh baxia!! Sebenarnya harith dan miya itu.." ujar putri yang ingin berbicara tapi di potong oleh baxia.


" Maaf putri aku nanya ke Miya bukan sama kamu. Jadi aku ingin tahu jawabannya dari mulut nya Miya" ujar baxia makin gak karuan perasaan hatinya.


" Oke!! Baiklah!! Aku akan jawab jujur sama kamu baxia!! Sebenarnya aku dan harith itu kami pacaran dari SMA hingga sekarang!! Maafkan aku waktu itu berbohong kalo aku jomblo sama kamu!! Bukan maksud untuk berselingkuh!! Tapi aku dan harith pada saat itu sedang bertengkar hebat tanpa komunikasi " ujar Miya bercerita.


" Owh begitu!! Ya udah aku pamit pulang ya!! Aku gak akan mau merebut pacar orang!! Ataupun main ke wanita yang sudah memiliki kekasih!! Aku sudah blokir dan hapus nomer handphone kamu. Terimakasih atas penjelasannya " ujar baxia berpamitan.

__ADS_1


...****************...


Seperti petir menyambar dalam hatinya Miya. Seperti itulah rasa kaget dan bingung ketika baxia dan harith datang di waktu yang bersamaan. Apalagi miya memberitahu apa yang terjadi dengan harith dan status hubungan mereka.


__ADS_2