
...****************...
Malam harinya di hotel. Ghina dan miya yang tidur satu kamar pun menjadi saling diam-diam karena kejadian Ghina menerawang kejadian yang akan terjadi kepada Miya. Sebenarnya harith pun ingin menghubungi Miya. Namun harith takut Miya takkan merespon. Makanya harith menahan diri untuk menghubungi Miya. Takut kesalahan.
" Kenapa harith?! Kok kelihatan termenung?! Lagi ada masalah ya?! Atau efek tanggal tua?! Enggak punya uang?!" ujar Eko, sahabat nya harith.
" Hahaha.. enggak apa-apa kok. Hanya saja lagi galau. " ujar harith memberitahu.
" Galau kenapa?! Cerita lah!! Siapa tahu aku bisa ngasih solusinya?!" jawab Eko perhatian.
" Iya aku sedang menjalani hubungan percintaan jarak jauh sama Miya. Apalagi kemarin aku bilang bahwa ingin bertemu dengannya sebulan sekali. Karena aku ada niatan untuk melamar dan menikahinya. Jadi untuk menghemat biaya bensin Bandung-Jakarta. Aku ingin kalo Sebulan sekali ketemu tapi berkualitas sama Miya. Tapi Miya malah marah sama aku dan tak ingin di hubungi ataupun bertemu dengan aku" ujar harith bercerita.
"Owh begitu. Kalo menurut aku sih yang aku tangkap dari cerita kamu bahwa Miya gak perduli ketemu harus jalan-jalan atau makan. Mungkin yang terpenting buat Miya komunikasi dan bertemu meskipun hanya mengobrol saja" ujar Eko berkomentar.
" Yah, berarti aku salah dong udah ngomong begitu sama Miya?! Aku jadi merasa tak enak hati dan bersalah sama Miya" ujar harith merasa bersalah.
" Kalo menurut aku juga kamu gak salah. Karena kamu memikirkan tentang masa depan dengan miya. Jadi wajarlah sekarang kamu jauh lebih perhitungan. Agar acara lamaran dan acara resepsi pernikahan bisa sesuai keinginan kalian kan?!" ujar Eko berargumen.
" Ya betul banget eko. Jawaban kamu sesuai dengan pemikiran aku. Tapi Miya malah salah paham dan salah mengerti dari maksud keinginan aku" ujar harith sambil menghela nafasnya.
" Aku hanya bisa bilang sabar. Kadang kalo mau lamaran dan menikah ada aja ujian hidup nya. Yang penting kamu tetap fokus pada satu tujuan dan komitmen dengan miya sampai ke pelaminan " ujar Eko menasehati.
" Makasih atas nasihat dan sarannya ya Eko. Sangat membantu aku. Sekarang udah gak galau lagi" ujar harith sambil tersenyum.
...****************...
Akhirnya harith meminta solusi terbaik untuk hubungan percintaan nya dengan miya. Agar Miya bisa memahami arti dari keputusan harith selama ini.
__ADS_1
" Menurut kamu solusi yang benar apa?! Agar hubungan percintaan aku tetap langgeng sampai ke jenjang pernikahan?! Aku juga ingin Miya memahami keputusan aku" ujar harith penasaran.
" Waduh rada berat juga. Terlebih Miya sudah melarang kamu buat menghubungi dia. Karena merasa kesal dengan keputusan kamu yang sepihak. Untuk sementara ikuti aja kemauan Miya. Nanti juga Miya akan menghubungi kamu" ujar Eko memberikan saran.
" Owh begitu. Harus berapa lama aku menunggu Miya untuk menghubungi aku?!" tanya harith makin penasaran.
" Wah kalo itu aku gak bisa prediksi. Soalnya aku bukan paranormal. Hanya tuhan dan miya yang tahu" ujar Eko memberitahu.
" Wah gawat dong. Kalo Miya gak hubungi aku selamanya gimana?!" ujar harith merasa panik dan cemas.
" Udah gak usah panik dan cemas gitu dong harith!! Ini kan bukan kali pertama kamu dan miya bertengkar apalagi salah paham seperti ini?! Ya menurut aku kasih waktu juga buat Miya berpikir bahwa keputusan yang kamu buat kebaikan kalian berdua" ujar Eko menjelaskan.
" Ya bener juga ucapan kamu. Tapi aku merasa aneh. Karena gak biasanya perasaan aku begini. Takut Miya kenapa-kenapa. " ujar harith memberitahu.
" Jangan terlalu berlebihan. Kasih lah waktu satu Minggu sampai satu bulan. Kalo Miya sayang dan membutuhkan kamu juga akan menghubungi kamu kok. Percaya deh" ujar Eko berkomentar.
" Iya ini salah aku juga. Harusnya aku minta pendapat dia. Malah aku sudah membuat keputusan saja" ujar harith menyesal.
...****************...
Miya pun menikmati gathering sekaligus liburan dengan teman kantor nya. Meskipun Miya harus berpura-pura menjadi orang ceria meskipun batin merasa galau karena keegoisan dan prinsip yang berbeda dengan harith. Lalu Miya pun membeli oleh-oleh buat kedua orang tua juga harith. Jika nanti mereka berbaikan. Miya tetap ingin memberikan oleh-oleh buat harith dan keluarga nya.
"Kamu mau beli oleh-oleh apa Miya?!" tanya Ghina penasaran.
" Aku juga gak tahu. Masih bingung dan galau" ujar Miya memberitahu.
" Lah kok begitu?! Udah singkirkan dulu memikirkan soal pacar kamu. Kan disini kita janji buat seneng-seneng. Apalagi kan jarang loh kita liburan jauh begini" ujar Ghina sambil mengusap punggung nya Miya.
__ADS_1
" Mau beli cemilan atau dompet?! Atau batik ya?!" ujar Miya merasa kebingungan.
" Ya terserah kamu aja. Sesuai budget kamu. Jangan merasa tak enak. jadinya bikin kamu menjadi tak enak hati beli banyak oleh-oleh" ujar Ghina berkomentar.
" Terimakasih atas masukannya Ghina. Sekali lagi ucapan kamu membuat aku menjadi merasa lebih baik" ujar Miya memberitahu.
" Ya sama-sama. Sudah seharusnya kan teman itu saling mendukung dan mengingatkan. Karena temen yang baik itu akan senang melihat temannya bahagia. Dan ikut merasa sedih jika melihat nya menangis " ujar Ghina menjelaskan.
" Iya betul. Aku setuju dengan ucapan kamu" ujar Miya sambil tersenyum.
...****************...
Lalu Miya mulai memilih cemilan,dompet,asesoris dan batik untuk oleh-oleh untuk orangtuanya dan harith juga keluarga nya. Meskipun hubungan mereka sedang break. Tapi Miya ingin bersikap baik kepada semua nya.
" Wuih, cerita borong ya Miya?! Pasti buat orangtua kamu dan keluarga harith ya?!" ujar Ghina menebak isi pikiran Miya.
" Ih kok kamu bisa tahu. Baca isi pikiran aku lagi ya. Ih jahat banget ya kamu Ghina. Aku gak pernah bisa bohong dong ya kalo ngobrol sama kamu. Pasti kamu bisa menebak nya" ujar Miya meledek Ghina.
" Ya begitulah. Makanya karena aku bisa membaca pikiran orang. Tak ada yang mau berteman sama aku. Karena mereka bilang aku orang toxic. Tapi aku berkata yang sejujurnya" ujar Ghina bercerita.
" Aku tetap mau kok jadi teman kamu Ghina. Meskipun kamu bisa baca isi pikiran aku. Dan bisa menerawang tentang masa depan aku dan pacarku" ujar Miya memberitahu.
" Makasih ya Miya. Sudah sangat mengerti dan memahami aku yang punya kelebihan indra keenam" ujar Ghina merasa terharu.
" Udah ah jangan menangis Ghina. Kalo kamu nangis ntar cantik nya berkurang " ujar Miya sambil memeluk erat tubuh nya Ghina.
" Makasih Miya selalu menghangatkan suasana dan berikan aura yang positif " ujar Ghina berkomentar.
__ADS_1
...****************...
Usai membeli oleh-oleh. Lanjut mereka makan malam bersama lalu balik ke hotel untuk beristirahat.