Posessive Husband

Posessive Husband
PH-14


__ADS_3

PH-14



Satria POV


Hal yang paling menyiksa adalah mengabaikan sesorang yang sangat kamu cintai menangis tepat di sampingmu. Apalagi orang tersebut adalah istrimu sendiri, yang beberapa jam lalu membuatmu menyatakan cinta.



Sebenarnya bisa saja kami berdua membicarakan hal ini dengan cara baik-baik. Karena sebenarnya, ini hanya masalah sederhana yang rumit karena emosi sesaat.



Ini memang hanya sebuah masalah sederhana, karena masalah sebenarnya terletak pada Meisha yang takut dengan cara pandang orang-orang terhadap dirinya kelak. Aku beranggapan, bahwa dia takut pada hal yang seharushnya tidak perlu.



Karena, seperti apa yang aku katakana saat bertengkar tadi. Apa perlu orang lain banyak tau tentang Meisha yang tidak lagi utuh saat menikah denganku? Apa perlu?


__ADS_1


Jawabannya jelas tidak, biar bagaimanapun orang-orang tidak perlu tau tentang hal peribadi mengenai rumah tangga kami berdua. Dan mereka tidak akan tau jika tidak ada yang memberitahu bukan? Aku masih cukup bahkan sangat waras untuk membeberkan sebuha hal yang tidak seharushnya bukan. Aku bukan orang gila yang akan membeberkan semua rahasia rumah tanggaku pada orang-orang, seperti para seleberitis yang sangat gemar melakukan hal tersebut.



Sial, kenapa aku terus membahas masalah ini? Aku muak rasanya harus mengucapkan kata tidak utuh berkali-kali.



Aku mengatur nafasku setenang mungkin, mengamati gerak-gerik Meisha di sampingku. Awalnya aku pikir dia sudah mungkin sudah tidur karena lelah menangis, sampai akhirnya satu isakan lolos dari bibirnya dan disusul isakan lainnya.




Apa masih pantas kalau sekarang aku membalik badan dan memeluknya? Memberikan ketenangan seperti malam-malam yang lalu? Apa Meisha tidak akan menolak? Apa Meisha tidak akan merasa takut padaku?



Aku terus bertanya pada diriku sendiri, alu tidak akan pernah tau jawabannya jika aku tidak langsung mencobanya. Aku menghela nafas keras-keras sebelum akhirnya aku berbalik dan memeluk tubuh Meisha yang bergetar, dari belakang. Sesaat aku merasa tubuh Meisha menegang, sampai akhirnya dia kembali tenang dan rileks.


__ADS_1


Sesekali isakan kecil masih jelas terdengar olehku, tapi itu lebih baik daripada aku harus mendengar suara isakannya tadi. Saat aku tidak memeluknya, aku telah membiarkan Meisha kembali sendiri merasakan perasaan yang sama saat masa buruk itu kembali terjadi.



“tidur” bisikku tepat pada telinganya.


“nangisnya lanjut besok lagi” lanjutku



Aku tersenyum geli, karena ucapanku sendiri. Beberapa alasan mungkin kurang di mengerti dan bahkan tidak di mengerti, mengapa seorang Satria Bagaskara bisa mencintai perempuan seperti Meisha? Karena aku sendiri pun masih belum mengerti sampai saat ini.



Yang aku tau hanyalah, aku mencintai perempuan bernama Meisha dengan segala kekurangan yang dimilikinya. Cintaku sederhana tapi mengikatnya penuh padaku, sesederhana aku merasakan kedamaian saat malam ini.


_________



Haloooo readers! Gimana sama kisah Meisha sama Satria? So sorry kalo author jarang update ya hihi. Jangan lupa like dan favorit yaa. Selamat membaca tiap chapter-nya semoga makin sukaa.

__ADS_1


__ADS_2